Javascript must be enabled to continue!
MOTIVASI KADER DAN KELENGKAPAN PENGISIAN KARTU MENUJU SEHAT BALITA DI KABUPATEN KUDUS
View through CrossRef
AbstrakBadan kesehatan dunia (WHO, 2011) memperkirakan bahwa 54% kematian anak disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk. Di Indonesia, saat ini tercatat 4,5% dari 22 juta balita atau 900 ribu balita di Indonesia mengalami gizi kurang atau gizi buruk dan mengakibatkan lebih dari 80% kematian anak (Kemenkes,2012). Status gizi balita di Jawa Tengah tahun 2012 menunjukkan status gizi kurang sebesar 4,88% dan gizi buruk sebesar 0,06% (Dinkes Provinsi Jawa Tengah, 2012). Kabupaten Kudus tahun 2013 terdapat 3,74% balita menderita gizi kurang dan 0,76% gizi buruk. Penggunaan Kartu Menuju Sehat(KMS) untuk memantau pertumbuhan balita sangat efektif dan bermanfaat untuk mendeteksi adanya gangguan pertumbuhan seperti gizi kurang ataupun gizi buruk. Pengisian KMS dilakukan oleh kader kesehatan. Hasil survei pendahuluan dengan wawancara yang mendalam kepada 10 kader posyandu pada bulan Desember 2016 di Kabupaten Kudus, diperoleh 4 kader (40%) lengkap dalam pengisian KMS dan 6 kader (60%) tidak lengkap dalam pengisian KMS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kader terhadap kelengkapan pengisian Kartu Menuju Sehat di Kabupaten Kudus. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Tempat penelitian ini di Posyandu Kabupaten Kudus pada bulan Januari 2017. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 39 kader yang bertugas mengisi KMS. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling.Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan uji univariat dan bivariat dengan menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh motivasi kader dengan kelengkapan pengisian Kartu Menuju Sehat. Hendaknya kader kesehatan lebih diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan tentang posyandu dan pengisian KMS. Selain itu, insentif yang diberikan kepada kader lebih ditingkatkan lagi. Kata kunci : Motivasi, Kader,Kartu Menuju Sehat AbstractThe World Health Organization (WHO, 2011) estimates that 54% of child deaths are caused by poor nutritional status. In Indonesia, there are 4.5% from 22 million children less than 5 years or 900 thousand children less than 5 years in Indonesia suffered malnutrition or poor nutrition, and there are resulted more than 80% from childhood deaths (MoH, 2012). Nutritional status of children in Central Java in 2012 showed that malnutrition status is 4.88% and malnutrition is 0.06% (Central Java Provincial Health Office, 2012). Kudus Regency in 2013 has 3.74% toodler under five suffer from malnutrition and 0.76% severe malnutrition. The use of Kartu Menuju Sehat (KMS) to monitor the growth of children is very effective and useful for detecting the presence of growth disorders such as malnutrition or poor nutrition. Charging KMS is done by health workers/ health cadre. The results of preliminary survey with in-depth interviews to 10 cadres Posyandu in December 2016 in Kudus,is there are four cadres (40%) complete in charging KMS and 6 (60%) did not complete in charging KMS. The purpose of this study was to determine the effect of the motivation of cadres in completeing Kartu Menuju Sehat in Kudus. The study was observational analytic with cross sectional design. This study place at Kudus District in January 2017. The population in this study is the total 39 cadres and their duty to fill KMS. The sampling technique is accidental sampling. Furthermore, the data obtained were analyzed by univariate and bivariate using SPSS version 20. The results of this study are there is no motivational effect cadre completeness Kartu Menuju Sehat. Health workers should be given the opportunity to attend training on posyandu and charging KMS. In addition, the incentives for the cadres can be added and developed. Key words: Motivation, cadres, KMS
Title: MOTIVASI KADER DAN KELENGKAPAN PENGISIAN KARTU MENUJU SEHAT BALITA DI KABUPATEN KUDUS
Description:
AbstrakBadan kesehatan dunia (WHO, 2011) memperkirakan bahwa 54% kematian anak disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk.
Di Indonesia, saat ini tercatat 4,5% dari 22 juta balita atau 900 ribu balita di Indonesia mengalami gizi kurang atau gizi buruk dan mengakibatkan lebih dari 80% kematian anak (Kemenkes,2012).
Status gizi balita di Jawa Tengah tahun 2012 menunjukkan status gizi kurang sebesar 4,88% dan gizi buruk sebesar 0,06% (Dinkes Provinsi Jawa Tengah, 2012).
