Javascript must be enabled to continue!
TAFSIR AYAT-AYAT TENTANG KEWARISAN: PENDEKATAN SOSIOLOGIS, TEOLOGIS, DAN HISTORI
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tafsir ayat-ayat Al-Qur'an tentang kewarisan menggunakan pendekatan sosiologis, teologis, dan historis. Pendekatan ini digunakan untuk memahami penerapan hukum kewarisan Islam dalam konteks masyarakat modern, khususnya dalam kaitannya dengan prinsip keadilan substantif dan dinamika sosial-budaya. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, tafsir kontemporer membuka ruang interpretasi yang lebih fleksibel terhadap hukum kewarisan Islam, dengan mempertimbangkan peran perempuan sebagai pencari nafkah. Hal ini memungkinkan pembagian warisan yang tidak hanya berlandaskan pada teks, tetapi juga pada kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Kedua, konflik antara hukum adat dan hukum Islam dalam pembagian warisan sering terjadi karena perbedaan norma, namun harmonisasi tercapai di beberapa daerah melalui kompromi, seperti pembagian harta adat untuk perempuan dan harta pribadi sesuai hukum Islam. Ketiga, globalisasi dan feminisme telah mendorong masyarakat untuk mempertanyakan prinsip kewarisan berbasis gender. Hal ini menuntut reinterpretasi hukum kewarisan Islam agar lebih relevan dengan nilai-nilai kesetaraan gender dan keadilan universal. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam memahami hukum kewarisan Islam secara adaptif, kontekstual, dan inklusif terhadap perubahan sosial.
Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurroosyidiin
Title: TAFSIR AYAT-AYAT TENTANG KEWARISAN: PENDEKATAN SOSIOLOGIS, TEOLOGIS, DAN HISTORI
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tafsir ayat-ayat Al-Qur'an tentang kewarisan menggunakan pendekatan sosiologis, teologis, dan historis.
Pendekatan ini digunakan untuk memahami penerapan hukum kewarisan Islam dalam konteks masyarakat modern, khususnya dalam kaitannya dengan prinsip keadilan substantif dan dinamika sosial-budaya.
Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama.
Pertama, tafsir kontemporer membuka ruang interpretasi yang lebih fleksibel terhadap hukum kewarisan Islam, dengan mempertimbangkan peran perempuan sebagai pencari nafkah.
Hal ini memungkinkan pembagian warisan yang tidak hanya berlandaskan pada teks, tetapi juga pada kondisi sosial dan ekonomi keluarga.
Kedua, konflik antara hukum adat dan hukum Islam dalam pembagian warisan sering terjadi karena perbedaan norma, namun harmonisasi tercapai di beberapa daerah melalui kompromi, seperti pembagian harta adat untuk perempuan dan harta pribadi sesuai hukum Islam.
Ketiga, globalisasi dan feminisme telah mendorong masyarakat untuk mempertanyakan prinsip kewarisan berbasis gender.
Hal ini menuntut reinterpretasi hukum kewarisan Islam agar lebih relevan dengan nilai-nilai kesetaraan gender dan keadilan universal.
Penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam memahami hukum kewarisan Islam secara adaptif, kontekstual, dan inklusif terhadap perubahan sosial.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas perbedaan karakteristik antara tafsir tahlili dan tafsir ijmali dalam Al-Quran. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif dengan analis...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
Teologi Persuasif Ayat-Ayat Makkiyah; Sebuah Tafsir Relasi Umat Beragama
Teologi Persuasif Ayat-Ayat Makkiyah; Sebuah Tafsir Relasi Umat Beragama
<p>Dalam beberapa tahun terakhir konflik antara agama di Indonesia kembali muncul setelah lama tidak terdengar dan sunyi dari pemberitaan media. Kasus terakhir yang...
TAFSIR MAQASID DALAM MEMAHAMI AYAT-AYAT HUKUM: ANALISIS TAFSIR AL-JASSAS
TAFSIR MAQASID DALAM MEMAHAMI AYAT-AYAT HUKUM: ANALISIS TAFSIR AL-JASSAS
Maqasid interpretation, or interpretation based on the goals of Islamic law, plays an important role in deepening the understanding of Qur'anic legal verses. It seeks to uncover th...
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...

