Javascript must be enabled to continue!
PEMIKIRAN SAINS-SUFISTIK ORANG BUGIS DALAM NASKAH KUTIKA UGI’ SAKKE RUPA
View through CrossRef
This article discusses the contents of the manuscript entitled Kutika Ugi' Sakke Rupa (KUSR) or Bunga Rampai Kutika Bugis. KUSR explains the method of calculating the good and bad times of the Bugis people. KUSR has a superior value to similar kutika scripts that only contain one or two methods. KUSR collects several methods of calculating time which mostly accepts literature from the Islamic world in the Middle East and North Africa, such as the works of Sheikh Aḥmad bin Muḥammad Ramaḍān al-Makki and Abu al-'Abbās Aḥmad bin ‘Alī al-Būnī. In addition, Ibn 'Arabī thought also played an important role in the construction of the KUSR text through the explanation of wahdāt al-wujūd understanding and remembrance related to the elements of Islamic Sufism. In this regard, this article analyzes the relationship between the influence of Islamic Sufism and the Kutika method of calculation, especially in the 19th century. Therefore, a philological approach related to the study of texts and the history of manuscripts to understand the background of Islamic influence is an important thing to do in this study. This aims to reveal the form of Islamic influence contained in the KUSR text and its relation to the development of Islam in South Sulawesi. Thus, Islamic discourses, especially Sufism, can be seen as an influential factor in the transmission of science and astronomy in the 19th century Bugis society.
Keywords: Kutika, Bugis, Natural Science, Sufism.
Artikel ini mendiskusikan isi naskah yang berjudul Kutika Ugi’ Sakke Rupa (KUSR) atau Bunga Rampai Kutika Bugis. KUSR menjelaskan metode perhitungan waktu baik dan buruk masyarakat Bugis. KUSR memiliki nilai ungul daripada naskah kutika serupa yang hanya memuat satu atau dua metode. KUSR menghimpun beberapa metode hitungan waktu yang banyak meresepsi literatur-literatur yang berasal dari dunia Islam di Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti karya-karya Syekh Ahmad bin Muhammad Ramadhân al-Makki dan Abu al-‘Abbas Ahmad bin Ali al-Būnī. Selain itu, Ibnu ‘Arabī juga memegang peranan penting dalam konstruksi teks KUSR melalui penjelasan paham wahdāt al-wujūd dan zikir-zikir yang berkaitan dengan unsur-unsur sufisme Islam. Sehubungan dengan hal tersebut, artikel ini menganalisis kaitan antara pengaruh sufisme Islam dan metode hitungan Kutika, khususnya pada abad ke-19. Oleh sebab itu, pendekatan Filologi terkait kajian teks dan sejarah naskah untuk memahami latar belakang pengaruh Islam menjadi hal yang penting dilakukan dalam studi ini. Hal ini bertujuan untuk mengungkap bentuk pengaruh Islam yang terdapat dalam naskah KUSR dan kaitannya dengan perkembangan Islam di Sulawesi Selatan. Dengan demikian, wacana-wacana keislaman terutama tasawuf dapat dilihat sebagai faktor yang berpengaruh terhadap transmisi ilmu sains dan falak masyarakat Bugis abad ke-19.
Kata kunci: Kutika, Bugis, Sains, Sufisme.
Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi
Title: PEMIKIRAN SAINS-SUFISTIK ORANG BUGIS DALAM NASKAH KUTIKA UGI’ SAKKE RUPA
Description:
This article discusses the contents of the manuscript entitled Kutika Ugi' Sakke Rupa (KUSR) or Bunga Rampai Kutika Bugis.
KUSR explains the method of calculating the good and bad times of the Bugis people.
KUSR has a superior value to similar kutika scripts that only contain one or two methods.
KUSR collects several methods of calculating time which mostly accepts literature from the Islamic world in the Middle East and North Africa, such as the works of Sheikh Aḥmad bin Muḥammad Ramaḍān al-Makki and Abu al-'Abbās Aḥmad bin ‘Alī al-Būnī.
In addition, Ibn 'Arabī thought also played an important role in the construction of the KUSR text through the explanation of wahdāt al-wujūd understanding and remembrance related to the elements of Islamic Sufism.
In this regard, this article analyzes the relationship between the influence of Islamic Sufism and the Kutika method of calculation, especially in the 19th century.
Therefore, a philological approach related to the study of texts and the history of manuscripts to understand the background of Islamic influence is an important thing to do in this study.
This aims to reveal the form of Islamic influence contained in the KUSR text and its relation to the development of Islam in South Sulawesi.
Thus, Islamic discourses, especially Sufism, can be seen as an influential factor in the transmission of science and astronomy in the 19th century Bugis society.
