Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Aktivitas Sitotoksik dan Apoptosis Ekstrak Spons Spesies A Anggota Ordo Astroporida terhadap Sel HeLa (Cervical Cancer Cell Line)

View through CrossRef
Spons merupakan fauna laut yang diketahui memiliki berbagai senyawa bioaktif. Senyawa tersebut berpotensi sebagai antibakteri, antivirus, dan antikanker. Penelitian ini bertujuan mempelajari aktivitas sitotoksik dan apoptosis ekstrak spons spesies A anggota ordo Astrophorida terhadap sel HeLa. Pada penelitian ini pengujian aktivitas sitotoksik ekstrak etanolik, metanolik, dan kloroform spons spesies A terhadap sel HeLa dilakukan menggunakan MTT assay dan uji apoptosis menggunakan double staining, yaitu etidium bromida-acridine orange. Deteksi golongan senyawa yang terkandung di dalam spons spesies A dilakukan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil uji sitotoksisitas menunjukkan bahwa ekstrak etanolik, metanolik, dan kloroform spons spesies A masing-masing memiliki nilai IC50 sebesar 18,25; 27,87; dan 13,87 µg/mL. Ekstrak etanolik, metanolik, dan kloroform spons spesies A pada konsentrasi 31,25 µg/mL dapat menginduksi kematian sel melalui apoptosis masing-masing sebesar 35,3 ± 11,16%; 82,64 ± 16,21%; dan 86,76 ± 9,27%. Berdasarkan uji menggunakan KLT diketahui bahwa spons spesies A menggandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, dan terpenoid. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ekstrak spons spesies A berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antikanker.Kata kunci: ekstrak spons spesies A, sitotoksik, apoptosis, sel HeLa
Title: Aktivitas Sitotoksik dan Apoptosis Ekstrak Spons Spesies A Anggota Ordo Astroporida terhadap Sel HeLa (Cervical Cancer Cell Line)
Description:
Spons merupakan fauna laut yang diketahui memiliki berbagai senyawa bioaktif.
Senyawa tersebut berpotensi sebagai antibakteri, antivirus, dan antikanker.
Penelitian ini bertujuan mempelajari aktivitas sitotoksik dan apoptosis ekstrak spons spesies A anggota ordo Astrophorida terhadap sel HeLa.
Pada penelitian ini pengujian aktivitas sitotoksik ekstrak etanolik, metanolik, dan kloroform spons spesies A terhadap sel HeLa dilakukan menggunakan MTT assay dan uji apoptosis menggunakan double staining, yaitu etidium bromida-acridine orange.
Deteksi golongan senyawa yang terkandung di dalam spons spesies A dilakukan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT).
Hasil uji sitotoksisitas menunjukkan bahwa ekstrak etanolik, metanolik, dan kloroform spons spesies A masing-masing memiliki nilai IC50 sebesar 18,25; 27,87; dan 13,87 µg/mL.
Ekstrak etanolik, metanolik, dan kloroform spons spesies A pada konsentrasi 31,25 µg/mL dapat menginduksi kematian sel melalui apoptosis masing-masing sebesar 35,3 ± 11,16%; 82,64 ± 16,21%; dan 86,76 ± 9,27%.
Berdasarkan uji menggunakan KLT diketahui bahwa spons spesies A menggandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, dan terpenoid.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ekstrak spons spesies A berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antikanker.
Kata kunci: ekstrak spons spesies A, sitotoksik, apoptosis, sel HeLa.

Related Results

Status taksonomi iktiofauna endemik perairan tawar Sulawesi
Status taksonomi iktiofauna endemik perairan tawar Sulawesi
The freshwaters of Sulawesi are the habitat of numerous endemic Indonesian ichthyofauna that are not found anywhere else in the world. About 68 endemic fish species described from ...
Aktivitas Sitotoksik pada Rimpang Gandasoli Hutan (Hedychium roxburghii Blume)
Aktivitas Sitotoksik pada Rimpang Gandasoli Hutan (Hedychium roxburghii Blume)
Abstract. The rhizome of forest gandasoli (H. roxburghii) is estimated to contain compounds that have the potential to have cytotoxic activity. Based on the potential of the forest...
IDENTIFIKASI SPONS BERDASARKAN TUTUPAN KARANG DI PERAIRAN SOMBU TAMAN NASIONAL WAKATOBI
IDENTIFIKASI SPONS BERDASARKAN TUTUPAN KARANG DI PERAIRAN SOMBU TAMAN NASIONAL WAKATOBI
Spons merupakan hewan multiseluler paling primitif yang hidup diberbagai tipe perairan mulai dari tawar, payau, dan laut. Biota ini hidup di dasar perairan dan biasanya menempel pa...
Potensi Sitotoksik Ekstrak Rizoma Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap Sel Kanker Payudara 4T1
Potensi Sitotoksik Ekstrak Rizoma Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap Sel Kanker Payudara 4T1
Latar Belakang: Kanker payudara 4T1 merupakan salah satu jenis kanker payudara murine Triple-Negative (TNBC) yang memiliki kemampuan metastasis yang kuat. Senyawa metabolit tanaman...
Kajian Pengembangan Sediaan Nanokapsul Terkonjugasi Asam Folat untuk Penghantaran Tertarget Agen Sitotoksik pada Terapi Kanker
Kajian Pengembangan Sediaan Nanokapsul Terkonjugasi Asam Folat untuk Penghantaran Tertarget Agen Sitotoksik pada Terapi Kanker
Abstract. Cytotoxic agents used in cancer therapy generally have low selectivity. The development of targeted drug delivery systems can be selected to increase the selectivity of c...
Karakteristik morfologi teritip spons Indonesia
Karakteristik morfologi teritip spons Indonesia
Abstract. Research on the sponge barnacle of Indonesia is very rare, and this study is aimed to describe the morphological characteristics of sponge barnacles and their specific re...
Komunitas Spons (Porifera) pada Ekosistem Terumbu Karang di Manokwari, Indonesia
Komunitas Spons (Porifera) pada Ekosistem Terumbu Karang di Manokwari, Indonesia
Sponges are one of the most influential benthic organisms in coral reef ecosystems. Many studies on sponge communities have been carried out globally, from the tropics to the sub-t...

Back to Top