Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kontribusi Durasi Merokok sebagai Penyebab Terjadinya Karies Gigi pada Penghuni Panti Sosial

View through CrossRef
Abstract: Smoking duration can have a number of detrimental effects on oral health including tooth loss, periodontal disease, oral soft tissue changes, excessive tooth wear, halitosis, implant failure, oropharyngeal cancer, and dental caries. This study aimd to analyze the relationship between smoking duration and the occurrence of dental caries among residents of social care institutions. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. Samples were 100 residents of Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya Jakarta Barat, taken by purposive sampling technique. Data were collected by examining dental caries experience with the DMF-T index to obtain the status of dental caries and filling out a questionnaire to obtain the frequency of smoking duration. The Spearman correlation test showed a p-value of 0.436 with a coefficient of r = 0.079 for the relationship between smoking duration and the occurrence of dental caries. In conclusion, there is no relationship between duration of smoking and the occurrence of dental caries in residents of social care institutions. However, the prevalence of caries experience for those residents reaches 96% with an average DMF-T index of 4.8 which is categorized as high according to WHO. Keywords: dental caries; duration of smoking; residents of social care institutions; index DMF-T   Abstrak: Durasi merokok dapat memiliki sejumlah efek merugikan pada kesehatan mulut, antara lain kehilangan gigi, penyakit periodontal, perubahan jaringan lunak oral, keausan gigi yang berlebihan, halitosis, kegagalan implan, kanker orofaringeal, dan karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi merokok dengan terjadinya karies gigi di panti sosial. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 100 orang penghuni panti sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya Jakarta Barat, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data melalui pemeriksaan pengalaman karies gigi dengan indeks DMF-T untuk melihat status karies gigi dan pengisian kuesioner untuk melihat frekuensi durasi merokok. Hasil uji korelasi Spearman terhadap hubungan antara durasi merokok dengan terjadinya karies gigi memperoleh nilai p=0,436 dengan koefisien r = 0,079. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan antara durasi merokok dengan terjadinya karies gigi pada penghuni panti sosial. Prevalensi pengalaman karies penghuni panti panti sosial mencapai 96% dengan rerata indeks DMF-T sebesar 4,8 yang tergolong tinggi menurut WHO. Kata kunci: karies gigi; durasi merokok; penghuni panti sosial; indeks DMF-T 
Title: Kontribusi Durasi Merokok sebagai Penyebab Terjadinya Karies Gigi pada Penghuni Panti Sosial
Description:
Abstract: Smoking duration can have a number of detrimental effects on oral health including tooth loss, periodontal disease, oral soft tissue changes, excessive tooth wear, halitosis, implant failure, oropharyngeal cancer, and dental caries.
This study aimd to analyze the relationship between smoking duration and the occurrence of dental caries among residents of social care institutions.
This was an observational and analytical study with a cross-sectional design.
Samples were 100 residents of Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya Jakarta Barat, taken by purposive sampling technique.
Data were collected by examining dental caries experience with the DMF-T index to obtain the status of dental caries and filling out a questionnaire to obtain the frequency of smoking duration.
The Spearman correlation test showed a p-value of 0.
436 with a coefficient of r = 0.
079 for the relationship between smoking duration and the occurrence of dental caries.
In conclusion, there is no relationship between duration of smoking and the occurrence of dental caries in residents of social care institutions.
However, the prevalence of caries experience for those residents reaches 96% with an average DMF-T index of 4.
8 which is categorized as high according to WHO.
Keywords: dental caries; duration of smoking; residents of social care institutions; index DMF-T   Abstrak: Durasi merokok dapat memiliki sejumlah efek merugikan pada kesehatan mulut, antara lain kehilangan gigi, penyakit periodontal, perubahan jaringan lunak oral, keausan gigi yang berlebihan, halitosis, kegagalan implan, kanker orofaringeal, dan karies gigi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi merokok dengan terjadinya karies gigi di panti sosial.
Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain potong lintang.
Sampel penelitian berjumlah 100 orang penghuni panti sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya Jakarta Barat, yang diambil dengan teknik purposive sampling.
Pengambilan data melalui pemeriksaan pengalaman karies gigi dengan indeks DMF-T untuk melihat status karies gigi dan pengisian kuesioner untuk melihat frekuensi durasi merokok.
Hasil uji korelasi Spearman terhadap hubungan antara durasi merokok dengan terjadinya karies gigi memperoleh nilai p=0,436 dengan koefisien r = 0,079.
Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan antara durasi merokok dengan terjadinya karies gigi pada penghuni panti sosial.
Prevalensi pengalaman karies penghuni panti panti sosial mencapai 96% dengan rerata indeks DMF-T sebesar 4,8 yang tergolong tinggi menurut WHO.
Kata kunci: karies gigi; durasi merokok; penghuni panti sosial; indeks DMF-T .

