Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TOPONIM KEPULAUAN LAUT CHINA SELATAN: SATU PEMERHATIAN AWAL MENGENAI ISTILAHNYA DALAM SUMBER SEJARAH

View through CrossRef
ABSTRAK Laut China Selatan (LCS) mencakupi ruang wilayah daratan serta kelautan beberapa negara pesisir di Asia Tenggara seperti Malaysia, Vietnam, Filipina dan Brunei.  Berdasarkan susur masa era tradisional hingga moden, istilah LCS ini secara rasmi digunakan sebelum tempoh Perang Dunia Kedua (PDII). Sebelumnya, LCS yang dikenali pada era moden menggunakan istilah pelbagai merujuk kepada sumber sejarah Barat, China dan Tempatan. Kedinamikan ini merupakan satu elemen yang penting untuk menerangkan sejarah LCS secara komprehensif dan tidak terikat dengan satu perspektif atau sumber sahaja. Antara objektif yang ingin dicapai melalui makalah ini adalah, menjelaskan tentang penggunaan istilah atau toponim LCS berdasarkan sumber Barat, China dan Tempatan. Kedua, menganalisa faktor dan hujah tertentu penggunaan istilah LCS sebagai pencerahan terhadap sejarah LCS dan hubung kaitnya dengan kuasa tradisional China dan Barat. Kajian ini disempurnakan dengan menggunakan kaedah kualitatif iaitu mengumpul dan menganalisis sumber primer serta sekunder melalui peta-peta awal dan laporan. Kajian mendapati bahawa, pelayaran dan perdagangan secara langsung dan tidak langsung telah mempengaruhi penggunaan istilah LCS berdasarkan sumber sejarah yang pelbagai. Walau bagaimanapun, istilah ini tidak mempunyai hubung kait dengan isu ‘pemilikan’ kuasa-kuasa tertentu di rantau Asia. Kajian lanjut berdasarkan manuskrip tradisional dari sumber Tempatan, Arab, China dan Barat perlu diperluaskan dan diseimbangkan dengan sumber asing yang lain seperti Taiwan dan Jepun bagi memperkaya kefahaman mengenai istilah atau toponim LCS.   ABSTRACT The South China Sea (SCS) covers the land and sea area of ​​several coastal countries in Southeast Asia such as Malaysia, Vietnam, the Philippines and Brunei. Based on the timeline of the traditional to the modern era, the term SCS was officially used before the Second World War (WWII) period. Previously, the SCS known in the modern era used various terms referring to Western, Chinese and Local historical sources. This dynamism is an important element in explaining the history of SCS comprehensively and not bound to one perspective or source only. Among the objectives to be achieved through this paper is to explain the use of SCS terms or toponyms based on Western, Chinese, and Local sources. Second, analyze the specific factors and arguments for the use of the term SCS as an enlightenment on the history of SCS and its connection with the traditional power of China and the West. This study was completed by using a qualitative method that is to collect and analyze primary and secondary sources through preliminary maps and reports. The study found that navigation and trade, directly and indirectly, influenced the use of the term SCS based on diverse historical sources. However, this term has no connection with the issue of 'ownership' of certain powers in the Asian region. Further studies based on traditional manuscripts from Local, Arabic, Chinese, and Western sources need to be expanded and balanced with other foreign sources such as Taiwan and Japan to enrich the understanding of SCS terms or toponyms.
Universiti Malaysia Sabah (UMS)
Title: TOPONIM KEPULAUAN LAUT CHINA SELATAN: SATU PEMERHATIAN AWAL MENGENAI ISTILAHNYA DALAM SUMBER SEJARAH
Description:
ABSTRAK Laut China Selatan (LCS) mencakupi ruang wilayah daratan serta kelautan beberapa negara pesisir di Asia Tenggara seperti Malaysia, Vietnam, Filipina dan Brunei.
  Berdasarkan susur masa era tradisional hingga moden, istilah LCS ini secara rasmi digunakan sebelum tempoh Perang Dunia Kedua (PDII).
Sebelumnya, LCS yang dikenali pada era moden menggunakan istilah pelbagai merujuk kepada sumber sejarah Barat, China dan Tempatan.
Kedinamikan ini merupakan satu elemen yang penting untuk menerangkan sejarah LCS secara komprehensif dan tidak terikat dengan satu perspektif atau sumber sahaja.
Antara objektif yang ingin dicapai melalui makalah ini adalah, menjelaskan tentang penggunaan istilah atau toponim LCS berdasarkan sumber Barat, China dan Tempatan.
Kedua, menganalisa faktor dan hujah tertentu penggunaan istilah LCS sebagai pencerahan terhadap sejarah LCS dan hubung kaitnya dengan kuasa tradisional China dan Barat.
Kajian ini disempurnakan dengan menggunakan kaedah kualitatif iaitu mengumpul dan menganalisis sumber primer serta sekunder melalui peta-peta awal dan laporan.
Kajian mendapati bahawa, pelayaran dan perdagangan secara langsung dan tidak langsung telah mempengaruhi penggunaan istilah LCS berdasarkan sumber sejarah yang pelbagai.
Walau bagaimanapun, istilah ini tidak mempunyai hubung kait dengan isu ‘pemilikan’ kuasa-kuasa tertentu di rantau Asia.
Kajian lanjut berdasarkan manuskrip tradisional dari sumber Tempatan, Arab, China dan Barat perlu diperluaskan dan diseimbangkan dengan sumber asing yang lain seperti Taiwan dan Jepun bagi memperkaya kefahaman mengenai istilah atau toponim LCS.
  ABSTRACT The South China Sea (SCS) covers the land and sea area of ​​several coastal countries in Southeast Asia such as Malaysia, Vietnam, the Philippines and Brunei.
Based on the timeline of the traditional to the modern era, the term SCS was officially used before the Second World War (WWII) period.
Previously, the SCS known in the modern era used various terms referring to Western, Chinese and Local historical sources.
This dynamism is an important element in explaining the history of SCS comprehensively and not bound to one perspective or source only.
Among the objectives to be achieved through this paper is to explain the use of SCS terms or toponyms based on Western, Chinese, and Local sources.
Second, analyze the specific factors and arguments for the use of the term SCS as an enlightenment on the history of SCS and its connection with the traditional power of China and the West.
This study was completed by using a qualitative method that is to collect and analyze primary and secondary sources through preliminary maps and reports.
The study found that navigation and trade, directly and indirectly, influenced the use of the term SCS based on diverse historical sources.
However, this term has no connection with the issue of 'ownership' of certain powers in the Asian region.
Further studies based on traditional manuscripts from Local, Arabic, Chinese, and Western sources need to be expanded and balanced with other foreign sources such as Taiwan and Japan to enrich the understanding of SCS terms or toponyms.

