Javascript must be enabled to continue!
Program Kemitraan Masyarakat Banjar Dinas Bongan Gede, Desa Bongan dan SMK Saraswati 3 Tabanan di Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali
View through CrossRef
Masyarakat Bali dan kesenian merupakan hal yang tak terpisahkan dan saling terkait. Kesenian menempati ruang yang penting, khususnya dalam konteks ritual keagamaan. Dalam pelaksanaan upacara di Bali, dikatakan tidak akan lengkap dan selesai tanpa hadirnya kesenian, khususnya seni tari dan karawitan. Kini dengan perkembangan globalisasi dan teknologi, peminat kesenian dari generasi muda mulai mengalami penurunan. Hal tersebut dikarenakan gaya pola hidup yang berubah mengikuti sinetron di televisi, penggunaan media sosial dan internet yang berlebihan, serta adanya anggapan bahwa seni tari dan karwaitan adalah hal yang kuno. Dari hal tersebut, timbul kekhawatiran akan semakin terpinggirkannya kesenian Bali. Oleh sebab itu, perlu dilakukan usaha-usaha pelestarian kesenian, salah satunya lewat Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Dalam kegiatan PKM ini terdapat dua mitra, yaitu Banjar Bongan Gede sebagai Mitra I dan SMK Saraswati 3 Tabanan sebagai Mitra II. Kedua mitra mengalami permasalahan yang sama, yaitu rendahnya animo anak-anak dan siswa yang mempelajari seni tari dan karawitan. Dari pertemuan dengan kedua mitra, ditemukan tiga masalah utama yaitu kurangnya animo dalam belajar berkesenian, yang berakibat pada kurangnya teknik tari dan karawitan, serta kurangnya referensi tari-tarian kreasi baru. Untuk mengatasi permasalahan tersebut akan ditawarkan solusi dengan melakukan presentasi seni yang interaktif dan menarik, workshop peningkatan teknik tari dan karawitan, serta pengajaran tari Selat Segara sebagai salah satu tari kreasi baru. Sasaran peserta PKM untuk mitra I adalah anak-anak berusia 12-15 tahun serta siswa-siswi yang memilih ekstrakurikuler tari dan tabuh untuk mitra II. Melalui solusi yang ditawarkan, didapatkan hasil meningkatnya animo anak-anak serta siswa dalam mempelajari kesenian, adanya peningkatan teknik tari dan karawitan, serta mampu menguasai tari Selat Segara dengan baik. Hasil dari pembinaan PKM ini didokumentasikan dalam bentuk DVD. Arts and society are two inseparable factors in the Balinese life. The existence of art plays a vital role, especially in the religious context. Ceremonies are not complete without the presence of art, especially karawitan (traditional Balinese music) and dance. Now, in the era of technology and globalization, younger generation are experiencing a decline in arts. This is due to the lifestyle patterns that change following soap operas on television, excessive use of social media and the internet, and the assumption that dance and music are old school. From this, concerns arise about the increasingly marginalized Balinese arts. To preserve the arts, there should be efforts to be done, one is through the Program Kemitraan Masyarakat (PKM). In this PKM activity there were two partners, namely Banjar Dinas Bongan Gede Banjar Partner I and SMK 3 Saraswati Tabanan as Partner II. Both partners experienced the same problems, namely the low interest in children and students studying dance and music. From meetings with the two partners, three main problems were found, namely the lack of interest in learning art, which resulted in a lack of dance and karawitan techniques, as well as a lack of reference to new dances. To overcome these problems, a solution will be offered by conducting interactive and interesting art presentations, dance and karawitan techniques improvement workshops, and teaching Selat Segara dance as one of the new dance creation. The target of PKM participants for partner I is children aged 12-15 years and students who choose dance and karawitan extracurricular for partner II. Through the solutions offered, the results are the increasing of interest of children and students in learning art, the improvement of dance and karawitan techniques, and being able to perform the Selat Segara dance. The results of this PKM are documented on DVD.Â
Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Program Kemitraan Masyarakat Banjar Dinas Bongan Gede, Desa Bongan dan SMK Saraswati 3 Tabanan di Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali
Description:
Masyarakat Bali dan kesenian merupakan hal yang tak terpisahkan dan saling terkait.
Kesenian menempati ruang yang penting, khususnya dalam konteks ritual keagamaan.
Dalam pelaksanaan upacara di Bali, dikatakan tidak akan lengkap dan selesai tanpa hadirnya kesenian, khususnya seni tari dan karawitan.
Kini dengan perkembangan globalisasi dan teknologi, peminat kesenian dari generasi muda mulai mengalami penurunan.
