Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kaji pemanfaataan energi matahari dengan teknik saluran belokan tajam

View through CrossRef
Pola aliran dalam  saluran  tersebut mempunyai suatu stuktur tiga dimensi  yang kompleks,  karena pemisahan aliran disebabkan oleh perubahan arah yang mendadak/tiba-tiba dari aliran di dalam belokan tajam lebih-lebih untuk  aliran   sekunder yang disebabkan oleh  gaya sentrifugal. Oleh karena  itu, laju perpindahan panas  konveksi lokal untuk penukaan daerah yang kecil diharapkan tingkat  perubaban secara nyala. Ukuran dari kolektor   adalah 250  cm x 80 cm.  Pada setiap  sisi dari kotak  absober  dilapisi  dengan  isolator  termal  berupa  karet  bewama  hitam   dengan  tebal  10 mm. Sebagai penyerap radiasi surya pada pengujian ini digunakan pasir besi dengan tebal 6 cm. Posisi kotak pemanas udara dibuat miring 150. Jumlah hambatan sebanyak sembilan buah. Pengukuran temperatur dilakukan dengan saluran  tanpa belokan,  saluran   multi belokan tajam 90°.   Pengujian   dilakukan    di   alam  terbuka  dengan  menggunakan   energi   surya  sebagai  energi pemanas dan pengukuran ternperatur dilakukan sebanyak  5  titk untuk saluran   tanpa hambatan dan  sebanyak 29 titik pada laluan aliran dengan hambatan. Pengujian dilakukan  dari jam 11.00 sampai  dengan   15.00   WIB.  Hasil   penelitian   menunjukan,   distribusi  temperatur   absorber  untuk ketiga   tipe  solar  kolektor   cenderung  sama,  distribusi    temperatur  tertinggi  dapat  dicapai    oleh kolektor    dengan  belokan   tajam  sudut  hambatan  90° yaitu  temperatur   maksimum   81    C pada waktu pukul 12.30-     13.30.Kata kunci  :   Kolektor  surya, saluran multi belokan,  hambatan,  absober
Politeknik Negeri Lhokseumawe
Title: Kaji pemanfaataan energi matahari dengan teknik saluran belokan tajam
Description:
Pola aliran dalam  saluran  tersebut mempunyai suatu stuktur tiga dimensi  yang kompleks,  karena pemisahan aliran disebabkan oleh perubahan arah yang mendadak/tiba-tiba dari aliran di dalam belokan tajam lebih-lebih untuk  aliran   sekunder yang disebabkan oleh  gaya sentrifugal.
Oleh karena  itu, laju perpindahan panas  konveksi lokal untuk penukaan daerah yang kecil diharapkan tingkat  perubaban secara nyala.
Ukuran dari kolektor   adalah 250  cm x 80 cm.
  Pada setiap  sisi dari kotak  absober  dilapisi  dengan  isolator  termal  berupa  karet  bewama  hitam   dengan  tebal  10 mm.
Sebagai penyerap radiasi surya pada pengujian ini digunakan pasir besi dengan tebal 6 cm.
Posisi kotak pemanas udara dibuat miring 150.
Jumlah hambatan sebanyak sembilan buah.
Pengukuran temperatur dilakukan dengan saluran  tanpa belokan,  saluran   multi belokan tajam 90°.
   Pengujian   dilakukan    di   alam  terbuka  dengan  menggunakan   energi   surya  sebagai  energi pemanas dan pengukuran ternperatur dilakukan sebanyak  5  titk untuk saluran   tanpa hambatan dan  sebanyak 29 titik pada laluan aliran dengan hambatan.
Pengujian dilakukan  dari jam 11.
00 sampai  dengan   15.
00   WIB.
  Hasil   penelitian   menunjukan,   distribusi  temperatur   absorber  untuk ketiga   tipe  solar  kolektor   cenderung  sama,  distribusi    temperatur  tertinggi  dapat  dicapai    oleh kolektor    dengan  belokan   tajam  sudut  hambatan  90° yaitu  temperatur   maksimum   81    C pada waktu pukul 12.
30-     13.
30.
Kata kunci  :   Kolektor  surya, saluran multi belokan,  hambatan,  absober.

Related Results

KARAKTERISTIK ALIRAN PADA BELOKAN SALURAN TERBUKA
KARAKTERISTIK ALIRAN PADA BELOKAN SALURAN TERBUKA
Studi tentang Saluran berbelok cukup penting, karena saluran berbelok mempunyai karakteristik yang unik dengan tingkat rawan yang cukup tinggi terhadap daya rusak air bila dibandin...
Kajian pola aliran penyerap panas dengan teknik sudut hambatan 1050
Kajian pola aliran penyerap panas dengan teknik sudut hambatan 1050
Pola aliran dalam saluran tersebut mempunyai suatu stuktur tiga dimensi yang kompleks, karena pemisahan aliran disebabkan oleh perubahan arah yang mendadakitiba-tiba dari aliran di...
PEMANFAATAN ENERGI SURYA
PEMANFAATAN ENERGI SURYA
Energi pada saat ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Selama ini penyangga utama kebutuhan energi masih mengandalkan minyak bumi .Sementara itu tidak ...
PEMANFAATAN ENERGI SURYA
PEMANFAATAN ENERGI SURYA
Energi pada saat ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Selama ini penyangga utama kebutuhan energi masih mengandalkan minyak bumi .Sementara itu tidak ...
ANALISIS PEMASARAN BUAH NAGA DI DESA SUNGAI KURUK 3 KECAMATAN SUERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG
ANALISIS PEMASARAN BUAH NAGA DI DESA SUNGAI KURUK 3 KECAMATAN SUERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG
Tujuan penelitian untuk mengetahui pola saluran, margin, biaya, farmer’s share dan efisiensi pemasaran buah naga di Desa Sungai Kuruk 3 Kecamatan Seuruway Kabupaten Aceh Tamiang. P...
Tindak Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Penyalahgunaan Senjata Tajam
Tindak Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Penyalahgunaan Senjata Tajam
Kepemilikan dan peredaran senjata tajam di Indonesia masih sangat minim pengaturan. penelitan ini bertujuan mengetahui terkait pengaturan kepemilikan dan peredaran senjata tajam it...
DESAIN SOLAR TRACKER PADA SOLAR CELL BERBASIS ARDUINO
DESAIN SOLAR TRACKER PADA SOLAR CELL BERBASIS ARDUINO
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mengakibatkan kebutuhan energi listrik terus bertambah. Pemanfaatan energi matahari merupakan salah satu cara alterna...
ANALISIS HEAD LOSSES AKIBAT BELOKAN PIPA 90° (SAMBUNGAN VERTIKAL) DENGAN PEMASANGAN TUBE BUNDLE
ANALISIS HEAD LOSSES AKIBAT BELOKAN PIPA 90° (SAMBUNGAN VERTIKAL) DENGAN PEMASANGAN TUBE BUNDLE
Sistem perpipaan digunakan untuk memenuhi keperluan pertanian berupa irigasi tetes maupun irigasi sprinkler. Head losses pada sistem perpipaan akibat belokan serta gesekan fluida d...

Back to Top