Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tingkat Pengetahuan Dokter Gigi Terhadap Penggunaan Vaksin Karies Gigi di Lahan Basah

View through CrossRef
Karies adalah penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan keras gigi. Kalimantan Selatan sebagian besar wilayahnya adalah area lahan basah. Kandungan air lahan basah menghasilkan asam dengan pH 3,5-4,5. Keadaan tersebut dapat memicu larutnya kristal enamel yang dapat menyebabkan karies. Tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh dokter gigi sangat berpengaruh terhadap sikap dokter gigi dalam melakukan pencegahan karies gigi. Tindakan preventif karies dapat dilakukan dengan beberapa cara salah satunya adalah pemberian vaksin karies. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional diperoleh melalui pembagian kuesioner yang diberikan kepada dokter gigi mengenai vaksin karies gigi dan penggunaannya. Sampel pada penelitian ini adalah dokter gigi yang terdaftar sebagai anggota PDGI Cabang Kalimantan Selatan dengan jumlah total 249 dokter gigi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis statistik menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman. Dokter gigi Kalimantan selatan memiliki tingkat pengetahuan terhadap penggunaan vaksin karies gigi rendah 45,37%, sedang 33.33%, tinggi 21.3%. Berdasarkan hasil analisis statistic didapatkan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05). Sebagian besar dokter gigi di Kalimantan Selatan belum memiliki pengetahuan tentang penggunaan vaksin karies gigi sehingga dari hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dokter gigi dalam penggunaan vaksin karies gigi untuk pencegahan karies dini.
Title: Tingkat Pengetahuan Dokter Gigi Terhadap Penggunaan Vaksin Karies Gigi di Lahan Basah
Description:
Karies adalah penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan keras gigi.
Kalimantan Selatan sebagian besar wilayahnya adalah area lahan basah.
Kandungan air lahan basah menghasilkan asam dengan pH 3,5-4,5.
Keadaan tersebut dapat memicu larutnya kristal enamel yang dapat menyebabkan karies.
Tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh dokter gigi sangat berpengaruh terhadap sikap dokter gigi dalam melakukan pencegahan karies gigi.
Tindakan preventif karies dapat dilakukan dengan beberapa cara salah satunya adalah pemberian vaksin karies.
Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional diperoleh melalui pembagian kuesioner yang diberikan kepada dokter gigi mengenai vaksin karies gigi dan penggunaannya.
Sampel pada penelitian ini adalah dokter gigi yang terdaftar sebagai anggota PDGI Cabang Kalimantan Selatan dengan jumlah total 249 dokter gigi.
Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling.
Analisis statistik menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman.
Dokter gigi Kalimantan selatan memiliki tingkat pengetahuan terhadap penggunaan vaksin karies gigi rendah 45,37%, sedang 33.
33%, tinggi 21.
3%.
Berdasarkan hasil analisis statistic didapatkan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05).
Sebagian besar dokter gigi di Kalimantan Selatan belum memiliki pengetahuan tentang penggunaan vaksin karies gigi sehingga dari hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dokter gigi dalam penggunaan vaksin karies gigi untuk pencegahan karies dini.

Related Results

PERBEDAAN RERATA KEASAMAN MULUT BERBAGAI KELOMPOK KARIES GIGI PADA PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH PADANG
PERBEDAAN RERATA KEASAMAN MULUT BERBAGAI KELOMPOK KARIES GIGI PADA PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH PADANG
Riset kesehatan dasar tahun 2007 menyebutkan 72,1% penduduk Indonesia terkena karies gigi. Karies gigi adalah suatu proses patologis jaringan keras gigi (email dan dentin) yang ter...
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Abstract: Tooth loss can occur due to various causes including caries and periodontal disease. Dental clerkship students are expected to have a good level of understanding of denta...
Asas Keadilan dalam Pengaturan Kompetensi dan Pemberian Kewenangan Dokter Gigi Umum dan Dokter Gigi Spesialis
Asas Keadilan dalam Pengaturan Kompetensi dan Pemberian Kewenangan Dokter Gigi Umum dan Dokter Gigi Spesialis
dalam melaksanakan praktik kedokteran gigi dan mulut dokter gigi umum maupun dokter gigi spesialis harus sesuai dengan kewenangan dan kompetensi yang dimilikinya, namum masih diras...
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG KARIES PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG KARIES PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV
Latar Belakang: Karies gigi termasuk penyakit pada jaringan gigi dengan gejala rusaknya jaringan, diawali pada permukaan gigi selanjutnya berlanjut pada pulpa. Karies gigi mampu te...
Gambaran Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting di Indonesia
Gambaran Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting di Indonesia
Abstract: Dental caries, as well as stunting in children, is still a worldwide problem including in Indonesia. Malnutrition can cause stunting and abnormal growth and development o...
GAMBARAN STATUS KARIES DAN POLA PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA MAHASISWA ASAL TERNATE DI MANADO
GAMBARAN STATUS KARIES DAN POLA PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA MAHASISWA ASAL TERNATE DI MANADO
Abstract: Caries status is a condition that describes a person's caries experience index is calculated by DMF-T (Decayed missing  filling theeth). Cariogenic food eating habits is ...
Perilaku Ibu Yang Menyebabkan Terjadinya Rampan Karies Pada Anak Pra Sekolah
Perilaku Ibu Yang Menyebabkan Terjadinya Rampan Karies Pada Anak Pra Sekolah
Early Childhood caries is a multifactorial disease in which these factors interact. Factors of dental caries occurrence include factors from food, oral hygiene, and unhealthy habit...

Back to Top