Hal tersebut dikarenakan gaya pola hidup yang berubah mengikuti sinetron di televisi, penggunaan media sosial dan internet yang berlebihan, serta adanya anggapan bahwa seni tari dan karwaitan adalah hal yang kuno.
Dari hal tersebut, timbul kekhawatiran akan semakin terpinggirkannya kesenian Bali.
Oleh sebab itu, perlu dilakukan usaha-usaha pelestarian kesenian, salah satunya lewat Program Kemitraan Masyarakat (PKM).
Dalam kegiatan PKM ini terdapat dua mitra, yaitu Banjar Bongan Gede sebagai Mitra I dan SMK Saraswati 3 Tabanan sebagai Mitra II.
Kedua mitra mengalami permasalahan yang sama, yaitu rendahnya animo anak-anak dan siswa yang mempelajari seni tari dan karawitan.
Dari pertemuan dengan kedua mitra, ditemukan tiga masalah utama yaitu kurangnya animo dalam belajar berkesenian, yang berakibat pada kurangnya teknik tari dan karawitan, serta kurangnya referensi tari-tarian kreasi baru.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut akan ditawarkan solusi dengan melakukan presentasi seni yang interaktif dan menarik, workshop peningkatan teknik tari dan karawitan, serta pengajaran tari Selat Segara sebagai salah satu tari kreasi baru.
Sasaran peserta PKM untuk mitra I adalah anak-anak berusia 12-15 tahun serta siswa-siswi yang memilih ekstrakurikuler tari dan tabuh untuk mitra II.
Melalui solusi yang ditawarkan, didapatkan hasil meningkatnya animo anak-anak serta siswa dalam mempelajari kesenian, adanya peningkatan teknik tari dan karawitan, serta mampu menguasai tari Selat Segara dengan baik.
Hasil dari pembinaan PKM ini didokumentasikan dalam bentuk DVD.
 Arts and society are two inseparable factors in the Balinese life.
The existence of art plays a vital role, especially in the religious context.
Ceremonies are not complete without the presence of art, especially karawitan (traditional Balinese music) and dance.
Now, in the era of technology and globalization, younger generation are experiencing a decline in arts.
This is due to the lifestyle patterns that change following soap operas on television, excessive use of social media and the internet, and the assumption that dance and music are old school.
From this, concerns arise about the increasingly marginalized Balinese arts.
To preserve the arts, there should be efforts to be done, one is through the Program Kemitraan Masyarakat (PKM).
In this PKM activity there were two partners, namely Banjar Dinas Bongan Gede Banjar Partner I and SMK 3 Saraswati Tabanan as Partner II.
Both partners experienced the same problems, namely the low interest in children and students studying dance and music.
From meetings with the two partners, three main problems were found, namely the lack of interest in learning art, which resulted in a lack of dance and karawitan techniques, as well as a lack of reference to new dances.
To overcome these problems, a solution will be offered by conducting interactive and interesting art presentations, dance and karawitan techniques improvement workshops, and teaching Selat Segara dance as one of the new dance creation.
The target of PKM participants for partner I is children aged 12-15 years and students who choose dance and karawitan extracurricular for partner II.
Through the solutions offered, the results are the increasing of interest of children and students in learning art, the improvement of dance and karawitan techniques, and being able to perform the Selat Segara dance.
The results of this PKM are documented on DVD.
 .
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
IMPLEMENTASI KEPUTUSAN PESAMUAN AGUNG III MUDP BALI NOMOR 01/KEP/PSM-3/MPD BALI/X/2010 TERHADAP ANAK PEREMPUAN DALAM SISTEM PEWARISAN DI DESA ADAT BANJAR TEGEHA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG
IMPLEMENTASI KEPUTUSAN PESAMUAN AGUNG III MUDP BALI NOMOR 01/KEP/PSM-3/MPD BALI/X/2010 TERHADAP ANAK PEREMPUAN DALAM SISTEM PEWARISAN DI DESA ADAT BANJAR TEGEHA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Penerapan Keputusan Pesamuan Agung III MUDP Bali Nomor 01/Kep/PSM-3/MDP Bali/X/2010 terhadap anak perempuan dalam pewarisan (2) Hambat...
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Ba...
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Kegiatan Pengembangan Desa Wisata Bongan merupakan kegiatan kerjasama antara Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementrian Desa, Pembangunan tertinggal dan transmigrasi ser...
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Abstrak
UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 202...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
Adaptasi Budaya Suku Jawa Dengan Suku Banjar di Kabupaten Asahan
Adaptasi Budaya Suku Jawa Dengan Suku Banjar di Kabupaten Asahan
Abstrak: Penelitian ini membahas proses komunikasi antarbudaya antara suku Jawa dan suku Banjar dalam adapatasi budaya di Desa Banjar, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan. Fokus ...

