Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SASTRA BANJAR

View through CrossRef
AbtrackMadihin adalah salah satu jenis tradisi lisan yang ada di Kalimantan Selatan. Madihin adalah kesenian khas Kalimantan Selatan, bersyair atau berpantun diiringi dengan pukulan rebana (Hapip, 2008: 114). Madihin cukup dikenal di Indonesia setelah dibawakan oleh Jhon Tralala di TVRI pada era 1980-an. Jhon Tralala mampu mengangkat tradisi lisan madihin menjadi popular di Indonesia karena pantun dan syair dalam madihin bisa dia kemas dengan bahasa humor. Jhon Tralala sering diundang ke berbagai daerah di Indonesia untuk membawakan madihinnya. Madihin adalah kesenian tradisional Kalimantan Selatan yang disajikan oleh pamadihinan yang melagukan pantun dan syair sambil memukul alat pukul terbang. Pantun dan syair yang mereka bawakan disesuaikan dengan hadirin yang hadir. Kalau yang hadir banyak orang dari suku Banjar maka pamadihinan akan menggunakan bahasa Banjar dalam madihinnya. Akan tetapi kalau yang hadir banyak berasal dari berbagai suku bangsa di Indonesia, pamadihinan akan menggunakan bahasa Indonesia. Jhon Tralala adalah seniman yang mempopulerkan madihin hingga ke tingkat nasional. Dalam perkembangannya, Jhon Tralala dalam bermadihin ditemani oleh anaknya yang bernama Hendra. Dengan memainkan madihin secara berpasangan tersebut, Jhon Tralala dan Hendra secara kompak mampu menghibur penonton yang menyaksikan penampilan mereka. Madihin yang dibawakan oleh Jhon Tralala dan Hendra ini berisi humor-humor segar yang mengundang gelak tawa penonton yang hadir. Hal ini sesuai dengan pendapat Sunarti, Purlansyah, Seman, Maswan, dan Kadir (1978: 235) yang menyatakan bahwa madihin berfungsi sebagai hiburan masyarakat.Madihin is one type of oral tradition that exists in South Kalimantan. Madihin is a typical art of South Kalimantan, singing or rhyming accompanied by a tambourine beat (Hapip, 2008: 114). Madihin is well known in Indonesia after being presented by Jhon Tralala on TVRI in the 1980s. Jhon Tralala was able to make madihin's speech become popular in Indonesia because he could pack the rhymes and poems in madihin with linguistic humor. Jhon Tralala is often invited to various regions in Indonesia to bring his madihin. Madihin is a traditional South Kalimantan art presented by pamadihinan who sings rhymes and poems while hitting a flying percussion instrument. The rhymes and poems they brought were adapted to the audience present. If there are many people from the Banjar tribe present, the pamadihinan will use the Banjar language in their madihin. However, if many who attend come from various ethnic groups in Indonesia, the pamadihinan will use Indonesian. Jhon Tralala is an artist who popularized madihin to the national level. In its development, Jhon Tralala was accompanied by his son, Hendra. By playing in pairs, Jhon Tralala and Hendra were compactly able to entertain the audience who witnessed their performance. Madihin, which was presented by Jhon Tralala and Hendra, contains fresh humor that invites laughter from the audience present. This is in accordance with the opinion of Sunarti, Purlansyah, Seman, Maswan, and Kadir (1978: 235) which stated that madihin worked as public entertainment.
Center for Open Science
Title: SASTRA BANJAR
Description:
AbtrackMadihin adalah salah satu jenis tradisi lisan yang ada di Kalimantan Selatan.
Madihin adalah kesenian khas Kalimantan Selatan, bersyair atau berpantun diiringi dengan pukulan rebana (Hapip, 2008: 114).
Madihin cukup dikenal di Indonesia setelah dibawakan oleh Jhon Tralala di TVRI pada era 1980-an.
Jhon Tralala mampu mengangkat tradisi lisan madihin menjadi popular di Indonesia karena pantun dan syair dalam madihin bisa dia kemas dengan bahasa humor.
Jhon Tralala sering diundang ke berbagai daerah di Indonesia untuk membawakan madihinnya.
Madihin adalah kesenian tradisional Kalimantan Selatan yang disajikan oleh pamadihinan yang melagukan pantun dan syair sambil memukul alat pukul terbang.
Pantun dan syair yang mereka bawakan disesuaikan dengan hadirin yang hadir.
Kalau yang hadir banyak orang dari suku Banjar maka pamadihinan akan menggunakan bahasa Banjar dalam madihinnya.
Akan tetapi kalau yang hadir banyak berasal dari berbagai suku bangsa di Indonesia, pamadihinan akan menggunakan bahasa Indonesia.
Jhon Tralala adalah seniman yang mempopulerkan madihin hingga ke tingkat nasional.
Dalam perkembangannya, Jhon Tralala dalam bermadihin ditemani oleh anaknya yang bernama Hendra.
Dengan memainkan madihin secara berpasangan tersebut, Jhon Tralala dan Hendra secara kompak mampu menghibur penonton yang menyaksikan penampilan mereka.
Madihin yang dibawakan oleh Jhon Tralala dan Hendra ini berisi humor-humor segar yang mengundang gelak tawa penonton yang hadir.
Hal ini sesuai dengan pendapat Sunarti, Purlansyah, Seman, Maswan, dan Kadir (1978: 235) yang menyatakan bahwa madihin berfungsi sebagai hiburan masyarakat.
Madihin is one type of oral tradition that exists in South Kalimantan.
Madihin is a typical art of South Kalimantan, singing or rhyming accompanied by a tambourine beat (Hapip, 2008: 114).
Madihin is well known in Indonesia after being presented by Jhon Tralala on TVRI in the 1980s.
Jhon Tralala was able to make madihin's speech become popular in Indonesia because he could pack the rhymes and poems in madihin with linguistic humor.
Jhon Tralala is often invited to various regions in Indonesia to bring his madihin.
Madihin is a traditional South Kalimantan art presented by pamadihinan who sings rhymes and poems while hitting a flying percussion instrument.
The rhymes and poems they brought were adapted to the audience present.
If there are many people from the Banjar tribe present, the pamadihinan will use the Banjar language in their madihin.
However, if many who attend come from various ethnic groups in Indonesia, the pamadihinan will use Indonesian.
Jhon Tralala is an artist who popularized madihin to the national level.
In its development, Jhon Tralala was accompanied by his son, Hendra.
By playing in pairs, Jhon Tralala and Hendra were compactly able to entertain the audience who witnessed their performance.
Madihin, which was presented by Jhon Tralala and Hendra, contains fresh humor that invites laughter from the audience present.
This is in accordance with the opinion of Sunarti, Purlansyah, Seman, Maswan, and Kadir (1978: 235) which stated that madihin worked as public entertainment.

