Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Aplikasi Bacillus sp Pada Produksi Enzim Menggunakan Metode Fermentasi Padat - Review

View through CrossRef
Solid State Fermentation (SSF) atau fermentasi padat dianggap sebagai metode fermentasi yang paling menguntungkan dari pada Submerged Fermentation (SmF) atau fermentasi terendam. Hal ini dikarenakan bahwa metode fermentasi padat (SS) lebih ramah lingkungan, produktivitas fermentasi yang lebih tinggi, konsentrasi produk dan stabilitas yang lebih tinggi, penekanan katabolik yang lebih rendah, penanaman mikroorganisme khusus untuk substrat yang tidak larut dan juga aktifitas  sterilitas yang lebih rendah karena aktivitas air yang digunakan sangat rendah. Bacillus sp dapat digunakan untuk produksi enzim. Makalah ini mengulas aplikasi fermentasi padat (SSF) untuk produksi enzim yaitu amilase, esterase, xilanase, pektinase dan  likenase oleh Bacillus sp. Dalam produksi enzim yang menggunakan Bacillus sp adalah Bacillus cereus yang menghasilkan enzim amilase, Bacillus sp. JB-99 yang menghasilkan enzim xilanase, Bacillus licheniformis yang menghasilkan enzim likenase, Bacillus altitudinis AP-MSU  yang menghasilkan enzim esterase, Bacillus sp. DT7 menghasilkan enzim pektinase, dan banyak Bacillus sp dengan proses fermentasi padat yang menghasilkan enzim. 
Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang
Title: Aplikasi Bacillus sp Pada Produksi Enzim Menggunakan Metode Fermentasi Padat - Review
Description:
Solid State Fermentation (SSF) atau fermentasi padat dianggap sebagai metode fermentasi yang paling menguntungkan dari pada Submerged Fermentation (SmF) atau fermentasi terendam.
Hal ini dikarenakan bahwa metode fermentasi padat (SS) lebih ramah lingkungan, produktivitas fermentasi yang lebih tinggi, konsentrasi produk dan stabilitas yang lebih tinggi, penekanan katabolik yang lebih rendah, penanaman mikroorganisme khusus untuk substrat yang tidak larut dan juga aktifitas  sterilitas yang lebih rendah karena aktivitas air yang digunakan sangat rendah.
Bacillus sp dapat digunakan untuk produksi enzim.
Makalah ini mengulas aplikasi fermentasi padat (SSF) untuk produksi enzim yaitu amilase, esterase, xilanase, pektinase dan  likenase oleh Bacillus sp.
Dalam produksi enzim yang menggunakan Bacillus sp adalah Bacillus cereus yang menghasilkan enzim amilase, Bacillus sp.
JB-99 yang menghasilkan enzim xilanase, Bacillus licheniformis yang menghasilkan enzim likenase, Bacillus altitudinis AP-MSU  yang menghasilkan enzim esterase, Bacillus sp.
DT7 menghasilkan enzim pektinase, dan banyak Bacillus sp dengan proses fermentasi padat yang menghasilkan enzim.
 .

Related Results

Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Abstract This study aims to study the effect of the length of the time of final fermentation (final proofing) in making Japanese Milk Bread. This research was conducted at th...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
KARAKTERISASI BEBERAPA ION LOGAM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM TRIPSIN
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum enzim tripsin dan mengetahui pengaruh penambahan ion logam Ag+ (dalam bentuk senyawa AgNO3), ion logam Cu2+ (dalam bentuk ...
Response of Bacillus megaterium and Bacillus mucilaginosus Strains on Yield and Quality of Soybean
Response of Bacillus megaterium and Bacillus mucilaginosus Strains on Yield and Quality of Soybean
At present due to continuous use of phosphatic and potassic fertilizers a deposits of these nutrient have increased in the soil of studied area, and Bacillus megaterium and Bacillu...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Pengaruh Pemberian Kombinasi Pakan Fermentasi dengan Multi Enzim dan Vitamin E dalam Ransum terhadap Peningkatan Kualitas Semen Ayam Arab
Pengaruh Pemberian Kombinasi Pakan Fermentasi dengan Multi Enzim dan Vitamin E dalam Ransum terhadap Peningkatan Kualitas Semen Ayam Arab
ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh pemberian kombinasi pakan fermentasi dengan multi enzim pencernaan dan vitamin E dalam ransum komersial terhadap peningkatan ...

Back to Top