Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

View through CrossRef
Nepenthes sp. memiliki ciri khas berupa ujung daun mengalami modifikasi menjadi kantong. Nepenthes mirabilis (Lour.) Druce dihabitat aslinya banyak diburu untuk diperjualbelikan. Perbanyakan N. mirabilis di alam sangat kecil tingkat keberhasilannya, untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan perbanyakan dengan cara kultur in vitro dan menggunakan eksplan daun muda untuk membentuk kalus. Zat pengatur tumbuh seperti Auksin (NAA). Sitokinin (TDZ) dapat memacu pertumbuhan kalus. Auksin dapat merangsang pembentukan kalus dengan memacu pembentangan sel dan Sitokinin dapat memacu proses pembelahan sel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh NAA dan TDZ dalam menginduksi kalus N. mirabilis  dan mengetahui Interaksi antara NAA dan TDZ dalam menginduksi kalus N. mirabilis. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL pola Faktorial, dengan dua faktor, yaitu NAA dan TDZ. NAA terdiri atas empat taraf yakni, 0 mg/L (N0); 0,5 mg/L (N1), 1 mg/L (N2) dan 1,5 mg/L (N3). TDZ juga terdiri atas empat taraf yakni 0 mg/L (T0); 1 mg/L (T1); 2 mg/L (T2) dan 3 mg/L (T3). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NAA dan TDZ berpengaruh terhadap induksi kalus N. mirabilis. Tidak terdapat interaksi antara NAA dan TDZ dalam menginduksi kalus. Konsentasi TDZ 1 mg/L (T1) memacu  induksi kalus khususnya persentase pembentukan kalus dan diameter kalus. Sementara itu, NAA 1 mg/L (N2) memacu  persentase pembentukan kalus N. mirabilis.
Title:
Description:
Nepenthes sp.
memiliki ciri khas berupa ujung daun mengalami modifikasi menjadi kantong.
Nepenthes mirabilis (Lour.
) Druce dihabitat aslinya banyak diburu untuk diperjualbelikan.
Perbanyakan N.
mirabilis di alam sangat kecil tingkat keberhasilannya, untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan perbanyakan dengan cara kultur in vitro dan menggunakan eksplan daun muda untuk membentuk kalus.
Zat pengatur tumbuh seperti Auksin (NAA).
Sitokinin (TDZ) dapat memacu pertumbuhan kalus.
Auksin dapat merangsang pembentukan kalus dengan memacu pembentangan sel dan Sitokinin dapat memacu proses pembelahan sel.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh NAA dan TDZ dalam menginduksi kalus N.
mirabilis  dan mengetahui Interaksi antara NAA dan TDZ dalam menginduksi kalus N.
mirabilis.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL pola Faktorial, dengan dua faktor, yaitu NAA dan TDZ.
NAA terdiri atas empat taraf yakni, 0 mg/L (N0); 0,5 mg/L (N1), 1 mg/L (N2) dan 1,5 mg/L (N3).
TDZ juga terdiri atas empat taraf yakni 0 mg/L (T0); 1 mg/L (T1); 2 mg/L (T2) dan 3 mg/L (T3).
Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NAA dan TDZ berpengaruh terhadap induksi kalus N.
mirabilis.
Tidak terdapat interaksi antara NAA dan TDZ dalam menginduksi kalus.
Konsentasi TDZ 1 mg/L (T1) memacu  induksi kalus khususnya persentase pembentukan kalus dan diameter kalus.
Sementara itu, NAA 1 mg/L (N2) memacu  persentase pembentukan kalus N.
mirabilis.

Back to Top