Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisa Penyebab Kerusakan Tanaman Cabai Menggunakan Metode K-Means

View through CrossRef
Tanaman cabai merupakan komoditas pertanian yang di butuhkan dalam kehidupan sehari hari, karena tanaman ini memiliki banyak kegunaan. Selain itu tanaman cabai merupakan tanaman yang bernilai ekonomis yang tinggi. Beberapa permasalahan dalam pengendalian penyakit dan hama antara lain adalah gejala awal yang tidak terlihat jelas sehingga petani maupun masyarakat sulit untuk mengelompokan penyebab kerusakan yang menyerang tanaman cabai sehingga mengakibatkan petani mengalami penurunan produksi panen bahkan menyebabkan gagal panen. Metode yang di pakai dalam menyelesaikan masalah ini yaitu Algoritma K-means. Algoritma K-Means clustering ini adalah sebuah metode yang berusaha mengelompokan data yang ada ke dalam beberapa kelompok, dimana data yang ada dalam satu kelompok mempunyai karakteristik yang sama satu sama lainnya dan mempunyai karakteristik yang berbeda dengan data yang ada dalam kelompok lain. data cabai yang diolah dalam penelitian ini bersumber dari wilayah kerja Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat dengan jumlah data sebanyak 11 buah. Selanjutnya data diolah menggukan software rapidminer studio 7.6. Hasil dari pengujian terhadap metode ini terdapat tiga pengelompokan penyebab kerusakan pada tanaman yaitu C0 untuk jenis cabai yang kerusakan sedang, C1 kerusakan berat dan C2 untuk kerusakan ringan. Kemudian hasil dari per cluster yaitu C0 terdapat satu jenis hama yaitu Lalat Buah, C1 terdapat 3 jenis hama yang terdiri dari Virus kuning, Antraknose dan Thrips, sedangkan C2 terdapat 7 jenis hama yang terdiri dari Kutu Daun, Tungau, Layu Fusarium, Layu Bakeri, Virus Keriting, Mati Pucuk, Puru Buah. Analisa ini diharapkan memudahkan petani mengetahui penyebab kerusakan tanaman cabai atau dinas terkait bisa mengambil tindakan mengantisifasi penyebab penyebab kerusakan pada tanaman cabai secepat mungkin.
Title: Analisa Penyebab Kerusakan Tanaman Cabai Menggunakan Metode K-Means
Description:
Tanaman cabai merupakan komoditas pertanian yang di butuhkan dalam kehidupan sehari hari, karena tanaman ini memiliki banyak kegunaan.
Selain itu tanaman cabai merupakan tanaman yang bernilai ekonomis yang tinggi.
Beberapa permasalahan dalam pengendalian penyakit dan hama antara lain adalah gejala awal yang tidak terlihat jelas sehingga petani maupun masyarakat sulit untuk mengelompokan penyebab kerusakan yang menyerang tanaman cabai sehingga mengakibatkan petani mengalami penurunan produksi panen bahkan menyebabkan gagal panen.
Metode yang di pakai dalam menyelesaikan masalah ini yaitu Algoritma K-means.
Algoritma K-Means clustering ini adalah sebuah metode yang berusaha mengelompokan data yang ada ke dalam beberapa kelompok, dimana data yang ada dalam satu kelompok mempunyai karakteristik yang sama satu sama lainnya dan mempunyai karakteristik yang berbeda dengan data yang ada dalam kelompok lain.
data cabai yang diolah dalam penelitian ini bersumber dari wilayah kerja Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat dengan jumlah data sebanyak 11 buah.
Selanjutnya data diolah menggukan software rapidminer studio 7.
6.
Hasil dari pengujian terhadap metode ini terdapat tiga pengelompokan penyebab kerusakan pada tanaman yaitu C0 untuk jenis cabai yang kerusakan sedang, C1 kerusakan berat dan C2 untuk kerusakan ringan.
Kemudian hasil dari per cluster yaitu C0 terdapat satu jenis hama yaitu Lalat Buah, C1 terdapat 3 jenis hama yang terdiri dari Virus kuning, Antraknose dan Thrips, sedangkan C2 terdapat 7 jenis hama yang terdiri dari Kutu Daun, Tungau, Layu Fusarium, Layu Bakeri, Virus Keriting, Mati Pucuk, Puru Buah.
Analisa ini diharapkan memudahkan petani mengetahui penyebab kerusakan tanaman cabai atau dinas terkait bisa mengambil tindakan mengantisifasi penyebab penyebab kerusakan pada tanaman cabai secepat mungkin.

Related Results

Penerapan Model Biointensif untuk Mengendalikan Hama pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.)
Penerapan Model Biointensif untuk Mengendalikan Hama pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.)
Tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili solanaceae yang banyak dibudidayakan secara komersial di Indonesia khususnya di Sulaw...
Perancangan Interface Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Cabai dengan Metode Extreme Programming (XP)
Perancangan Interface Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Cabai dengan Metode Extreme Programming (XP)
Para petani masih sering mengalami kendala pada proses pemeliharaan tanaman cabai, petani masih sering menemui kendala penyakit sehingga sangat merugikan petani karena hasil panen ...
Edukasi Diversifikasi Olahan Cabai Pada Masyarakat di Kampung KB Yosodadi Dalam Pengendalian Inflasi
Edukasi Diversifikasi Olahan Cabai Pada Masyarakat di Kampung KB Yosodadi Dalam Pengendalian Inflasi
Menurunnya produksi cabai menyebabkan kelangkaan barang dan tingginya harga, namun pada saat panen raya harga kedua komoditas jatuh, sehingga cabai merupakan komoditas hortikultura...
Analisis Usahatani Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Analisis Usahatani Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Cabai merupakan salah satu komoditas holtikultura yang dibutuhkan dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Cabai rawit merupakan jenis cabai yang banyak digunakan dalam masakan se...
Penguatan Aspek SDM Petani Cabai Desa Cipanas Kabupaten Cianjur
Penguatan Aspek SDM Petani Cabai Desa Cipanas Kabupaten Cianjur
Cabai merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura dimana tanaman ini menjadi kunci dalam menggalakan diversifikasi pangan karena tanaman ini adalah tanaman yang sering dikonsum...
Pemberdayaan Petani Lewat Pemakaian Pupuk Organik Cair pada Tumbuhan Cabai di Wilayah Desa Waung Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung
Pemberdayaan Petani Lewat Pemakaian Pupuk Organik Cair pada Tumbuhan Cabai di Wilayah Desa Waung Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung
Kabupaten Tulungagung memiliki jumlah petani yang cukup banyak dengan komoditas yang ditanam adalah cabai. Hal tersebut dapat dilihat dari demografi yang ada dalam bahwa muncul lah...
Pengaruh Induksi Resistensi oleh Khamir Candida tropicalis terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Terinfeksi Colletotrichum acutatum
Pengaruh Induksi Resistensi oleh Khamir Candida tropicalis terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Terinfeksi Colletotrichum acutatum
ABSTRACTEffect of induced resistance by Candida tropicalis on the growth of chili plants infected by Colletotrichum acutatumColletotrichum acutatum is a major pathogen of chili tha...
Sistem Kontrol Penyiraman Air Dan Nutrisi Tanaman Cabai Berbasis Internet Of Things (IoT) Menggunakan Decision Tree C5
Sistem Kontrol Penyiraman Air Dan Nutrisi Tanaman Cabai Berbasis Internet Of Things (IoT) Menggunakan Decision Tree C5
Indonesia sebagai negara agraris memiliki banyak lahan pertanian subur. Namun, teknologi pertanian masih perlu dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas. Salah satu masalah yan...

Back to Top