Related Results

PERBEDAAN RERATA KEASAMAN MULUT BERBAGAI KELOMPOK KARIES GIGI PADA PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH PADANG
PERBEDAAN RERATA KEASAMAN MULUT BERBAGAI KELOMPOK KARIES GIGI PADA PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH PADANG
Riset kesehatan dasar tahun 2007 menyebutkan 72,1% penduduk Indonesia terkena karies gigi. Karies gigi adalah suatu proses patologis jaringan keras gigi (email dan dentin) yang ter...
Hubungan Pengetahuan Anak Dengan karies Gigi Anak Kelas VA SDI Raden Paku Surabaya Tahun 2020
Hubungan Pengetahuan Anak Dengan karies Gigi Anak Kelas VA SDI Raden Paku Surabaya Tahun 2020
Abstrak: Penyakit gigi dan mulut yang sering dijumpai di Indonesia adalah karies gigi dan jumlahnya cukup tinggi. Usia sekolah Dasar (SD) merupakan salah satu kelompok usia anak ya...
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Abstract: Tooth loss can occur due to various causes including caries and periodontal disease. Dental clerkship students are expected to have a good level of understanding of denta...
Merokok dan Karies Gigi di Indonesia: Analisis Lanjut Riskesdas 2013
Merokok dan Karies Gigi di Indonesia: Analisis Lanjut Riskesdas 2013
Abstrak Merokok merupakan hal yang biasa ditemui di dunia khususnya di Indonesia. Kebiasaan merokok ini banyak dijumpai pada orang yang berpendidikan tinggi, rendah, berbagai...
PENGARUH GIGI ANTERIOR ATAS YANG BERJEJAL TERHADAP STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN STATUS KARIES GIGI PADA MAHASISWA
PENGARUH GIGI ANTERIOR ATAS YANG BERJEJAL TERHADAP STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN STATUS KARIES GIGI PADA MAHASISWA
Gigi berjejal menjadi suatu permasalahan  kesehatan gigi dan mulut dimana masih ditemukan setelah karies dan penyakit periodontal. Biasanya terjadi pada usia remaja. Metode penelit...
Tingkat Pengetahuan Dokter Gigi Terhadap Penggunaan Vaksin Karies Gigi di Lahan Basah
Tingkat Pengetahuan Dokter Gigi Terhadap Penggunaan Vaksin Karies Gigi di Lahan Basah
Karies adalah penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan keras gigi. Kalimantan Selatan sebagian besar wilayahnya adalah area lahan basah. Kandungan air lahan basah me...
Perilaku Ibu Yang Menyebabkan Terjadinya Rampan Karies Pada Anak Pra Sekolah
Perilaku Ibu Yang Menyebabkan Terjadinya Rampan Karies Pada Anak Pra Sekolah
Early Childhood caries is a multifactorial disease in which these factors interact. Factors of dental caries occurrence include factors from food, oral hygiene, and unhealthy habit...
Gambaran Pengetahuan Kesehatan Gigi Mulut, Perilaku Kesehatan Gigi Mulut, dan Status Gigi Lansia di Panti Wreda Surakarta
Gambaran Pengetahuan Kesehatan Gigi Mulut, Perilaku Kesehatan Gigi Mulut, dan Status Gigi Lansia di Panti Wreda Surakarta
Lansia adalah setiap orang yang berusia 60 tahun atau lebih, yang secara fisik terlihat berbeda dengan kelompok usia lainnya. Pengetahuan merupakan faktor yang membentuk perilaku s...

Back to Top