Keywords: Kutika, Bugis, Natural Science, Sufism.
Artikel ini mendiskusikan isi naskah yang berjudul Kutika Ugi’ Sakke Rupa (KUSR) atau Bunga Rampai Kutika Bugis.
KUSR menjelaskan metode perhitungan waktu baik dan buruk masyarakat Bugis.
KUSR memiliki nilai ungul daripada naskah kutika serupa yang hanya memuat satu atau dua metode.
KUSR menghimpun beberapa metode hitungan waktu yang banyak meresepsi literatur-literatur yang berasal dari dunia Islam di Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti karya-karya Syekh Ahmad bin Muhammad Ramadhân al-Makki dan Abu al-‘Abbas Ahmad bin Ali al-Būnī.
Selain itu, Ibnu ‘Arabī juga memegang peranan penting dalam konstruksi teks KUSR melalui penjelasan paham wahdāt al-wujūd dan zikir-zikir yang berkaitan dengan unsur-unsur sufisme Islam.
Sehubungan dengan hal tersebut, artikel ini menganalisis kaitan antara pengaruh sufisme Islam dan metode hitungan Kutika, khususnya pada abad ke-19.
Oleh sebab itu, pendekatan Filologi terkait kajian teks dan sejarah naskah untuk memahami latar belakang pengaruh Islam menjadi hal yang penting dilakukan dalam studi ini.
Hal ini bertujuan untuk mengungkap bentuk pengaruh Islam yang terdapat dalam naskah KUSR dan kaitannya dengan perkembangan Islam di Sulawesi Selatan.
Dengan demikian, wacana-wacana keislaman terutama tasawuf dapat dilihat sebagai faktor yang berpengaruh terhadap transmisi ilmu sains dan falak masyarakat Bugis abad ke-19.
Kata kunci: Kutika, Bugis, Sains, Sufisme.
Related Results
SEJARAH BUDAYA MASYARAKAT BUGIS DI KELURAHAN BOEPINANG KECAMATAN POLEANG KABUPATEN BOMBANA
SEJARAH BUDAYA MASYARAKAT BUGIS DI KELURAHAN BOEPINANG KECAMATAN POLEANG KABUPATEN BOMBANA
ABSTRAK: Tujuan utama penelitian ini adalah: (1) Untuk menjelaskan bentuk-bentuk kebudayaan masyarakat suku Bugis di Kelurahan Boepinang Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana, (2) Un...
SEJARAH MASYARAKAT NELAYAN SUKU BUGIS DI DESA POLEWALI, KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN (1950-2017)
SEJARAH MASYARAKAT NELAYAN SUKU BUGIS DI DESA POLEWALI, KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN (1950-2017)
ABSTRAK: Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sejarah kedatangan orang Bugis di Desa Polewali Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan? (2) Bagaimana kond...
Accessibility of Urban Green Infrastructure in Addis Ababa City, Ethiopia: Current Status and Future Challenge
Accessibility of Urban Green Infrastructure in Addis Ababa City, Ethiopia: Current Status and Future Challenge
Abstract
Background: Many studies have been conducted on the challenges underpinning the depletion and inaccessibility of urban green infrastructures (UGI) in cities of dev...
Pesan dari Managing Editor
Pesan dari Managing Editor
Salam sejahtera,
Untuk volume 17 edisi 2 tahun 2019, Jurnal Psikologi Sosial (JPS) menerbitkan tujuh naskah dengan topik yang menyentuh berbagai fenomena di masyarakat Indonesia. ...
Pelatihan Kemampuan Berbahasa Bugis di Kalangan Warga Malaysia Keturunan Bugis Di Johor- Malaysia
Pelatihan Kemampuan Berbahasa Bugis di Kalangan Warga Malaysia Keturunan Bugis Di Johor- Malaysia
Pelatihan ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan kemampuan berbahasa Bugis di kalangan masyarakat Malaysia keturunan Bugis, khususnya yang berdomisili di Johor. Kegiata...
Rumah Bugis sebagai Bentuk Pemertahanan Budaya Masyarakat Bugis di Desa Kemojan Karimunjawa
Rumah Bugis sebagai Bentuk Pemertahanan Budaya Masyarakat Bugis di Desa Kemojan Karimunjawa
This paper examines the Bugis house in the Kemojan Village of Karimunjawa as a form of cultural retention of the Bugis people. The efforts of the Bugis community of Kemojan Karimun...
Penerjemahan Naskah: Problematika dan Solusi
Penerjemahan Naskah: Problematika dan Solusi
Dalam bahasa Indonesia, manuskrip juga disebut naskah. Berkenaan dengan pengkajian naskah, ada tiga bidang ilmu terkait yang langsung, yaitu kodikologi, paleografi, dan filologi. K...

