Javascript must be enabled to continue!
Karakteristik Kimia dan Sensori Abon Cabai Merah Keriting – Terasi
View through CrossRef
Abon cabai adalah produk olahan dari cabai kering yang digiling halus dan diperkaya oleh bumbu dan rempah, serta berpotensi dalam meningkatkan efisiensi pemasaran cabai melalui diversifikasi. Studi ini ditujukan untuk mengetahui karakteristik kimia dan sensori abon cabai merah seiring penambahan bubuk terasi. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas satu faktor dengan tiga taraf perlakuan, yaitu A1 (10 g bubuk terasi), A2 (20 g bubuk terasi), dan A3 (30 g bubuk terasi). Analisis mencakup uji kimia (kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat kasat), uji sensori (uji mutu sensori dan uji hedonik). Data dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengna uji lanjut Duncan taraf 95%. Penentuan produk terpilih abon cabai merah terasi menggunakan metode De Garmo, abon cabai merah dengan penambahan bubuk terasi 30 g memiliki nilai produktifitas tertinggi sebesar 0,58 dengan kadar air berkisar 7,05%, abu berkisar 28,10%, protein berkisar 20,10%, lemak berkisar 12,01%, karbohidrat berkisar 33,05%, serta serat kasar berkisar 19,25%.
Title: Karakteristik Kimia dan Sensori Abon Cabai Merah Keriting – Terasi
Description:
Abon cabai adalah produk olahan dari cabai kering yang digiling halus dan diperkaya oleh bumbu dan rempah, serta berpotensi dalam meningkatkan efisiensi pemasaran cabai melalui diversifikasi.
Studi ini ditujukan untuk mengetahui karakteristik kimia dan sensori abon cabai merah seiring penambahan bubuk terasi.
Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas satu faktor dengan tiga taraf perlakuan, yaitu A1 (10 g bubuk terasi), A2 (20 g bubuk terasi), dan A3 (30 g bubuk terasi).
Analisis mencakup uji kimia (kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat kasat), uji sensori (uji mutu sensori dan uji hedonik).
Data dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengna uji lanjut Duncan taraf 95%.
Penentuan produk terpilih abon cabai merah terasi menggunakan metode De Garmo, abon cabai merah dengan penambahan bubuk terasi 30 g memiliki nilai produktifitas tertinggi sebesar 0,58 dengan kadar air berkisar 7,05%, abu berkisar 28,10%, protein berkisar 20,10%, lemak berkisar 12,01%, karbohidrat berkisar 33,05%, serta serat kasar berkisar 19,25%.
Related Results
Tinjauan Akhlak Bisnis Islam terhadap Produksi Terasi
Tinjauan Akhlak Bisnis Islam terhadap Produksi Terasi
Abstract. Basically, Terasi is the result of the fermentation process of fish or terasi which is processed in such a way that it can be used as an additional ingredient in some typ...
PERBEDAAN HASIL ABON YANG TERBUAT DARI IKAN GABUS DAN ABON IKAN BANDENG DITINJAU DARI BIAYA PRODUKSI DAN DAYA BELI KONSUMEN
PERBEDAAN HASIL ABON YANG TERBUAT DARI IKAN GABUS DAN ABON IKAN BANDENG DITINJAU DARI BIAYA PRODUKSI DAN DAYA BELI KONSUMEN
Abon merupakan salah satu produk olahan makanan yang sudah di kenal oleh masyarakat yang umumnya, di buat dari daging sapi, nangka muda, dan kluwih. Abon ikan saat ini sudah mulai ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJUALAN CABAI MERAH KERITING (Studi Kasus di Kota Pematangsiantar)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJUALAN CABAI MERAH KERITING (Studi Kasus di Kota Pematangsiantar)
Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah lokasi usaha dan mutu barang berhubungan dengan banyaknya cabai merah keriting yang terjual serta untuk mengetahui apakah biaya lokasi...
EFISIENSI USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN
EFISIENSI USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN
Usahatani cabai merah di Kabupaten Kebumen sebagian besar berada di Kecamatan Mirit. Produksi cabai merah di Kecamatan Mirit mengalami peningkatan produksi pada tahun 2012 dan meng...
KAJIAN LITERATUR: POTENSI FERMENTASI DAN KARAKTERISTIK PROKSIMAT ASAL TERASI SEBAGAI BUMBU TRADISIONAL DI WILAYAH ASIA
KAJIAN LITERATUR: POTENSI FERMENTASI DAN KARAKTERISTIK PROKSIMAT ASAL TERASI SEBAGAI BUMBU TRADISIONAL DI WILAYAH ASIA
Salah satu produk fermentasi ikan yang sering dijumpai di berbagai negara yang memiliki kekayaan maritim di wilayah Asia adalah terasi (shrimp paste). Terasi atau shrimp paste mer...
Kajian Elisitor Biosaka Dan Plant Growth Promoting Rizobacter (PGPR) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.)
Kajian Elisitor Biosaka Dan Plant Growth Promoting Rizobacter (PGPR) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.)
Produktivitas cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) seringkali tidak memadai karena keterbatasan kemampuan tanaman untuk menyerap nutrisi dan kondisi lingkungan yang berfluktua...
ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN ABON IKAN DENGAN JENIS ABON LAIN (STUDI KASUS UD. “BONESA” KELURAHAN KAMBU KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI)
ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN ABON IKAN DENGAN JENIS ABON LAIN (STUDI KASUS UD. “BONESA” KELURAHAN KAMBU KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI)
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di UD. Bonesa Kelurahan Kambu Kecamatan Poasia Kota Kendari pada bulan Januari sampai Febuari 2018, dengan tujuan penelitian ini untuk mengetahui p...
PELATIHAN TEKNOLOGI PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UKM TERASI KOTA LANGSA
PELATIHAN TEKNOLOGI PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UKM TERASI KOTA LANGSA
ABSTRAKKota Langsa merupakan salah satu kota penghasil produk terasi di pulau Sumatera. Kegiatan Pengabdian ini menemukan bahwa pada umumnya pelaku UKM terasi Kota Langsa masih me...

