Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

INVENTARISASI JAMUR PADA BENIH BEBERAPA VARIETAS KEDELAI [Glycine max (L.) Merril] YANG BERADA DI SEKITAR BANDAR LAMPUNG

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jamur yang terdapat pada beberapa varietas benih kedelai [ Glycine max (L.) Merril ] yang berada di sekitar Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penyakit Tanaman, UniversitasLampung dari Mei 2013 sampai dengan Agustus 2013. Penelitian ini menggunakan kedelai varieta Burangrang, Kaba, Argomulyo, Tanggamus dan Grobogan. Benih-benih tersebut diinkubasi menggunakan metode blotter test dan agar plate test dengan dua perlakuan, yaitu kontrol (tanpa NaOCl) dan dengan menggunakan NaOCl. Jamur-jamur yang tumbuh dari benih yang diinkubasi diidentifikasi dengan cara diamati dan difoto, selanjutnya dicocokkan dengan bubu-buku referensi tentang penyakit- penyakit kedelai. Selain itu juga dilakukan penghitungan persentase kemunculan jamur dari benih yang diinkubasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan dengan perlakuan desinfeksi maupun tanpa desinfeksi ditemukan jenis jamur yang berasal dari lapang (Fusarium sp., Cercospora sp., Sclerotium sp., Phomopsis sp., Rhizoctonia sp., dan Colletotrichum sp.) dan jenis jamur yang berasal dari gudang penyimpanan (Trichoderma sp., Aspergillus sp., Penicillium sp., dan Rhizopus sp.). Benih yang diberikan perlakuan desinfeksi dapat mengurangi tumbuhnya jamur yang berasal dari gudang/tempat penyimpanan (kontaminan) tetapi tidak menghilangkan jenis jamur yang menginfeksi di dalam benih (jamur yang berasal dari lapang). Pada varietas Grobogan Rhizoctonia sp. memiliki persentase kemunculan jamur yang lebih tinggi dibandingkan dengan jamur lainnya yaitu sebesar 60,56%. Pada benih dengan perlakuan tanpa desinfeksi persentase kemunculan Aspergillus sp. pada varietas Kaba dan Tanggamus lebih tinggi dibandingkan dengan jamur lainnya sebesar 63,33%. Pada media perlakuan desinfeksi dengan menggunakan media kertas saring persentase kemunculan jamur pada varietas Kaba Cercospora sp. memiliki persentase lebih tinggi dibandingkan dengan jamur lainnya sebesar 30%. Pada media perlakuan tanpa desinfeksidengan menggunakan media kertas saring, Trichoderma sp. pada varietas Kaba memiliki persentase kemunculan jamur lebih tinggi dibandingkan dengan jamur lainnya, dengan persentase kemunculan masing-masing sebesar 77,23%.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: INVENTARISASI JAMUR PADA BENIH BEBERAPA VARIETAS KEDELAI [Glycine max (L.) Merril] YANG BERADA DI SEKITAR BANDAR LAMPUNG
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jamur yang terdapat pada beberapa varietas benih kedelai [ Glycine max (L.
) Merril ] yang berada di sekitar Bandar Lampung.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penyakit Tanaman, UniversitasLampung dari Mei 2013 sampai dengan Agustus 2013.
Penelitian ini menggunakan kedelai varieta Burangrang, Kaba, Argomulyo, Tanggamus dan Grobogan.
Benih-benih tersebut diinkubasi menggunakan metode blotter test dan agar plate test dengan dua perlakuan, yaitu kontrol (tanpa NaOCl) dan dengan menggunakan NaOCl.
Jamur-jamur yang tumbuh dari benih yang diinkubasi diidentifikasi dengan cara diamati dan difoto, selanjutnya dicocokkan dengan bubu-buku referensi tentang penyakit- penyakit kedelai.
Selain itu juga dilakukan penghitungan persentase kemunculan jamur dari benih yang diinkubasi.
Hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan dengan perlakuan desinfeksi maupun tanpa desinfeksi ditemukan jenis jamur yang berasal dari lapang (Fusarium sp.
, Cercospora sp.
, Sclerotium sp.
, Phomopsis sp.
, Rhizoctonia sp.
, dan Colletotrichum sp.
) dan jenis jamur yang berasal dari gudang penyimpanan (Trichoderma sp.
, Aspergillus sp.
, Penicillium sp.
, dan Rhizopus sp.
).
Benih yang diberikan perlakuan desinfeksi dapat mengurangi tumbuhnya jamur yang berasal dari gudang/tempat penyimpanan (kontaminan) tetapi tidak menghilangkan jenis jamur yang menginfeksi di dalam benih (jamur yang berasal dari lapang).
Pada varietas Grobogan Rhizoctonia sp.
memiliki persentase kemunculan jamur yang lebih tinggi dibandingkan dengan jamur lainnya yaitu sebesar 60,56%.
Pada benih dengan perlakuan tanpa desinfeksi persentase kemunculan Aspergillus sp.
pada varietas Kaba dan Tanggamus lebih tinggi dibandingkan dengan jamur lainnya sebesar 63,33%.
Pada media perlakuan desinfeksi dengan menggunakan media kertas saring persentase kemunculan jamur pada varietas Kaba Cercospora sp.
memiliki persentase lebih tinggi dibandingkan dengan jamur lainnya sebesar 30%.
Pada media perlakuan tanpa desinfeksidengan menggunakan media kertas saring, Trichoderma sp.
pada varietas Kaba memiliki persentase kemunculan jamur lebih tinggi dibandingkan dengan jamur lainnya, dengan persentase kemunculan masing-masing sebesar 77,23%.

