Javascript must be enabled to continue!
Misi Umat sebagai Consuetudo: Telaah Kanon 23-28 dalam Tradisi Vinsensian
View through CrossRef
Paper ini membahas misi umat dalam tradisi Kongregasi Misi sebagai bentuk consuetudo dalam terang kanon 23-28 Kitab Hukum Kanonik. Kajian ini berangkat dari pemahaman bahwa kebiasaan memiliki tempat penting dalam kehidupan Gereja, bukan hanya sebagai praktik yang dilakukan secara berulang, tetapi juga sebagai unsur yang dapat memperoleh kekuatan hukum. Dalam konteks tersebut, misi umat dipahami sebagai praktik pastoral yang lahir dari pengalaman konkret Gereja dan berkembang menjadi identitas khas Kongregasi Misi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan yuridis-kanonik dan historis-pastoral. Analisis yuridis dilakukan terhadap kanon 23–28 yang membahas kebiasaan sebagai sumber hukum dalam Gereja, sedangkan pendekatan historis digunakan untuk menelusuri perkembangan misi umat sejak karya pastoral Santo Vinsensius a Paulo pada abad ke-17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa misi umat memenuhi unsur-unsur consuetudo, yakni dijalankan terus-menerus, diterima oleh komunitas Gereja, dan memperoleh pengakuan dalam kehidupan Kongregasi Misi. Praktik pastoral ini akhirnya berkembang menjadi norma hidup dan identitas institusional kongregasi. Kajian ini menunjukkan bahwa hukum Gereja memiliki hubungan yang erat dengan praksis pastoral dan tradisi hidup umat beriman. Misi umat menjadi contoh nyata bahwa suatu kebiasaan pastoral dapat berkembang menjadi warisan rohani sekaligus memiliki nilai yuridis dalam kehidupan Gereja. Dengan demikian, tradisi Vinsensian memperlihatkan dinamika hubungan antara hukum, spiritualitas, dan pelayanan pastoral dalam Gereja Katolik.
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana
Title: Misi Umat sebagai Consuetudo: Telaah Kanon 23-28 dalam Tradisi Vinsensian
Description:
Paper ini membahas misi umat dalam tradisi Kongregasi Misi sebagai bentuk consuetudo dalam terang kanon 23-28 Kitab Hukum Kanonik.
Kajian ini berangkat dari pemahaman bahwa kebiasaan memiliki tempat penting dalam kehidupan Gereja, bukan hanya sebagai praktik yang dilakukan secara berulang, tetapi juga sebagai unsur yang dapat memperoleh kekuatan hukum.
Dalam konteks tersebut, misi umat dipahami sebagai praktik pastoral yang lahir dari pengalaman konkret Gereja dan berkembang menjadi identitas khas Kongregasi Misi.
Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan yuridis-kanonik dan historis-pastoral.
Analisis yuridis dilakukan terhadap kanon 23–28 yang membahas kebiasaan sebagai sumber hukum dalam Gereja, sedangkan pendekatan historis digunakan untuk menelusuri perkembangan misi umat sejak karya pastoral Santo Vinsensius a Paulo pada abad ke-17.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa misi umat memenuhi unsur-unsur consuetudo, yakni dijalankan terus-menerus, diterima oleh komunitas Gereja, dan memperoleh pengakuan dalam kehidupan Kongregasi Misi.
Praktik pastoral ini akhirnya berkembang menjadi norma hidup dan identitas institusional kongregasi.
Kajian ini menunjukkan bahwa hukum Gereja memiliki hubungan yang erat dengan praksis pastoral dan tradisi hidup umat beriman.
Misi umat menjadi contoh nyata bahwa suatu kebiasaan pastoral dapat berkembang menjadi warisan rohani sekaligus memiliki nilai yuridis dalam kehidupan Gereja.
Dengan demikian, tradisi Vinsensian memperlihatkan dinamika hubungan antara hukum, spiritualitas, dan pelayanan pastoral dalam Gereja Katolik.