Related Results

Sejarah Toponim Prabumulih sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah
Sejarah Toponim Prabumulih sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah
Sejarah toponim Prabumulih adalah sumber masa lalu dari asal-usul nama tempat menjadi identitas bagi masyarakat yang bertempat tinggal di Prabumulih, yang merupakan hasil kebudayaa...
Sengketa Wilayah Maritim di Laut Tiongkok Selatan
Sengketa Wilayah Maritim di Laut Tiongkok Selatan
Sengketa Laut Tiongkok Selatan merupakan sengketa terpanas di abad ke-21, dimana Tiongkok, Amerika Serikat dan sebagian besar anggota ASEAN terlibat secara tak langsung. Adapun 3 (...
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan Lokal Sukur Laut Dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Pesisir Pantai Pamayang Kecamatan Cipatujah
Kearifan lokal tradisi Syukur Laut merupakan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pesisir pantai Pamayangsari. Kegiatan ini memiliki nilai nilai tradisi yang bisa dikaji...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
KAJIAN PEMANFAATAN TOPONIM UNTUK PENINGKATAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA DAERAH
KAJIAN PEMANFAATAN TOPONIM UNTUK PENINGKATAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA DAERAH
<p class="JGI-AbstractIsi">Data toponim atau gasetir merupakan daftar yang berisi nama-nama unsur rupabumi baik alami maupun buatan beserta koordinat atau posisinya di muka b...
Strategi Peningkatan Kelompok Nelayan Melalui Diversifikasi dan Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut
Strategi Peningkatan Kelompok Nelayan Melalui Diversifikasi dan Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut
Desa Tanailandu merupakan merupakan desa yang berada di Kabupaten Buton Tengah penghasil rumput laut. Rumput laut dikembangkan dengan memanfaatkan sepanjang Pantai desa oleh kelomp...
Editorial
Editorial
Pada mulanya politik dianggap sebagai tulang punggung sejarah, demikian dinyatakan oleh Kuntowijoyo (2003: 174). Oleh karena itu pula, lanjutnya, teks-teks sejarah selalu berisi re...

Back to Top