Kabupaten Kudus tahun 2013 terdapat 3,74% balita menderita gizi kurang dan 0,76% gizi buruk.
Penggunaan Kartu Menuju Sehat(KMS) untuk memantau pertumbuhan balita sangat efektif dan bermanfaat untuk mendeteksi adanya gangguan pertumbuhan seperti gizi kurang ataupun gizi buruk.
Pengisian KMS dilakukan oleh kader kesehatan.
Hasil survei pendahuluan dengan wawancara yang mendalam kepada 10 kader posyandu pada bulan Desember 2016 di Kabupaten Kudus, diperoleh 4 kader (40%) lengkap dalam pengisian KMS dan 6 kader (60%) tidak lengkap dalam pengisian KMS.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kader terhadap kelengkapan pengisian Kartu Menuju Sehat di Kabupaten Kudus.
Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional.
Tempat penelitian ini di Posyandu Kabupaten Kudus pada bulan Januari 2017.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 39 kader yang bertugas mengisi KMS.
Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling.
Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan uji univariat dan bivariat dengan menggunakan SPSS versi 20.
Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh motivasi kader dengan kelengkapan pengisian Kartu Menuju Sehat.
Hendaknya kader kesehatan lebih diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan tentang posyandu dan pengisian KMS.
Selain itu, insentif yang diberikan kepada kader lebih ditingkatkan lagi.
Kata kunci : Motivasi, Kader,Kartu Menuju Sehat AbstractThe World Health Organization (WHO, 2011) estimates that 54% of child deaths are caused by poor nutritional status.
In Indonesia, there are 4.
5% from 22 million children less than 5 years or 900 thousand children less than 5 years in Indonesia suffered malnutrition or poor nutrition, and there are resulted more than 80% from childhood deaths (MoH, 2012).
Nutritional status of children in Central Java in 2012 showed that malnutrition status is 4.
88% and malnutrition is 0.
06% (Central Java Provincial Health Office, 2012).
Kudus Regency in 2013 has 3.
74% toodler under five suffer from malnutrition and 0.
76% severe malnutrition.
The use of Kartu Menuju Sehat (KMS) to monitor the growth of children is very effective and useful for detecting the presence of growth disorders such as malnutrition or poor nutrition.
Charging KMS is done by health workers/ health cadre.
The results of preliminary survey with in-depth interviews to 10 cadres Posyandu in December 2016 in Kudus,is there are four cadres (40%) complete in charging KMS and 6 (60%) did not complete in charging KMS.
The purpose of this study was to determine the effect of the motivation of cadres in completeing Kartu Menuju Sehat in Kudus.
The study was observational analytic with cross sectional design.
This study place at Kudus District in January 2017.
The population in this study is the total 39 cadres and their duty to fill KMS.
The sampling technique is accidental sampling.
Furthermore, the data obtained were analyzed by univariate and bivariate using SPSS version 20.
The results of this study are there is no motivational effect cadre completeness Kartu Menuju Sehat.
Health workers should be given the opportunity to attend training on posyandu and charging KMS.
In addition, the incentives for the cadres can be added and developed.
Key words: Motivation, cadres, KMS.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
Persepsi sekolah kader memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kepuasan kader kesehatan. Pelatihan dan pemeliharaan kader kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan ...
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya...
KINERJA KADER KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN POSYANDU DI KABUPATEN KUDUS
KINERJA KADER KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN POSYANDU DI KABUPATEN KUDUS
Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelaksanaan Posyandu di masyarakat. Kader kesehatan mempunyai tugas untuk mengelola pelaksanaan Posyandu, mulai dari persiapan, pelaksanaan d...
OPTIMALISASI PERAN KADER BALITA DALAM PENATALAKSANAAN STUNTING
OPTIMALISASI PERAN KADER BALITA DALAM PENATALAKSANAAN STUNTING
Abstrak
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita dengan tanda tinggi badannya berada di bawah standar. Stunting mempunyai dampak yang buruk pada anak jika tidak segera...
Pelatihan pengisian KMS pada kader posyandu balita sebagai upaya optimalisasi pemantauan tumbuh kembang balita
Pelatihan pengisian KMS pada kader posyandu balita sebagai upaya optimalisasi pemantauan tumbuh kembang balita
Anak masuk dalam kelompok rentan dan menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia. Upaya kesehatan anak salah satunya dengan pemantauan pertumbuhan dan perkemban...
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
Abstrak : Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian TB pada anak usia 1-59 ...