Related Results
Misi Meratus dan Kontribusinya Bagi Perkembangan Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus, Stasi Ka’ar Kalimantan Selatan
Misi Meratus dan Kontribusinya Bagi Perkembangan Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus, Stasi Ka’ar Kalimantan Selatan
Sebagai bentuk tindak lanjut penetapan tahun 2008 sebagai tahun Paulus, Keuskupan Banjarmasin memprioritaskan perutusannya dengan mengembangkan sebuah misi pemberdayaan masyarakat ...
OMAH KALANG OMAH TRADISI, DESA KALANG DESA TRADISI (Etnografi Tradisi Sub Etnis Jawa, Kalang)
OMAH KALANG OMAH TRADISI, DESA KALANG DESA TRADISI (Etnografi Tradisi Sub Etnis Jawa, Kalang)
Abstract: Dukuh Lumbu in the village is the village Lumansari (residential) sub ethnic Javanese which is known as the Kalang of Java, they were known as the Kalang people. Group Lo...
KELUARGA SEBAGAI PUSAT MISI MASA KINI
KELUARGA SEBAGAI PUSAT MISI MASA KINI
Kajian Alkitab selalu menempatkan misi sebagai denyut nadi pemberitaan danmandat yang terus dikerjakan oleh tokoh-tokoh Alkitab dari masa ke masa.Keluarga telah menempati peran sen...
Analisis Pengaruh Visi dan Misi Perusahaan terhadap Kinerja Karyawan Perusahaan Prosper (Prudential Financial Pangkalpinang)
Analisis Pengaruh Visi dan Misi Perusahaan terhadap Kinerja Karyawan Perusahaan Prosper (Prudential Financial Pangkalpinang)
Pemahaman terhadap visi dan misi perusahaan dapat mengarah pada perbaikan manajemen biaya dan pengurangan pemborosan dalam proses kerja. Program keamanan dan keselamatan berdasarka...
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM PROSESI TRADISI MAPPABOTTING DESA AMPARITA KECAMATAN TELLU LIMPOE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG SULAWESI SELATAN
MANAJEMEN KOMUNIKASI DALAM PROSESI TRADISI MAPPABOTTING DESA AMPARITA KECAMATAN TELLU LIMPOE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG SULAWESI SELATAN
Tradisi perkawinan adat bugis atau yang dikenal dengan tradisi Mappabotting khususnya masyarakat Hindu Bugis memiliki beberapa tahap atau proses komunikasi. Tentunya untuk ...
UPAYA MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN TRADISI PERANG TOPAT SEBAGAI SIMBOL PERSAUDARAAN UMAT ISLAM DAN HINDU DI DESA LINGSAR KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
UPAYA MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN TRADISI PERANG TOPAT SEBAGAI SIMBOL PERSAUDARAAN UMAT ISLAM DAN HINDU DI DESA LINGSAR KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah Pelaksanaan tradisi Perang Topat Di Desa Lingsar, (2) Apakah Makna Tradisi Perang Topat Di Desa Lingsar?, (3) Bagaimana U...
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
Penetapan Kanon Kitab Suci Perjanjian Lama dalam Gereja Katolik merupakan sebuah proses panjang dan kompleks yang bertujuan untuk menentukan kitab-kitab mana yang secara sah diakui...
Tradisi Ngambeng di Pura Samuantiga sebagai Sarana Untuk Membina Sraddha dan Bhakti Generasi Muda Desa Pakraman Bedulu Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar
Tradisi Ngambeng di Pura Samuantiga sebagai Sarana Untuk Membina Sraddha dan Bhakti Generasi Muda Desa Pakraman Bedulu Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar
Tradisi Ngambeng merupakan bentuk rasa Bhakti generasi muda Desa Pakraman Bedulu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tradisi Ngambeng ini dilakukan oleh para remaja dan anak-anak di ...

