Javascript must be enabled to continue!
Perbandingan Maserasi Daun Pala, Daging Pala dan Biji Pala sebagai Agen Antibakteri Terhadap bakteri Staphylococcus aureus
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak maserasi daun, daging, dan biji pala (Myristica fragrans) terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan metode difusi sumuran. Sampel berupa daun, daging, dan biji pala diekstraksi menggunakan metode maserasi, kemudian diuji aktivitas antibakterinya pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Suspensi bakteri disesuaikan dengan standar McFarland 0,5 dan diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Aktivitas antibakteri ditentukan berdasarkan diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pala memiliki aktivitas antibakteri dengan rata-rata zona hambat sebesar 14 mm yang termasuk kategori kuat, sedangkan ekstrak daging dan biji pala tidak menunjukkan aktivitas antibakteri (0 mm). Hal ini diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, terpenoid, dan alkaloid pada daun pala. Dengan demikian, daun pala berpotensi sebagai agen antibakteri alami terhadap Staphylococcus aureus
LPPM Universitas Abdurrab
Title: Perbandingan Maserasi Daun Pala, Daging Pala dan Biji Pala sebagai Agen Antibakteri Terhadap bakteri Staphylococcus aureus
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak maserasi daun, daging, dan biji pala (Myristica fragrans) terhadap Staphylococcus aureus.
Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan metode difusi sumuran.
Sampel berupa daun, daging, dan biji pala diekstraksi menggunakan metode maserasi, kemudian diuji aktivitas antibakterinya pada media Mueller Hinton Agar (MHA).
Suspensi bakteri disesuaikan dengan standar McFarland 0,5 dan diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam.
Aktivitas antibakteri ditentukan berdasarkan diameter zona hambat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pala memiliki aktivitas antibakteri dengan rata-rata zona hambat sebesar 14 mm yang termasuk kategori kuat, sedangkan ekstrak daging dan biji pala tidak menunjukkan aktivitas antibakteri (0 mm).
Hal ini diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, terpenoid, dan alkaloid pada daun pala.
Dengan demikian, daun pala berpotensi sebagai agen antibakteri alami terhadap Staphylococcus aureus.
Related Results
Efektivitas Sintesis Cao Nanopartikel dengan Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Antibakteri
Efektivitas Sintesis Cao Nanopartikel dengan Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Antibakteri
ABSTRACT Skin infections are a common health problem caused by pathogenic bacteria. Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis are two common causes. Staphylococcus aureu...
Efektivitas Ekstrak Daun Gelinggang (Cassia alata L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Gram Positif Staphylococcus aureus
Efektivitas Ekstrak Daun Gelinggang (Cassia alata L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Gram Positif Staphylococcus aureus
Daun gelinggang (Cassia alata L.) sering digunakan masyarakat sebagai obat tradisional untuk penyembuhan penyakit kulit dan luka infeksi dengan adanya senyawa fitokimia yang terkan...
Studi Literatur Pemanfaatan Jarak Cina (Jatropha multifida L.) sebagai Antibakteri
Studi Literatur Pemanfaatan Jarak Cina (Jatropha multifida L.) sebagai Antibakteri
Abstract. The plants used were leaves and sap of Jatropha (Jatropha multifida L.). Jatropha contains flavonoids, alkaloids, tannins, saponins and phenolic acids, the compound conte...
Potensi Ekstrak Daun Tin (Ficus carica L.) Sebagai Antibakteri
Potensi Ekstrak Daun Tin (Ficus carica L.) Sebagai Antibakteri
Abstract:
The most common infection in humans is a bacterial infection that can potentially cause severe disease, septic shock, and multiorgan dysfunction. Disease-causing ba...
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
Kopi merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat umumnya. Kopi merupakan tanaman yang memiliki kandungan kafein dengan salah satu manfaatnya untuk mening...
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRAM POSITIF KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb.) DAN DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.)
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRAM POSITIF KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb.) DAN DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.)
Daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) dan daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan unt...
PEMBUATAN MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI MENGGUNAKAN TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk) UNTUK PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus
PEMBUATAN MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI MENGGUNAKAN TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk) UNTUK PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus
Protein dan karbohidrat merupakan komponen penting dalam media pertumbuhan bakteri. Tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) memiliki kandungan protein dan karbohidrat ya...
Kajian Pustaka Potensi Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth.) terhadap Bakteri Patogen pada Kulit
Kajian Pustaka Potensi Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth.) terhadap Bakteri Patogen pada Kulit
Abstract. Skin infection becomes one of the most common skin problems in Indonesia. It is usually caused by bacterial infections, fungi, and viruses Antibacterial is a compound use...

