Javascript must be enabled to continue!
BIMBINGAN TEKNIS PENGGUNAAN BIOFUNGISIDA PADA PEMBIBITAN PALA DI KELOMPOK WANITA TANI SARI WANA PALA
View through CrossRef
Tanaman pala termasuk salah satu dari tanaman perkebunan penting di Indonesia, karena buah dari tanaman ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri namun juga berpotensi menjadi komoditas ekspor. Hingga saat ini, Indonesia merupakan produsen pala terbesar di dunia (70-75%). Provinsi Lampung telah mengembangkan budidaya pala, dan perkembangan luas lahan pala cenderung meningkat rata-rata sebesar 34,89% per tahun. Untuk pemenuhan bibit tanaman pala, Kabupaten Pesawaran mulai dibangun menjadi sentra pembibitan pala. Hal tersebut karena wilayah Kabupaten Pesawaran khususnya di Desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan memenuhi syarat tumbuh untuk tanaman pala. Selama proses pengembangan pembibitan tersebut, salah satu kendala dalam yang dihadapi adalah penyebaran penyakit hawar daun dan bercak daun. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit penting karena dapat menimbulkan kerugian hingga 50%. Pengendalian yang biasa dilakukan petani adalah pengendalian secara kimia dengan fungisida. Penggunaan fungisida kimia yang berlebihan dapat menimbulkan kerugian yaitu kematian organisme non-target, mengurangi keanekaragaman hayati, merusak ekosistem, dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, petani menginginkan solusi yang berkelanjutan dalam penanganan pembibitan tanaman pala khususnya untuk pengelolaan penyakit tanaman pala. Berdasarkan hal tersebut maka tim pengabdian Polinela melakukan fokus dalam pengelolaan penyakit yang ramah lingkungan dengan menerapkan tindakan preventif dan pengendalian melalui penggunaan biofungisida berbasis agen hayati Trichoderma. Hal ini tentu perlu dilakukan pendampingan dalam penerapan inovasi atau teknologi tersebut. Tim Pengusul kegiatan telah merancang metode kegiatan yang akan diterapkan dengan cara penyuluhan, demonstrasi, pelatihan, konsultasi, dan bimbingan, serta evaluasi. Penyuluhan yang dilakukan dengan menjabarkan dan memberi wawasan tentang manfaat serta pentingnya penggunaan biofungisisda berbasis agen hayati Trichoderma dalam pengendalian penyakit pada pembibitan tanaman pala
Politeknik Negeri Lampung
Title: BIMBINGAN TEKNIS PENGGUNAAN BIOFUNGISIDA PADA PEMBIBITAN PALA DI KELOMPOK WANITA TANI SARI WANA PALA
Description:
Tanaman pala termasuk salah satu dari tanaman perkebunan penting di Indonesia, karena buah dari tanaman ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri namun juga berpotensi menjadi komoditas ekspor.
Hingga saat ini, Indonesia merupakan produsen pala terbesar di dunia (70-75%).
Provinsi Lampung telah mengembangkan budidaya pala, dan perkembangan luas lahan pala cenderung meningkat rata-rata sebesar 34,89% per tahun.
Untuk pemenuhan bibit tanaman pala, Kabupaten Pesawaran mulai dibangun menjadi sentra pembibitan pala.
Hal tersebut karena wilayah Kabupaten Pesawaran khususnya di Desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan memenuhi syarat tumbuh untuk tanaman pala.
Selama proses pengembangan pembibitan tersebut, salah satu kendala dalam yang dihadapi adalah penyebaran penyakit hawar daun dan bercak daun.
Penyakit ini merupakan salah satu penyakit penting karena dapat menimbulkan kerugian hingga 50%.
Pengendalian yang biasa dilakukan petani adalah pengendalian secara kimia dengan fungisida.
Penggunaan fungisida kimia yang berlebihan dapat menimbulkan kerugian yaitu kematian organisme non-target, mengurangi keanekaragaman hayati, merusak ekosistem, dan menyebabkan pencemaran lingkungan.
