Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pertumbuhan biak kalus dan suspensi sel tanaman kina (Cinchona ledgeriana Moens) Growth of callus and cell suspension cultures of cinchona (Cinchona ledgeriana Moens)

View through CrossRef
SummaryIn vitro technology of plants can be used topropagate plants and to produce secondarymetabolites with a short and continuousproduction cycle. Callus cultures of cinchona(Cinchona ledgeriana Moens) on solid media andcell cultures in liquid media have beenestablished. Callus could be easily initiated fromvarious explants of cinchona clone CB5, GA22and QRC312. The best callus initiation andproliferation were obtained on a Woody Plant(WP) solid medium supplemented with 15 µMpicloram,0.5 µM BAP and 1 µM phloroglucinol.In this medium the fresh weight of callusincreased by 12 to 14-fold within 5 to 6 weeks.Callus that constantly grew fast was selected as amaterial source for cell suspension cultures. InWP liquid medium with the same composition,the cells remained to grow fast where cell volumeafter sedimentation (CVS) increased by almost4-fold in two weeks. However, repeated sub-cultures decreased cell growth rate. The cellsuspension culture was then scaled-up in a 5-Lbioreactor. The culture medium was the same asin Erlenmeyer flasks. Cells in a bioreactor grewvery slowly, the cell biomass fresh weight andpacked cell volume (PCV) increased by 34% and50% respectively after 21 days of culture,although most of the cells remained viable.RingkasanTeknologi in vitro tanaman dapat digunakanuntuk memperbanyak tanaman dan memproduksisenyawa sekunder dengan siklus sangat singkatdan berkelanjutan. Biak kalus tanaman kina(Cinchona ledgeriana Moens) pada mediumpadat dan biak sel di medium cair telahdikembangkan. Kalus dengan mudah dapatdiinduksi dari berbagai jenis eksplan tanamankina klon CB5, GA22 dan QRC312. Inisiasi danproliferasi kalus terbaik diperoleh pada mediaWoody Plant (WP) padat dengan pikloram 15µM, BAP 0,5 µM dan floroglusinol 1 µM. Padamedium ini bobot basah kalus meningkat 12-14kali lipat dalam waktu 5-6 minggu. Kalus yangtetap tumbuh cepat dipilih sebagai sumber bahanuntuk biak suspensi sel. Dalam medium cair WPdengan komposisi yang sama, sel tetap tumbuhdengan pesat, volume sel setelah pengendapan(CVS) meningkat hampir empat kali lipat dalamwaktu dua minggu. Namun subkultur berulangmenurunkan laju pertumbuhan sel. Skala biaksuspensi sel kemudian diperbesar dalam bio-reaktor kapasitas 5 L. Medium kultur yangdigunakan sama dengan medium pada labuErlenmeyer. Pertumbuhan sel dalam bioreaktorsangat lambat, bobot basah sel dan packed cellvolume (PCV) hanya bertambah berturut-turutsebesar 34% dan 50% setelah 21 hari dalamkultur, walaupun sebagian besar sel tetap viabel.
Title: Pertumbuhan biak kalus dan suspensi sel tanaman kina (Cinchona ledgeriana Moens) Growth of callus and cell suspension cultures of cinchona (Cinchona ledgeriana Moens)
Description:
SummaryIn vitro technology of plants can be used topropagate plants and to produce secondarymetabolites with a short and continuousproduction cycle.
Callus cultures of cinchona(Cinchona ledgeriana Moens) on solid media andcell cultures in liquid media have beenestablished.
Callus could be easily initiated fromvarious explants of cinchona clone CB5, GA22and QRC312.
The best callus initiation andproliferation were obtained on a Woody Plant(WP) solid medium supplemented with 15 µMpicloram,0.
5 µM BAP and 1 µM phloroglucinol.
In this medium the fresh weight of callusincreased by 12 to 14-fold within 5 to 6 weeks.
Callus that constantly grew fast was selected as amaterial source for cell suspension cultures.
InWP liquid medium with the same composition,the cells remained to grow fast where cell volumeafter sedimentation (CVS) increased by almost4-fold in two weeks.
However, repeated sub-cultures decreased cell growth rate.
The cellsuspension culture was then scaled-up in a 5-Lbioreactor.
The culture medium was the same asin Erlenmeyer flasks.
Cells in a bioreactor grewvery slowly, the cell biomass fresh weight andpacked cell volume (PCV) increased by 34% and50% respectively after 21 days of culture,although most of the cells remained viable.
RingkasanTeknologi in vitro tanaman dapat digunakanuntuk memperbanyak tanaman dan memproduksisenyawa sekunder dengan siklus sangat singkatdan berkelanjutan.
Biak kalus tanaman kina(Cinchona ledgeriana Moens) pada mediumpadat dan biak sel di medium cair telahdikembangkan.
Kalus dengan mudah dapatdiinduksi dari berbagai jenis eksplan tanamankina klon CB5, GA22 dan QRC312.
Inisiasi danproliferasi kalus terbaik diperoleh pada mediaWoody Plant (WP) padat dengan pikloram 15µM, BAP 0,5 µM dan floroglusinol 1 µM.
Padamedium ini bobot basah kalus meningkat 12-14kali lipat dalam waktu 5-6 minggu.
Kalus yangtetap tumbuh cepat dipilih sebagai sumber bahanuntuk biak suspensi sel.
Dalam medium cair WPdengan komposisi yang sama, sel tetap tumbuhdengan pesat, volume sel setelah pengendapan(CVS) meningkat hampir empat kali lipat dalamwaktu dua minggu.
Namun subkultur berulangmenurunkan laju pertumbuhan sel.
Skala biaksuspensi sel kemudian diperbesar dalam bio-reaktor kapasitas 5 L.
Medium kultur yangdigunakan sama dengan medium pada labuErlenmeyer.
Pertumbuhan sel dalam bioreaktorsangat lambat, bobot basah sel dan packed cellvolume (PCV) hanya bertambah berturut-turutsebesar 34% dan 50% setelah 21 hari dalamkultur, walaupun sebagian besar sel tetap viabel.

