Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KERAGAAN KARAKTER MORFOLOGI, HASIL DAN MUTU ENAM AKSESI JAHE PUTIH KECIL DI TIGA AGROEKOLOGI BERBEDA

View through CrossRef
<p class="IsiabstrakIndonesia">Jahe merupakan tanaman yang memerlukan lahan subur dan pupuk dosis tinggi untuk menghasilkan rimpang yang optimal. Ketersediaan lahan subur semakin terbatas, sedangkan harga pupuk semakin tinggi, sehingga diperlukan varietas jahe yang toleran ditanam di lahan marginal dengan input pupuk rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keragaan karakter morfologi, hasil dan mutu aksesi jahe putih kecil pada budidaya dengan input pupuk rendah, atau tumbuh baik pada kondisi lahan marginal. Evaluasi plasma nutfah jahe toleran lahan marginal di lakukan di Kabupaten Lebak (Banten), Kulonprogo (Yogyakarta) dan Bantul (Yogyakarta). Bahan tanaman yang digunakan enam aksesi jahe putih kecil (JPK), menggunakan rancangan acak kelompok diulang empat kali. Pengamatan dilakukan terhadap karakter pertumbuhan tanaman (populasi tanaman, tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter batang) dan produksi rimpang segar serta kadar gingerol. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan DMRT 0,5% apabila berbeda nyata. Hasil evaluasi keenam aksesi yang ditanam di lahan marginal dengan pemupukan dosis rendah, menunjukkan respon yang berbeda pada fase pertumbuhan maupun produksi. Aksesi 02 menunjukkan karakter diameter batang yang stabil di tiga lokasi, sedangkan aksesi lainnya tidak stabil. Aksesi 04 menunjukkan stabilitas pada karakter produksi rimpang segar dan kadar gingerol di tiga lokasi. Aksesi 04 menghasilkan bobot rimpang segar tertinggi (546,92 g rumpun<sup>-1</sup>) dan kadar gingerol lebih dari 1%, sehingga aksesi 04 berpotensi untuk dikembangkan di lahan marginal dengan input pupuk rendah.</p>
Title: KERAGAAN KARAKTER MORFOLOGI, HASIL DAN MUTU ENAM AKSESI JAHE PUTIH KECIL DI TIGA AGROEKOLOGI BERBEDA
Description:
<p class="IsiabstrakIndonesia">Jahe merupakan tanaman yang memerlukan lahan subur dan pupuk dosis tinggi untuk menghasilkan rimpang yang optimal.
Ketersediaan lahan subur semakin terbatas, sedangkan harga pupuk semakin tinggi, sehingga diperlukan varietas jahe yang toleran ditanam di lahan marginal dengan input pupuk rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keragaan karakter morfologi, hasil dan mutu aksesi jahe putih kecil pada budidaya dengan input pupuk rendah, atau tumbuh baik pada kondisi lahan marginal.
Evaluasi plasma nutfah jahe toleran lahan marginal di lakukan di Kabupaten Lebak (Banten), Kulonprogo (Yogyakarta) dan Bantul (Yogyakarta).
Bahan tanaman yang digunakan enam aksesi jahe putih kecil (JPK), menggunakan rancangan acak kelompok diulang empat kali.
Pengamatan dilakukan terhadap karakter pertumbuhan tanaman (populasi tanaman, tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter batang) dan produksi rimpang segar serta kadar gingerol.
Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan DMRT 0,5% apabila berbeda nyata.
Hasil evaluasi keenam aksesi yang ditanam di lahan marginal dengan pemupukan dosis rendah, menunjukkan respon yang berbeda pada fase pertumbuhan maupun produksi.
Aksesi 02 menunjukkan karakter diameter batang yang stabil di tiga lokasi, sedangkan aksesi lainnya tidak stabil.
Aksesi 04 menunjukkan stabilitas pada karakter produksi rimpang segar dan kadar gingerol di tiga lokasi.
Aksesi 04 menghasilkan bobot rimpang segar tertinggi (546,92 g rumpun<sup>-1</sup>) dan kadar gingerol lebih dari 1%, sehingga aksesi 04 berpotensi untuk dikembangkan di lahan marginal dengan input pupuk rendah.
</p>.

Related Results

Characterization of 56 Soybean Accessions on Yield Components and Maturity-related Traits
Characterization of 56 Soybean Accessions on Yield Components and Maturity-related Traits
<p>Peningkatan produktivitas kedelai nasional dapat dilakukan dengan penggunaan varietas produktivitas tinggi dan manipulasi indeks panen menggunakan varietas genjah. Pembent...
RESPON LIMA AKSESI JAHE PUTIH KECIL (Zingiber officinale var. Amarum) TERHADAP PEMUPUKAN
RESPON LIMA AKSESI JAHE PUTIH KECIL (Zingiber officinale var. Amarum) TERHADAP PEMUPUKAN
<p>ABSTRAK<br />Penggunaan varietas jahe yang responsif terhadap pemupukan dosis<br />rendah, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pemupukan dan<br />men...
Eksplorasi Plasma Nutfah Tanaman Pangan di Provinsi Kalimantan Barat
Eksplorasi Plasma Nutfah Tanaman Pangan di Provinsi Kalimantan Barat
<p><strong>Abstract</strong></p><p>West Kalimantan is are area of tropical rain forest with high rainfall more than 3600 millimeter per year. Potentia...
Plasma Nutfah Jagung sebagai Sumber Gen dalam Program Pemuliaan
Plasma Nutfah Jagung sebagai Sumber Gen dalam Program Pemuliaan
<p>In December 2005, maize germplasm collection at the institute were 886 accessions consisted of 581 local varieties, 165 introduced varieties, 107 inbred, lines, and 33 old...
FORMULASI DAN EVALUASI STABILITAS FISIK CREAM MINYAK JAHE MERAH
FORMULASI DAN EVALUASI STABILITAS FISIK CREAM MINYAK JAHE MERAH
Jahe merah mempunyai efek untuk menurunkan sensasi nyeri juga meningkatkan proses penyembuhan jaringan yang mengalami kerusakan, penggunaan panas pada jahe merah selain memberikan ...
Komposisi Minyak Atsiri dan Aktivitas Antimikroba Rimpang Temu Putih dan Jahe Gajah sebagai Fitobiotik Pakan Unggas
Komposisi Minyak Atsiri dan Aktivitas Antimikroba Rimpang Temu Putih dan Jahe Gajah sebagai Fitobiotik Pakan Unggas
ABSTRAK                                                                        Imbuhan pakan unggas dapat berasal dari bahan herbal yang mengandung berbagai komponen aktif yang ber...
VARIASI GENETIK BEBERAPA SPESIES KAPAS (Gossypium sp.) BERDASARKAN KERAGAMAN POLA PITA ISOZIM
VARIASI GENETIK BEBERAPA SPESIES KAPAS (Gossypium sp.) BERDASARKAN KERAGAMAN POLA PITA ISOZIM
<p>ABSTRAK</p><p>Deskripsi aksesi-aksesi kapas berdasarkan karakter morfologinyatelah disusun berdasarkan descriptor list yang disusun oleh IBPGR, akantetapi mark...

Back to Top