Oleh karena itu, petani menginginkan solusi yang berkelanjutan dalam penanganan pembibitan tanaman pala khususnya untuk pengelolaan penyakit tanaman pala.
Berdasarkan hal tersebut maka tim pengabdian Polinela melakukan fokus dalam pengelolaan penyakit yang ramah lingkungan dengan menerapkan tindakan preventif dan pengendalian melalui penggunaan biofungisida berbasis agen hayati Trichoderma.
Hal ini tentu perlu dilakukan pendampingan dalam penerapan inovasi atau teknologi tersebut.
Tim Pengusul kegiatan telah merancang metode kegiatan yang akan diterapkan dengan cara penyuluhan, demonstrasi, pelatihan, konsultasi, dan bimbingan, serta evaluasi.
Penyuluhan yang dilakukan dengan menjabarkan dan memberi wawasan tentang manfaat serta pentingnya penggunaan biofungisisda berbasis agen hayati Trichoderma dalam pengendalian penyakit pada pembibitan tanaman pala
.
Related Results
Analisis Pendapatan Kelompok Tani Hutan Wana Mitra Lestari Terhadap Kemitraan Kehutanan di Desa Napal Putih
Analisis Pendapatan Kelompok Tani Hutan Wana Mitra Lestari Terhadap Kemitraan Kehutanan di Desa Napal Putih
ABSTRACT
The Wana Mitra Lestari Forest Farmer Group is one of the forest farmer groups located in Napal Putih Village, Serai Serumpun District. The forest work area managed by KTH...
Studi Komparasi Tentang Motivasi dan Pendapatan Anggota Kelompok Tani Ngudi Tani dan Tani Maju di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara
Studi Komparasi Tentang Motivasi dan Pendapatan Anggota Kelompok Tani Ngudi Tani dan Tani Maju di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara
<p>Kelompok tani adalah kelembagaan pertanian yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan, sumberdaya, dan keakraban untuk meningkatkan dan men...
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat partisipasi pada Kelompok Tani Mekar Bakti 3 sebagai anggota, sebagai pengelola, sebagai manajer (2) Pendapatan pada Kelompok...
Pengaruh Motivasi Anggota Terhadap Kinerja Kelompok Wanita Tani Di Kabupaten Sukoharjo
Pengaruh Motivasi Anggota Terhadap Kinerja Kelompok Wanita Tani Di Kabupaten Sukoharjo
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh motivasi anggota kelompok wanita tani terhadap kinerja kelompok wanita tani di Kabupaten Sukoharjo. Metode dasar p...
PERANAN KETUA KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT
PERANAN KETUA KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT
Pembinaan kelompok tani oleh para petugas penyuluh telah banyak dilakukan namun tidak semuanya merata secara optimal, kebanyakan petani masih belum merasa manfaat yang dia dapatkan...
TOKSISITAS BIOFUNGISIDA YANG MENGANDUNG Trichoderma sp. TERHADAP TESTIS DAN PROSES SPERMATOGENESIS MENCIT (Mus musculus)
TOKSISITAS BIOFUNGISIDA YANG MENGANDUNG Trichoderma sp. TERHADAP TESTIS DAN PROSES SPERMATOGENESIS MENCIT (Mus musculus)
Penggunaan pestisida kimiawi dikalangan pertanian dapat menimbulkan berbagai macam masalah pada bidang kesehatan oleh karena itu para ahli telah menemukan bahan alternatif berupa ...
Kriteria Seleksi Bibit Pala melalui Model Pemuliaan Partisipatif di Perkebunan Pala
Kriteria Seleksi Bibit Pala melalui Model Pemuliaan Partisipatif di Perkebunan Pala
Proses pengelolaan pembibitan pala yang kurang baik pada Perkebunan Pala Desa Banjaran menyebabkan kualitas bibit pala rendah dan berakibat pada penurunan harga jual dari bibit ter...
AKTIVITAS PARTISIPATIF PEREMPUAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DESA
AKTIVITAS PARTISIPATIF PEREMPUAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DESA
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai aktivitas partisipatif Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur dalam mendorong kemandirian masyarakat di Desa Beratwetan Ke...

