Javascript must be enabled to continue!
Pembentukan Kebijakan Kemahiran Paralegal Berbasis Kearifan Nilai Lokal
View through CrossRef
Kesadaran hukum merupakan kesadaran yang lahir dari diri sendiri tanpa adanya unsur paksaan untuk menaati hukum. Penerapan hukum di masyarakat akan sangat efektif bahkan tidak diperlukan adanya sanksi manakala kesadaran hukum ini telah terbentuk. Melalui kesadaran hukum ini akan mendorong terciptanya budaya hukum yang baik serta mendukung dalam proses penegakan hukum sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Lawrence M. Friedmann didalam bukunya yang berjudul, “Sistem Hukum”. Menurutnya, ada tiga aspek yang mendukung terciptanya penegakan hukum yang efektif yakni materi hukum (substance), budaya hukum (culture) dan struktur hukum (structure). Paralegal memiliki peran penting dan strategis dalam memberikan bantuan hukum masyarakat miskin. Membentuk kesadaran hukum bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan sosialisasi, transformasi pemahaman yang secara berkelanjutan agar pemahaman dapat tersampaikan dan perilaku hukum dapat terbentuk. Hal ini merupakan suatu tantangan tidak hanya bagi pemerintah atau perangkat daerah, akan tetapi juga bagi akademisi hukum. Faktor pendidikan dan ekonomi merupakan tantangan utama dalam mentransformasi pemahaman akan pentingnya hukum bagi masyarakat. Pendidikan yang tidak merata dan beragam menjadikan proses sosialisasi diperlukan. Hal ini yang menjadi tantangan khususnya bagi Kabupaten Tegal Posisi paralegal dalam suatu tatanan masyarakat adalah hal yang sangat menarik untuk dikaji. Paralegal banatuan hukum memebutuhkan kebijakn yang mampu meningkatkan kemahiran dalam melakukan pendampinagna hukum masyarakat miskin dalam realitas sosial atau cerminan sebuah peradaban. Melalui proses pemberian pemahaman Pembentukan Kebijakan Kemahiran Paralega Berbasi Kearifan Nilai Lokal pada Pusbakum Kabupaten Tegal diharapkan mampu meningkatkan kesadaran hukum bagi masyarakat. Para lelegal mampu meningkatkan kemahiran dalam mendampingi dan pendampingan hukum masyarakat miskin Kabupaten Tegal. Posbakum semakin memiliki kemampuan dalam meningkatkan peran, melaluiakses partisipasi dan manajemen pelayanan yang akuntabel berbasis pada keraifan nilai lokal kabupeten Tegal yang memuliakan manusia. Produkknya adalah artikel ilmiah terpublikasi di jurnal nasional terakreditasi dan atau disajikan di forum ilmiah nasional dan dimuat di media massa lokal. Luaran dari program ini Pembentukan Kebijakan Kemahiran Paralegal Berbasis Kearifan Nilai Lokal pada Pusbakum Kabupaten Tegal.
Universitas Negeri Semarang
Title: Pembentukan Kebijakan Kemahiran Paralegal Berbasis Kearifan Nilai Lokal
Description:
Kesadaran hukum merupakan kesadaran yang lahir dari diri sendiri tanpa adanya unsur paksaan untuk menaati hukum.
Penerapan hukum di masyarakat akan sangat efektif bahkan tidak diperlukan adanya sanksi manakala kesadaran hukum ini telah terbentuk.
Melalui kesadaran hukum ini akan mendorong terciptanya budaya hukum yang baik serta mendukung dalam proses penegakan hukum sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Lawrence M.
Friedmann didalam bukunya yang berjudul, “Sistem Hukum”.
Menurutnya, ada tiga aspek yang mendukung terciptanya penegakan hukum yang efektif yakni materi hukum (substance), budaya hukum (culture) dan struktur hukum (structure).
Paralegal memiliki peran penting dan strategis dalam memberikan bantuan hukum masyarakat miskin.
Membentuk kesadaran hukum bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah.