Related Results

REDESAIN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN DAN SAYURAN BERBASIS PERMINTAAN PASAR
REDESAIN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN DAN SAYURAN BERBASIS PERMINTAAN PASAR
Pembebasan kembali investasi asing melalui UU No. 11/2021 (UU No. 2/2022, UU No. 6/2023) tentang Cipta Kerja mendorong industri benih tanaman pangan dan sayuran lebih kompetitif. S...
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Pengenalan Aplikasi Analisis Data untuk Pengelompokkan Pemasaran Jamur Tiram
Jamur tiram merupakan jenis jamur yang dapat dikonsumsi baik jamur segar maupun jamur yang sudah diolah menjadi berbagai makanan. Budidaya jamur tiram menjadi salah satu usaha yang...
Penjual Obat Cytotec Di Bandar Lampung ( Wa 085268881116 ) Apotik Jual Obat Cytotec Aborsi Di Bandar Lampung
Penjual Obat Cytotec Di Bandar Lampung ( Wa 085268881116 ) Apotik Jual Obat Cytotec Aborsi Di Bandar Lampung
Jual Obat Aborsi Di Bandar Lampung, Jual Cytotec Bandar Lampung, Penjual Obat Cytotec Bandar Lampung, Jual Obat Aborsi Bandar Lampung, Obat Penggugur Kandungan Di Bandar Lampung, O...
UMUR SIMPAN BENIH KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) VARIETAS ANJASMORO PADA KONDISI RUANG SIMPAN BERBEDA
UMUR SIMPAN BENIH KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) VARIETAS ANJASMORO PADA KONDISI RUANG SIMPAN BERBEDA
Salah satu faktor penghambat produksi kedelai di daerah tropis yakni kemunduran benih yang sangat cepat selama penyimpanan sehingga mengurangi penyediaan benih berkualitas tinggi. ...
Biodiversitas Jamur Basidiomycetes Untuk Biobanking Di Kecamatan BanamaTingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
Biodiversitas Jamur Basidiomycetes Untuk Biobanking Di Kecamatan BanamaTingang Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah
ABSTRAK Pengetahuan masyarakat lokal akan pemanfaatan jamur baik sebagai jamur obat maupun jamur pangan masih belum memadai serta informasi yang berkaitan dengan pemanfaatan jamur ...
Kajian Usahatani Jamur Tiram Langgeng Kerso Jamur di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru
Kajian Usahatani Jamur Tiram Langgeng Kerso Jamur di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru
Budidaya jamur tiram merupakan salah satu usaha di bidang agribisnis yang memiliki peluang bisnis cukup besar. Langgeng Kerso Jamur ialah salah satu usaha budidaya jamur tiram mili...
[RETRACTED] TruuBurn Keto Max Reviews | Tried dieting but not seen the Results You Desire! Try - TruuBurn Keto Max v1
[RETRACTED] TruuBurn Keto Max Reviews | Tried dieting but not seen the Results You Desire! Try - TruuBurn Keto Max v1
[RETRACTED]TruuBurn Keto Max Reviews: Does Truu Burn Keto Advanced Diet Pills Work? TruuBurn Keto Max is an Advanced Keto diet pill that enables you to lose weight within a short...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

Back to Top