Javascript must be enabled to continue!
PERUBAHAN KEDUDUKAN PEREMPUAN PADA MASYARAKAT BATAK ANGKOLA
View through CrossRef
Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kedudukan perempuan Batak Angkola dalam struktur adat Dalihan na Tolu dan perubahan kedudukan perempuan Batak Angkola Kontemporer. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat Batak Angkola di daerah Pintu Padang. Informan yang adalah Tokoh Adat (hatobangon); Perempuan (anak perempuan, anak perempuan yang sudah nenikah, perempuan yang sudah memiliki menantu); Ulama dan Pakar adat setempat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus yang menguji secara instensif terhadap suatu etnis tunggal yang dilengkapi dengan sumber dan objek yang diamati serta terbatas pada ruang dan waktu. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perempuan menjadi objek sedangkan laki-laki menjadi subjek penentu kedudukan seseorang dalam struktur Dalihan na Tolu. Kedudukan perempuan pada masyarakat Batak Angkola dalam struktur adat Dalihan na Tolu ditentukan oleh kedudukan laki-laki baik sebagai ayah maupun sebagai suami. Perubahan kedudukan perempuan pada masyarakat Batak Angkola, disebabkan adanya pergeseran kebudayaan yaitu, status sosial, sistem mata pencaharian, sistem religi, dan pendidikan. Perubahan kedudukan perempuan pada masyarakat Batak Angkola bersifat positif, dimana munculnya kesadaran baik bagi kaum perempuan maupun laki-laki bahwa persamaan hak dan kewajiban perempuan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya tingkat pendidikan kaum perempuan Batak Angkola, dan berhasil mengisi berbagai jenis pekerjaan yang selama ini hanya didominasi oleh kaum laki-laki.
Title: PERUBAHAN KEDUDUKAN PEREMPUAN PADA MASYARAKAT BATAK ANGKOLA
Description:
Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kedudukan perempuan Batak Angkola dalam struktur adat Dalihan na Tolu dan perubahan kedudukan perempuan Batak Angkola Kontemporer.
Penelitian ini dilakukan pada masyarakat Batak Angkola di daerah Pintu Padang.
Informan yang adalah Tokoh Adat (hatobangon); Perempuan (anak perempuan, anak perempuan yang sudah nenikah, perempuan yang sudah memiliki menantu); Ulama dan Pakar adat setempat.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus yang menguji secara instensif terhadap suatu etnis tunggal yang dilengkapi dengan sumber dan objek yang diamati serta terbatas pada ruang dan waktu.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perempuan menjadi objek sedangkan laki-laki menjadi subjek penentu kedudukan seseorang dalam struktur Dalihan na Tolu.
Kedudukan perempuan pada masyarakat Batak Angkola dalam struktur adat Dalihan na Tolu ditentukan oleh kedudukan laki-laki baik sebagai ayah maupun sebagai suami.
Perubahan kedudukan perempuan pada masyarakat Batak Angkola, disebabkan adanya pergeseran kebudayaan yaitu, status sosial, sistem mata pencaharian, sistem religi, dan pendidikan.
Perubahan kedudukan perempuan pada masyarakat Batak Angkola bersifat positif, dimana munculnya kesadaran baik bagi kaum perempuan maupun laki-laki bahwa persamaan hak dan kewajiban perempuan.
Hal ini ditandai dengan meningkatnya tingkat pendidikan kaum perempuan Batak Angkola, dan berhasil mengisi berbagai jenis pekerjaan yang selama ini hanya didominasi oleh kaum laki-laki.
Related Results
Analisis Personal Branding Perempuan Batak Toba Melalui Budaya Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak Toba
Analisis Personal Branding Perempuan Batak Toba Melalui Budaya Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak Toba
Personal branding menjadi hal yang penting dalam diri untuk menciptakan citra diri yang positif dengan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Riset penelitian ini membahas men...
KONFLIK TERSEMBUNYI MASYARAKAT BATAK TOBA ISLAM DENGAN BATAK TOBA KRISTEN DI PERUMNAS MANDALA KOTA MEDAN
KONFLIK TERSEMBUNYI MASYARAKAT BATAK TOBA ISLAM DENGAN BATAK TOBA KRISTEN DI PERUMNAS MANDALA KOTA MEDAN
The purpose of this research is to find out the hidden conflicts that occur between the Islamic Toba Batak community and Christian Toba Batak in Perumnas Mandala Medan City and to ...
Analisis Personal Branding Perempuan Batak Toba Melalui Budaya Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak Toba
Analisis Personal Branding Perempuan Batak Toba Melalui Budaya Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak Toba
Personal branding menjadi hal yang penting dalam diri untuk menciptakan citra diri yang positif dengan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Riset penelitian ini membahas men...
Acculturation of Islam and the Sinamot Tradition: Marriage Dynamics of the Angkola Batak Community 1980-2023
Acculturation of Islam and the Sinamot Tradition: Marriage Dynamics of the Angkola Batak Community 1980-2023
Islamisation in the Indonesian archipelago has been ongoing for centuries. Islam emerged as an influential force in the history of the archipelago. The entry of Islam into Indonesi...
Bentuk Afiks dan Proses Morfofonemik Bahasa Batak Angkola
Bentuk Afiks dan Proses Morfofonemik Bahasa Batak Angkola
The Batak Angkola language is one of the regional languages used by the Angkola people in Batang Angkola District, South Tapanuli Regency. This study aims to describe the affix for...
Relationship of Batak Karo, Batak Toba, And Nias Comparative Historical Linguistic Study
Relationship of Batak Karo, Batak Toba, And Nias Comparative Historical Linguistic Study
Batak language families such as Karo, Toba, Mandailing, Simalungun, and Angkola have dominant language users, especially Batak Karo and Batak Toba. In addition to the Batak languag...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Tradisi Pemberian Mahar Pada Masyarakat Batak Karo Sumatera Utara Perspektif Hukum Islam
Tradisi Pemberian Mahar Pada Masyarakat Batak Karo Sumatera Utara Perspektif Hukum Islam
This is a field research which focuses to answer two problems: first, how is the tradition of giving dowry by the people of Batak Karodi, Jaranguda-Merdeka Batak Karo? Second, how ...

