Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENDUGAAN PERTUMBUHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata Forskal) DI PERAIRAN KARANGSONG, INDRAMAYU, PROVINSI JAWA BARAT

View through CrossRef
Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu dari beberapa jenis produksi ikan dominan dari perairan pantai Karangsong, Kabupaten Indramayu. Namun demikian, upaya pengelolaan kepiting bakau di perairan tersebut belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menduga pertumbuhan kepiting bakau sebagai dasar dalam pengelolaan biota tersebut di perairan Karangsong. Pengambilan contoh dilakukan tiap bulan berdasarkan hasil tangkapan nelayan dengan manggunakan bubu, selama 4 bulan di perairan tersebut (Juni-September 2013). Lebar karapas dan bobot tubuh diamati, sebagai dasar penentukan sebaran frekuensi, pola pertumbuhan dan pertumbuhan. Pendugaan pertumbuhan kepiting dihitung dengan menggunakan persamaan Von Bertalanffy. Pada pengamatan ini menunjukkan abhwa lebar karapas kepiting bakau berkisar 60-138 mm (jantan), dan 74-139 mm (betina). Pola pertumbuhan kepiting bakau di perairan Karangsong bersifat allometrik negatif, yaitu: W = 0.0003L2.8793 (jantan) dan W = 0.003L2.3210 (betina). Melalui analisis pendugaan parameter pertumbuhan, didapatkan persamaan sebagai berikut: Lt = 157.35 [1-e(-0.39(t+0.26)] (jantan), dan Lt = 147.99 [1-e(-0.42(t+0.24)] (betina).
Title: PENDUGAAN PERTUMBUHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata Forskal) DI PERAIRAN KARANGSONG, INDRAMAYU, PROVINSI JAWA BARAT
Description:
Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu dari beberapa jenis produksi ikan dominan dari perairan pantai Karangsong, Kabupaten Indramayu.
Namun demikian, upaya pengelolaan kepiting bakau di perairan tersebut belum dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk menduga pertumbuhan kepiting bakau sebagai dasar dalam pengelolaan biota tersebut di perairan Karangsong.
Pengambilan contoh dilakukan tiap bulan berdasarkan hasil tangkapan nelayan dengan manggunakan bubu, selama 4 bulan di perairan tersebut (Juni-September 2013).
Lebar karapas dan bobot tubuh diamati, sebagai dasar penentukan sebaran frekuensi, pola pertumbuhan dan pertumbuhan.
Pendugaan pertumbuhan kepiting dihitung dengan menggunakan persamaan Von Bertalanffy.
Pada pengamatan ini menunjukkan abhwa lebar karapas kepiting bakau berkisar 60-138 mm (jantan), dan 74-139 mm (betina).
Pola pertumbuhan kepiting bakau di perairan Karangsong bersifat allometrik negatif, yaitu: W = 0.
0003L2.
8793 (jantan) dan W = 0.
003L2.
3210 (betina).
Melalui analisis pendugaan parameter pertumbuhan, didapatkan persamaan sebagai berikut: Lt = 157.
35 [1-e(-0.
39(t+0.
26)] (jantan), dan Lt = 147.
99 [1-e(-0.
42(t+0.
24)] (betina).

Related Results

Studi Kelimpahan Scylla serrata Forsskål, 1775 (Portunidae:Malacostraca) Hasil Tangkapan Musim Penghujan Di Perairan Mangkang Semarang
Studi Kelimpahan Scylla serrata Forsskål, 1775 (Portunidae:Malacostraca) Hasil Tangkapan Musim Penghujan Di Perairan Mangkang Semarang
Scylla serrata yang dikenal sebagai kepiting bakau merupakan sumber daya hayati ekosistem bakau yang hingga saat ini memiliki demand pasar yang cukup tinggi. Kondisi ini meningkatk...
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
ABSTRAKKepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu potensi komoditas perikanan skala kecil yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kelimpahan populasi dipengaruhi oleh upaya p...
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
ABSTRAKKepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu potensi komoditas perikanan skala kecilyang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kelimpahan populasi dipengaruhi oleh upaya pe...
Analisis Perbedaan Jenis Umpan Dan Waktu Perendaman Bubu Lipat Terhadap Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Skala Laboratorium
Analisis Perbedaan Jenis Umpan Dan Waktu Perendaman Bubu Lipat Terhadap Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Skala Laboratorium
Penggunaan umpan yang tepat memberikan peranan penting terhadap keberhasilan penangkapan kepiting bakau (Scylla serrata) menggunakan alat tangkap bubu lipat, serta lama waktu penan...
Penggunaan Kamera Untuk Pemantauan Kondisi Kepiting
Penggunaan Kamera Untuk Pemantauan Kondisi Kepiting
Indonesia memiliki banyak hutan mangrove yang berperan sebagai ekosistem penting, mendukung kehidupan berbagai makhluk, termasuk kepiting bakau. Ekosistem mangrove di Indonesia jug...
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Abstract. Teluk Bakau Village is one of the largest conservation areas of seagrass ecosystem located in Bintan Island. This research aim to study the distribution of species, seagr...
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN EKOWISATA DESA KARANGSONG, INDRAMAYU, JAWA BARAT
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN EKOWISATA DESA KARANGSONG, INDRAMAYU, JAWA BARAT
AbstractProgram community priorities mono years entitled “empowerment of community groups the Karangsong, Indramayu Regency in order to Increase the area of Mangrove Ecotourism is ...
ANALISIS DESKRIPTIF MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT PESISIR DESA KARANGSONG - INDRAMAYU
ANALISIS DESKRIPTIF MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT PESISIR DESA KARANGSONG - INDRAMAYU
Nelayan merupakan kelompok masyarakat yang rawan kemiskinan,dikarenakan pekerjaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan musim. Upaya Pemerintah untuk meningkatkan kesejahter...

Back to Top