Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakteristik morfologi teritip spons Indonesia

View through CrossRef
Abstract. Research on the sponge barnacle of Indonesia is very rare, and this study is aimed to describe the morphological characteristics of sponge barnacles and their specific relationship with their sponge host species. This research was a survey and sponge samples were collected by tearing apart any available sponge found in three sampling locations, typically coral reef areas of Weh Island, Seribu Islands, and Karimunjawa Islands. Sponge barnacles contained in sponge samples were observed using stereo microscope and scanning electron microscope, and species identification was determined based on the morphological description of Darwin (1854), Pilsbry (1916), Martin dan Davis (2001), and Kolbasov (1993). Four species of sponge barnacles were found consisting of Acasta cyathus, Acasta fenestrata, Euacasta dofleini, and Membranobalanus longirostrum. Specific relationships of barnacle and its sponge host were found between Euacasta dofleini and Haliclona sp. and between Membranobalanus longirostrum and Suberites sp. respectively. Keywords : sponge; barnacle; acasta; membranobalanus; biodiversityAbstrak. Penelitian teritip spons Indonesia jarang dilakukan sejak kelompok ini pertama kali dideskripsikan hingga saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakter morfologi teritip spons Indonesia dan untuk mengkaji hubungan spesies spesifik teritip terhadap spons. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilaksanakan sejak Oktober sampai Desember 2012 di tiga lokasi yaitu Pulau Weh, Kepulauan Seribu, dan Kepulauan Karimunjawa. Metode penelitian menggunakan metode survei dan titik pengambilan sampel dipilih berdasarkan keberadaan spons. Sampel diamati menggunakan mikroskop stereo dan mikroskop elektron kemudian diidentifikasi berdasarkan deskripsi Darwin (1854), Pilsbry (1916), Martin dan Davis (2001), dan Kolbasov (1993). Hasil penelitian didapatkan empat spesies teritip spons yaitu Acasta cyathus, A. fenestrata, Euacasta dofleini, dan Membranobalanus longirostrum. Terdapat hubungan spesies spesifik antara teritip dan spons inang yaitu antara teritip E. dofleini dan spons Haliclona sp. dan antara teritip M. longirostrum dan spons Suberites sp. Kata kunci : teritip; spons; acasta; membranobalanus; biodiversitas
Institute of Postgraduate Studies, Syiah Kuala University
Title: Karakteristik morfologi teritip spons Indonesia
Description:
Abstract.
Research on the sponge barnacle of Indonesia is very rare, and this study is aimed to describe the morphological characteristics of sponge barnacles and their specific relationship with their sponge host species.
This research was a survey and sponge samples were collected by tearing apart any available sponge found in three sampling locations, typically coral reef areas of Weh Island, Seribu Islands, and Karimunjawa Islands.
Sponge barnacles contained in sponge samples were observed using stereo microscope and scanning electron microscope, and species identification was determined based on the morphological description of Darwin (1854), Pilsbry (1916), Martin dan Davis (2001), and Kolbasov (1993).
Four species of sponge barnacles were found consisting of Acasta cyathus, Acasta fenestrata, Euacasta dofleini, and Membranobalanus longirostrum.
Specific relationships of barnacle and its sponge host were found between Euacasta dofleini and Haliclona sp.
and between Membranobalanus longirostrum and Suberites sp.
respectively.
Keywords : sponge; barnacle; acasta; membranobalanus; biodiversityAbstrak.
Penelitian teritip spons Indonesia jarang dilakukan sejak kelompok ini pertama kali dideskripsikan hingga saat ini.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakter morfologi teritip spons Indonesia dan untuk mengkaji hubungan spesies spesifik teritip terhadap spons.
Pengambilan sampel pada penelitian ini dilaksanakan sejak Oktober sampai Desember 2012 di tiga lokasi yaitu Pulau Weh, Kepulauan Seribu, dan Kepulauan Karimunjawa.
Metode penelitian menggunakan metode survei dan titik pengambilan sampel dipilih berdasarkan keberadaan spons.
Sampel diamati menggunakan mikroskop stereo dan mikroskop elektron kemudian diidentifikasi berdasarkan deskripsi Darwin (1854), Pilsbry (1916), Martin dan Davis (2001), dan Kolbasov (1993).
Hasil penelitian didapatkan empat spesies teritip spons yaitu Acasta cyathus, A.
fenestrata, Euacasta dofleini, dan Membranobalanus longirostrum.
Terdapat hubungan spesies spesifik antara teritip dan spons inang yaitu antara teritip E.
dofleini dan spons Haliclona sp.
dan antara teritip M.
longirostrum dan spons Suberites sp.
Kata kunci : teritip; spons; acasta; membranobalanus; biodiversitas.

Related Results

NERACA AIR BENDUNGAN TERITIP KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
NERACA AIR BENDUNGAN TERITIP KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
In order to identify the requirement, balance and availability analysis of water balance in theTeritip Dam to fulfill the raw water required at administration region of the river b...
Lektin Dari Spons Cliona varians Asal Perairan Malalayang Manado
Lektin Dari Spons Cliona varians Asal Perairan Malalayang Manado
Lektin telahditemukan di berbagai organisme termasuk organisme laut seperti spons. Spons Cliona varians dari perairan Brazilmemiliki aktivitas lektin. Namun belum diteliti aktivita...
Keanekaragaman Senyawa Bahan Alam dari Invertebrata Laut Indonesia dan Potensinya sebagai Bahan Baku Obat
Keanekaragaman Senyawa Bahan Alam dari Invertebrata Laut Indonesia dan Potensinya sebagai Bahan Baku Obat
Eksplorasi invertebrata laut sebagai sumber senyawa aktif baru meningkat pesat dalam 50 tahun terakhir, di mana spons yang paling banyak dieksplorasi. Spons laut yang berasal dari ...
Hubungan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 4 Simpang Teritip
Hubungan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 4 Simpang Teritip
Riset ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa kelas V dalam menjajaki pendidikan, dan ada sebagian partisipan yang mempunyai nilai rata- rata aspek kognitif (pen...
PENGOLAHAN LIMBAH SABUT KELAPA MENJADI COCO SPONS SEBAGAI PRODUK RAMAH LINGKUNGAN DIDESA GAMBANGAN BONDOWOSO
PENGOLAHAN LIMBAH SABUT KELAPA MENJADI COCO SPONS SEBAGAI PRODUK RAMAH LINGKUNGAN DIDESA GAMBANGAN BONDOWOSO
Pengelolaan limbah sabut kelapa merupakan salah satu permasalahan yang masih sering dihadapi oleh masyarakat, termasuk di Desa Gambangan yang memiliki potensi bahan baku sabut kela...
Conference Committee
Conference Committee
Abstract Advisory Committee Prof. Dr. Dwia Ariestina Pulubuhu, MA. (Hasanuddin University, Indonesia) Prof. Dr. Ir....
Kekerabatan Genetik 50 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Berdasarkan Karakter Morfologi pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kekerabatan Genetik 50 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Berdasarkan Karakter Morfologi pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kina (Cinchona) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki kandungan alkaloid, kinin sulfat, dan saponin yang baik untuk kesehatan manusia. Untuk mera...

Back to Top