Related Results

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Ba...
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Kelayakan Finansial Agroindustri Tempe yang dijalankan oleh seorang Perajin Tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota...
Review Of Islamic Law Regarding The Beliefs Of The Banjar Community Regarding Pamali And Kapuhunan In Their Daily Lives
Review Of Islamic Law Regarding The Beliefs Of The Banjar Community Regarding Pamali And Kapuhunan In Their Daily Lives
ABSTRACT This research examines the Banjar people's habit of believing in pamali and kapuhunan. As indigenous Banjar people, most of them strongly believe in pamali and kapuhunan,...
Adaptasi Budaya Suku Jawa Dengan Suku Banjar di Kabupaten Asahan
Adaptasi Budaya Suku Jawa Dengan Suku Banjar di Kabupaten Asahan
Abstrak: Penelitian ini membahas proses komunikasi antarbudaya antara suku Jawa dan suku Banjar dalam adapatasi budaya di Desa Banjar, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan. Fokus ...
REKONSTRUKSI DALAMAN VARIAN BANJAR BERIAH PURBA<br>[INTERNAL RECONSTRUCTION OF BANJAR BERIAH PROTO VARIANTS]
REKONSTRUKSI DALAMAN VARIAN BANJAR BERIAH PURBA<br>[INTERNAL RECONSTRUCTION OF BANJAR BERIAH PROTO VARIANTS]
This study describes the phonological system of Banjar Kuala (BK), Banjar Hulu (BJ) and Banjar Alai (BA) dialect variants. The phonological description is used to reconstruct the a...
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Penelitian ini berkenaan [u1] dengan kajian bentuk fisik, jenis, dan fungsi mantra Banjar. Rumusan masalah penelitian ini ada 4, yakni: (1) bagaimanakah bentuk fisik mantra Banjar?...
PEMBELAJARAN BOTANI SASTRA DI ERA MILENIAL
PEMBELAJARAN BOTANI SASTRA DI ERA MILENIAL
Pembelajaran sastra di era milenial memang diperlukan perspektif terbaru. Di antara perspektif yang mulai berkembang yaitu pembelajaran botani sastra. Botani sastra adalah selukd b...

Back to Top