Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Implikasi Pengaturan Pengeras Suara (Toa) Terhadap Hukum Masyarakat Yang Berbasis Agama

View through CrossRef
Pengaturan tentang pengguunaan pengeras suara menjadi polemik di masyarakat, utamanya masyarakat Indonesia yang beragama Islam, menjadikan pengeras suara sebagai salah satu hal yang wajib ada dalam setiap agenda peribadatan seperti adzan, sholawat, doa, dzikir dana lain sebagainya. Yang mana nilai-nilai keberagamaan tersebut sudah menjadi sesuatu yang lumrah dan bisa diterima oleh masyarakat secara komunal. Meskipun tidak secara implisit negara mengakomodir nilai-nilai Islam dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Dengan mayoritas muslim terbesar sudah menjadi sebuah keharusan bahwa hukum positif banyak dihiasi oleh nilai-nilai Islam. nilai tersebut telah termanifestasi dalam bentuk norma dan kebiasan dalam masyarakat. Sesuai dengan teori hierarki maka hukum positif yang sifatnya praktik harus berangkat dari norma-norma yang ada dalam masyarakat, termasuk orma yang bernuansa spiritual kegamaan. Problematikan diatas kemudian dianalisa dengan mengunakan jenis penelitian hukum normatif, yaitu penelitain yang berbasis pada kajian Pustaka, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam hal ini adalah Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05/2022 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushola. Dengan menggunakan pendekatan statue approach (pendekatan perundang-undangan), dan conceptual approach (pendekata konsep). Dari penelitain ini dihasilakn sebuah kesimpulan bahwa pengaturan menganai pengeras suara selain di dasarkan pada syariat Islam (al-Quran dan Sunnah), harus memperhatikan juga norma-norma yang hidup dalam masyarakat (living law) yang juga dipengaruhi oleh berbagai aspek ekonomi, politik, kultur dan agama.
Title: Implikasi Pengaturan Pengeras Suara (Toa) Terhadap Hukum Masyarakat Yang Berbasis Agama
Description:
Pengaturan tentang pengguunaan pengeras suara menjadi polemik di masyarakat, utamanya masyarakat Indonesia yang beragama Islam, menjadikan pengeras suara sebagai salah satu hal yang wajib ada dalam setiap agenda peribadatan seperti adzan, sholawat, doa, dzikir dana lain sebagainya.
Yang mana nilai-nilai keberagamaan tersebut sudah menjadi sesuatu yang lumrah dan bisa diterima oleh masyarakat secara komunal.
Meskipun tidak secara implisit negara mengakomodir nilai-nilai Islam dalam pembentukan peraturan perundang-undangan.
Dengan mayoritas muslim terbesar sudah menjadi sebuah keharusan bahwa hukum positif banyak dihiasi oleh nilai-nilai Islam.
nilai tersebut telah termanifestasi dalam bentuk norma dan kebiasan dalam masyarakat.
Sesuai dengan teori hierarki maka hukum positif yang sifatnya praktik harus berangkat dari norma-norma yang ada dalam masyarakat, termasuk orma yang bernuansa spiritual kegamaan.
Problematikan diatas kemudian dianalisa dengan mengunakan jenis penelitian hukum normatif, yaitu penelitain yang berbasis pada kajian Pustaka, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam hal ini adalah Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05/2022 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushola.
Dengan menggunakan pendekatan statue approach (pendekatan perundang-undangan), dan conceptual approach (pendekata konsep).
Dari penelitain ini dihasilakn sebuah kesimpulan bahwa pengaturan menganai pengeras suara selain di dasarkan pada syariat Islam (al-Quran dan Sunnah), harus memperhatikan juga norma-norma yang hidup dalam masyarakat (living law) yang juga dipengaruhi oleh berbagai aspek ekonomi, politik, kultur dan agama.

Related Results

Contributions to TOA-based location with wlan
Contributions to TOA-based location with wlan
Location techniques that satisfy the requirements of advanced Location-Based Services (LBS) in environments where GPS fails are needed, therefore accurate indoor positioning is bec...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
PERANANAN PENGGUNAAN PENGERAS SUARA (TOA) DALAM SYIAR DAKWAH ISLAMIYAH DI MASJID AL MUAWWANAH KELURAHAN MEDAN SUNGGAL
PERANANAN PENGGUNAAN PENGERAS SUARA (TOA) DALAM SYIAR DAKWAH ISLAMIYAH DI MASJID AL MUAWWANAH KELURAHAN MEDAN SUNGGAL
Realitas masyarakat urban dengan heterogenitas tinggi memunculkan probalititas polemik horizontal yang beragam, seperti topik mengenai terusiknya ruang privasi individu. Representa...
ONOMATOPE BAHASA DEVAYAN
ONOMATOPE BAHASA DEVAYAN
Onomatopoeia is the naming of objects or deeds by sound imitation. Imitation of sound does not only include animal, human, natural, or audible sounds, but also sounds that describe...
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami urgensi pengaturan AI dalam UU Hak Cipta di Indonesia serta potensi AI sebagai subjek hukum dalam sistem hukum di Indonesia...
Suture-Induced Tubo-Ovarian Abscess: A Case Report with Literature Review
Suture-Induced Tubo-Ovarian Abscess: A Case Report with Literature Review
Abstract Introduction Suture is an underreported cause for tubo-ovarian abscess (TOA) that can cause significant morbidity. This report describes a case of TOA arising from a silk ...
ANALISIS PSIKOLOGI REMAJA DALAM ANTOLOGI KARYA SASTRA SUARA-SUARA BANGKU SEKOLAH
ANALISIS PSIKOLOGI REMAJA DALAM ANTOLOGI KARYA SASTRA SUARA-SUARA BANGKU SEKOLAH
Antologi Suara-Suara Bangku Sekolah oleh sekolah Binaan SMAN 5 Cilegon  adalah antologi hasil literasi sekolah melalui kegiatan Kantor Bahasa Banten bekerja sama dengan SMA. Cerpen...

Back to Top