Related Results

Nepenthes sp. memiliki ciri khas berupa ujung daun mengalami modifikasi menjadi kantong. Nepenthes mirabilis (Lour.) Druce dihabitat aslinya banyak diburu untuk diperjualbelikan. P...
Pengaruh Pemberian Elisitor Ekstrak Khamir pada Pertumbuhan Kultur Kalus Gembili dengan Penambahan ZPT 2,4-D dan Kinetin
Pengaruh Pemberian Elisitor Ekstrak Khamir pada Pertumbuhan Kultur Kalus Gembili dengan Penambahan ZPT 2,4-D dan Kinetin
Senyawa bioaktif pada tanaman gembili dapat dihasilkan lebih banyak dari kalus dibandingkan tanaman utuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian 2,4-D dan ...
Kekerabatan Genetik 41 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Asal Biji Berdasarkan Karakter Morfologi
Kekerabatan Genetik 41 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Asal Biji Berdasarkan Karakter Morfologi
Kina (Cinchona ledgeriana) merupakan tanaman pohon yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, sehingga produktivitas kina di Indonesia yang semakin menurun harus ditingka...
Kekerabatan Genetik 50 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Berdasarkan Karakter Morfologi pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kekerabatan Genetik 50 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Berdasarkan Karakter Morfologi pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kina (Cinchona) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki kandungan alkaloid, kinin sulfat, dan saponin yang baik untuk kesehatan manusia. Untuk mera...
Selinexor Reduces the Immunosuppressive Properties of Macrophages and Synergizes with CD19 CAR-T Cells Against B-Cell Lymphoma
Selinexor Reduces the Immunosuppressive Properties of Macrophages and Synergizes with CD19 CAR-T Cells Against B-Cell Lymphoma
Background: CD19 chimeric antigen receptor (CAR)-T cell therapy has achieved high response rates in patients with B-cell lymphoma (BCL). However, treatment failure and relapse can ...

Back to Top