Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

REPRESENTASI NILAI-NILAI BUDAYA MASYARAKAT SUKU BANJAR DAN DAYAK PADA NOVEL JENDELA SERIBU SUNGAI KARYA MIRANDA SEFTIANA DAN AVESINA SOEBLI (The Representation of Cultural Values of Banjar Tribe and Dayak in the Novel Jendela Seribu Sungai By Miranda Seft

View through CrossRef
AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian antropologi sastra yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam berbagai nilai budaya masyarakat suku Banjar dan Dayak yang direpresentasikan dalam novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli. Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan antropologi sastra, suatu pendekatan interdisipliner yang secara khusus mengkaji berbagai aspek kebudayaan manusia yang tercermin melalui karya sastra. Selanjutnya, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Untuk menganalisis data, digunakan teknik analisis isi yang meliputi tahapan identifikasi data, klasifikasi data, dan interpretasi data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan lima nilai budaya masyarakat suku Banjar yang direpresentasikan dalam novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli. Pertama, percaya adanya kekuasaan Tuhan dan senantiasa terus berdoa kepada Tuhan. Kedua, manusia harus dapat menjaga dan menggunakan alam dengan sebaik-baiknya agar dapatbermanfaat dalam kehidupan. Ketiga, manusia tidak dapat hidup sendiri karena merupakan makhluk sosial. Keempat, musyawarah, saling membantu dan saling mengasihi antarsesama. Kelima, manusiabertanggung jawab terhadap kelangsungan hidupnya sendiri untuk membuat hidupnya menjadi lebih baik.Kata kunci: kebudayaan, nilai budaya, antropologi sastra  AbstractThis study aims to describe the cultural values of the people of Banjar and Dayak tribes are represented in the novel of Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli.The method used in this research is literary anthropology approach. It examines various aspects of human culture which is reflected through literary works. Furthermore, the research used qualitative descriptive method and content analysis technique are used to analyze the data, they are respectively, data identification, data classification, and data interpretation. The results found five cultural values of the people of Banjar tribe and Dayak that is representedin the novel of Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli. First, believe in the power of God and always continue to pray to God. Second, humans must be able to maintain and use nature as well as possible so that it can be useful in life. Third, humans cannot live alone because the people are social creatures. Fourth, deliberation, helping each other and sharing among each other. Fifth, humans are responsible for their own survival to make their lives better.Keywords: cultural, cultural value, literary anthropology
Title: REPRESENTASI NILAI-NILAI BUDAYA MASYARAKAT SUKU BANJAR DAN DAYAK PADA NOVEL JENDELA SERIBU SUNGAI KARYA MIRANDA SEFTIANA DAN AVESINA SOEBLI (The Representation of Cultural Values of Banjar Tribe and Dayak in the Novel Jendela Seribu Sungai By Miranda Seft
Description:
AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian antropologi sastra yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam berbagai nilai budaya masyarakat suku Banjar dan Dayak yang direpresentasikan dalam novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli.
Pendekatan yangdigunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan antropologi sastra, suatu pendekatan interdisipliner yang secara khusus mengkaji berbagai aspek kebudayaan manusia yang tercermin melalui karya sastra.
Selanjutnya, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.
Untuk menganalisis data, digunakan teknik analisis isi yang meliputi tahapan identifikasi data, klasifikasi data, dan interpretasi data.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan lima nilai budaya masyarakat suku Banjar yang direpresentasikan dalam novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli.
Pertama, percaya adanya kekuasaan Tuhan dan senantiasa terus berdoa kepada Tuhan.
Kedua, manusia harus dapat menjaga dan menggunakan alam dengan sebaik-baiknya agar dapatbermanfaat dalam kehidupan.
Ketiga, manusia tidak dapat hidup sendiri karena merupakan makhluk sosial.
Keempat, musyawarah, saling membantu dan saling mengasihi antarsesama.
Kelima, manusiabertanggung jawab terhadap kelangsungan hidupnya sendiri untuk membuat hidupnya menjadi lebih baik.
Kata kunci: kebudayaan, nilai budaya, antropologi sastra  AbstractThis study aims to describe the cultural values of the people of Banjar and Dayak tribes are represented in the novel of Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli.
The method used in this research is literary anthropology approach.
It examines various aspects of human culture which is reflected through literary works.
Furthermore, the research used qualitative descriptive method and content analysis technique are used to analyze the data, they are respectively, data identification, data classification, and data interpretation.
The results found five cultural values of the people of Banjar tribe and Dayak that is representedin the novel of Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli.
First, believe in the power of God and always continue to pray to God.
Second, humans must be able to maintain and use nature as well as possible so that it can be useful in life.
Third, humans cannot live alone because the people are social creatures.
Fourth, deliberation, helping each other and sharing among each other.
Fifth, humans are responsible for their own survival to make their lives better.
Keywords: cultural, cultural value, literary anthropology.

Related Results

NILAI BUDAYA PALI DAYAK NGAJU (CULTURAL VALUE AS REPRESENTED IN THE PALI OF DAYAK NGAJU)
NILAI BUDAYA PALI DAYAK NGAJU (CULTURAL VALUE AS REPRESENTED IN THE PALI OF DAYAK NGAJU)
Abstract Cultural Values as Represented in the Pali of Dayak Ngaju Community. This research aims to (1) describe the cultural values as represented in the pemali belonging to the D...
Adaptasi Budaya Suku Jawa Dengan Suku Banjar di Kabupaten Asahan
Adaptasi Budaya Suku Jawa Dengan Suku Banjar di Kabupaten Asahan
Abstrak: Penelitian ini membahas proses komunikasi antarbudaya antara suku Jawa dan suku Banjar dalam adapatasi budaya di Desa Banjar, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan. Fokus ...
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
Rumah Radakng dan Penanaman Nilai Toleransi di Masyarakat Adat Dayak
Rumah Radakng dan Penanaman Nilai Toleransi di Masyarakat Adat Dayak
Dayak merupakan salah satu suku atau etnis dari berbagai macam suku yang berkembang di Indonesia, khususnya di Pulau Kalimantan. Suku Dayak memiliki beragam sub suku yang hidup ber...
Pemertahanan Nilai Budaya Suku Dayak Maanyan Melalui Narasi Fabel di Daerah Aliran Sungai Barito
Pemertahanan Nilai Budaya Suku Dayak Maanyan Melalui Narasi Fabel di Daerah Aliran Sungai Barito
The Dayak Maanyan culture has traditional values that can be seen in the Popular Fables of the Dayak Maanyan Tribe. These values are introduced from generation to generation, so th...
pariwisata
pariwisata
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsi...

Back to Top