Dibutuhkan sosialisasi, transformasi pemahaman yang secara berkelanjutan agar pemahaman dapat tersampaikan dan perilaku hukum dapat terbentuk.
Hal ini merupakan suatu tantangan tidak hanya bagi pemerintah atau perangkat daerah, akan tetapi juga bagi akademisi hukum.
Faktor pendidikan dan ekonomi merupakan tantangan utama dalam mentransformasi pemahaman akan pentingnya hukum bagi masyarakat.
Pendidikan yang tidak merata dan beragam menjadikan proses sosialisasi diperlukan.
Hal ini yang menjadi tantangan khususnya bagi Kabupaten Tegal Posisi paralegal dalam suatu tatanan masyarakat adalah hal yang sangat menarik untuk dikaji.
Paralegal banatuan hukum memebutuhkan kebijakn yang mampu meningkatkan kemahiran dalam melakukan pendampinagna hukum masyarakat miskin dalam realitas sosial atau cerminan sebuah peradaban.
Melalui proses pemberian pemahaman Pembentukan Kebijakan Kemahiran Paralega Berbasi Kearifan Nilai Lokal pada Pusbakum Kabupaten Tegal diharapkan mampu meningkatkan kesadaran hukum bagi masyarakat.
Para lelegal mampu meningkatkan kemahiran dalam mendampingi dan pendampingan hukum masyarakat miskin Kabupaten Tegal.
Posbakum semakin memiliki kemampuan dalam meningkatkan peran, melaluiakses partisipasi dan manajemen pelayanan yang akuntabel berbasis pada keraifan nilai lokal kabupeten Tegal yang memuliakan manusia.
Produkknya adalah artikel ilmiah terpublikasi di jurnal nasional terakreditasi dan atau disajikan di forum ilmiah nasional dan dimuat di media massa lokal.
Luaran dari program ini Pembentukan Kebijakan Kemahiran Paralegal Berbasis Kearifan Nilai Lokal pada Pusbakum Kabupaten Tegal.
Related Results
Elemen Kemahiran Insaniah Pelajar Pendidikan TVET Semasa Menjalani Latihan Praktikal
Elemen Kemahiran Insaniah Pelajar Pendidikan TVET Semasa Menjalani Latihan Praktikal
Elemen kemahiran Insaniah pelajar pendidikan TVET semasa menjalani latihan praktikal adalah elemen yang lebih memfokuskan kemahiran generik pelajar serta penguasaan pelbagai elemen...
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi
Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui keterkaitan antara kearifan lokal dengan identitas nasional, tantangan kearifan lokal di era disrupsi, dan strategi menjaga eksistens...
KEDUDUKAN PARALEGAL DALAM PENDAMPINGAN HUKUM
KEDUDUKAN PARALEGAL DALAM PENDAMPINGAN HUKUM
Artikel ini membahas tentang kedudukan paralegal dalam pendampingan hukum. Karenaa padaa awalnya seorang paralegal dapat menangani perkara-perkara hukum baik litigasi maupun non li...
Strategi Pembelajaran Bahasa Arab: Kemahiran Al-Kitâbah (Arabic Learning Strategy: Writing Skills)
Strategi Pembelajaran Bahasa Arab: Kemahiran Al-Kitâbah (Arabic Learning Strategy: Writing Skills)
Dalam pembelajaran bahasa Arab, terdapat empat macam maharah atau kemahiran yang harus dikuasai oleh setiap pembelajar bahasa Arab. Empat kemahiran itu adalah kemahiran istima’, ka...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MADURA DALAM KUMPULAN CERPEN CELURIT HUJAN PANAS KARYA ZAINUL MUTTAQIN SEBAGAI MATERI AJAR BIPA
NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MADURA DALAM KUMPULAN CERPEN CELURIT HUJAN PANAS KARYA ZAINUL MUTTAQIN SEBAGAI MATERI AJAR BIPA
Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing atau yang populer disebut BIPA menjadi sebuah upaya yang dilakukan oleh lembaga pemerintah dan juga lembaga pendidikan untuk menge...

