Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Identifikasi dan Pemetaan Spasial Berbasis SIG Terhadap Situs Warisan Geologi (Geoheritage) Sebagai Landasan Pengembangan Geowisata di Geopark Karst Maros, UNESCO Global Geopark

View through CrossRef
Geopark Karst Maros Pangkep yang ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark merupakan salah satu bentang alam karst paling signifikan di Asia Tenggara. Meskipun demikian, dokumentasi spasial yang sistematis dari situs warisan geologisnya (geoheritage) masih terbatas, sehingga menghambat perencanaan geowisata yang efektif dan perumusan kebijakan konservasi berbasis bukti ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan memetakan secara spasial situs-situs geoheritage di Geopark Karst Maros menggunakan pendekatan terpadu antara survei lapangan dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Survei lapangan dilakukan di tiga kawasan utama yaitu Bantimurung, Leang-leang, dan Rammang-rammang. Data primer berupa koordinat GPS dari setiap situs yang dikombinasikan dengan data spasial sekunder (DEM BIG, jaringan jalan, dan jaringan sungai) untuk menghasilkan peta distribusi spasial geoheritage. Distribusi spasial dianalisis menggunakan analisis overlay SIG yang memungkinkan interpretasi pola pengelompokkan spasial, gradien aksesibilitas, dan hubungan antara persebaran situs geoheritage dengan pengaruh geologi yang mendasarinya. Hasil penelitian mengidentifikasi 12 situs geoheritage yang terdiri dari empat tipe utama: speleologi, geomorfologi, arkeologi, dan hidrologi. Distribusi spasial menunjukkan konsentrasi tertinggi di Kawasan Rammang-rammang dengan enam situs, diikuti oleh masing-masing tiga situs di Kawasan Bantimurung dan Kawasan Leang-leang. Ketiga kawasan tersebut membentuk koridor geowisata yang terhubung secara linier dengan potensi besar untuk pengembangan terintegrasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada dihasilkannya inventaris geoheritage berbasis survei lapangan yang pertama dan paling komprehensif di koridor Bantimurung-Leang-leang-Rammang-rammang sebagai zona geowisata terpadu dengan pendekatan pemetaan spasial SIG yang mengungkap hubungan antara distribusi geoheritage dan kendali litologi-struktural Formasi Tonasa.
Title: Identifikasi dan Pemetaan Spasial Berbasis SIG Terhadap Situs Warisan Geologi (Geoheritage) Sebagai Landasan Pengembangan Geowisata di Geopark Karst Maros, UNESCO Global Geopark
Description:
Geopark Karst Maros Pangkep yang ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark merupakan salah satu bentang alam karst paling signifikan di Asia Tenggara.
Meskipun demikian, dokumentasi spasial yang sistematis dari situs warisan geologisnya (geoheritage) masih terbatas, sehingga menghambat perencanaan geowisata yang efektif dan perumusan kebijakan konservasi berbasis bukti ilmiah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan memetakan secara spasial situs-situs geoheritage di Geopark Karst Maros menggunakan pendekatan terpadu antara survei lapangan dan Sistem Informasi Geografis (SIG).
Survei lapangan dilakukan di tiga kawasan utama yaitu Bantimurung, Leang-leang, dan Rammang-rammang.
Data primer berupa koordinat GPS dari setiap situs yang dikombinasikan dengan data spasial sekunder (DEM BIG, jaringan jalan, dan jaringan sungai) untuk menghasilkan peta distribusi spasial geoheritage.
Distribusi spasial dianalisis menggunakan analisis overlay SIG yang memungkinkan interpretasi pola pengelompokkan spasial, gradien aksesibilitas, dan hubungan antara persebaran situs geoheritage dengan pengaruh geologi yang mendasarinya.
Hasil penelitian mengidentifikasi 12 situs geoheritage yang terdiri dari empat tipe utama: speleologi, geomorfologi, arkeologi, dan hidrologi.
Distribusi spasial menunjukkan konsentrasi tertinggi di Kawasan Rammang-rammang dengan enam situs, diikuti oleh masing-masing tiga situs di Kawasan Bantimurung dan Kawasan Leang-leang.
Ketiga kawasan tersebut membentuk koridor geowisata yang terhubung secara linier dengan potensi besar untuk pengembangan terintegrasi.
Kebaruan penelitian ini terletak pada dihasilkannya inventaris geoheritage berbasis survei lapangan yang pertama dan paling komprehensif di koridor Bantimurung-Leang-leang-Rammang-rammang sebagai zona geowisata terpadu dengan pendekatan pemetaan spasial SIG yang mengungkap hubungan antara distribusi geoheritage dan kendali litologi-struktural Formasi Tonasa.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
STUDI GEOLOGIKARST SEBAGAI KAWASAN LINDUNG GEOLOGI DI KABUPATEN MUNA DAN KABUPATEN MUNA BARAT
STUDI GEOLOGIKARST SEBAGAI KAWASAN LINDUNG GEOLOGI DI KABUPATEN MUNA DAN KABUPATEN MUNA BARAT
ABSTRAKStudi Geologi Karst Sebagai Kawasan Lindung Geologi Di Kabupaten Muna Dan Kabupaten Muna Barat (Dibimbing oleh Muh Tufaila Hemon, sebagai Pembimbing I dan La Ode Ngkoimani, ...
Tinjauan Kontribusi Fosil dalam Penetapan Warisan Geologi
Tinjauan Kontribusi Fosil dalam Penetapan Warisan Geologi
Dokumen usulan penetapan situs warisan geologi dari Pemerintah Daerah Kota, Kabupaten dan Provinsi di Indonesia makin meningkat sejak beberapa tahun terakhir ini.Situs Warisan Geol...
Pengaruh Kualitas Pelayanan Event terhadap Partisipasi dalam Pengembangan Geopark
Pengaruh Kualitas Pelayanan Event terhadap Partisipasi dalam Pengembangan Geopark
Abstrak. Event “UNESCO Global Geoparks Youth Marine Camp 2023” adalah kegiatan sebagai tempat bagi pemuda dalam pengembangan geopark. Namun, data menunjukkan penurunan partisipasi ...
PENGUATAN PERAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN PARIWISATA GEOPARK DI DESA RIDOGALIH
PENGUATAN PERAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN PARIWISATA GEOPARK DI DESA RIDOGALIH
Geopark adalah taman bumi yang termasuk dalam kawasan konservasi, yang memiliki unsur geodiversity (keragaman geologi), biodiversity (keragaman hayati, dan cultural diversity (kera...
Penilaian Geosite Palukoro Di Lembah Palu
Penilaian Geosite Palukoro Di Lembah Palu
Keberagaman Situs warisan geologi (geosite), baik yang terbentuk pasca 28 September 2018 maupun telah ada sebelumnya dapat dijadikan objek warisan Geologi (geoheritage) dalam suatu...
OWERVIEW OF GEOHERITAGE ASSESSMENT METHODS
OWERVIEW OF GEOHERITAGE ASSESSMENT METHODS
The assessment of geoheritage and geodiversity is a necessary prerequisite for the development of measures to preserve unique geological and geomorphological objects. Various forei...
Pemetaan potensi bahan galian mangan sebagai langkah awal menuju geowisata inovatif
Pemetaan potensi bahan galian mangan sebagai langkah awal menuju geowisata inovatif
Keberadaan bahan galian mangan di Desa Pattappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan memberikan peluang besar untuk dikembangkan sebagai geowisata yan...

Back to Top