Javascript must be enabled to continue!
Pemodelan Kepadatan Lapangan Campuran Beraspal Panas Menggunakan Regresi Kuadratik Berganda pada Lapisan AC-WC dan AC-BC
View through CrossRef
Kepadatan lapangan merupakan parameter penting dalam pengendalian mutu campuran beraspal panas karena berkaitan dengan stabilitas, durabilitas, dan kinerja perkerasan selama masa pelayanan. Penelitian ini bertujuan memodelkan kepadatan lapangan campuran beraspal panas pada lapisan AC-WC dan AC-BC menggunakan regresi kuadratik berganda dengan variabel utama jumlah lintasan alat pemadat dan suhu intermediate rolling. Data yang digunakan merupakan data sekunder pekerjaan campuran beraspal panas di wilayah BBPJN Sumatera Utara sebanyak 120 data pengamatan, terdiri atas 66 data AC-WC dan 54 data AC-BC. Analisis dilakukan secara terpisah untuk masing-masing lapisan melalui statistik deskriptif, korelasi Pearson, regresi linier berganda, regresi kuadratik berganda, dan regresi kuadratik satu variabel untuk menentukan titik optimum operasional. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mekanisme pemadatan antara AC-WC dan AC-BC. Pada AC-WC, jumlah lintasan memiliki hubungan positif sedang dan signifikan terhadap kepadatan lapangan dengan koefisien korelasi 0,481, sedangkan suhu intermediate rolling tidak signifikan. Pada AC-BC, suhu intermediate rolling memiliki hubungan positif dan signifikan dengan koefisien korelasi 0,301, sedangkan jumlah lintasan tidak signifikan. Model regresi kuadratik berganda meningkatkan kemampuan penjelasan dibandingkan model linier, yaitu dari R² 0,328 menjadi 0,395 pada AC-WC dan dari R² 0,249 menjadi 0,283 pada AC-BC. Titik optimum operasional menunjukkan bahwa AC-WC lebih representatif dikendalikan melalui jumlah lintasan sebesar 25,62 lintasan atau 25–26 lintasan, sedangkan AC-BC lebih representatif dikendalikan melalui suhu intermediate rolling sebesar 121,42°C atau 120–122°C. Penelitian ini memberikan dasar kuantitatif untuk pengendalian pemadatan campuran beraspal panas secara spesifik berdasarkan jenis lapisan
Title: Pemodelan Kepadatan Lapangan Campuran Beraspal Panas Menggunakan Regresi Kuadratik Berganda pada Lapisan AC-WC dan AC-BC
Description:
Kepadatan lapangan merupakan parameter penting dalam pengendalian mutu campuran beraspal panas karena berkaitan dengan stabilitas, durabilitas, dan kinerja perkerasan selama masa pelayanan.
Penelitian ini bertujuan memodelkan kepadatan lapangan campuran beraspal panas pada lapisan AC-WC dan AC-BC menggunakan regresi kuadratik berganda dengan variabel utama jumlah lintasan alat pemadat dan suhu intermediate rolling.
Data yang digunakan merupakan data sekunder pekerjaan campuran beraspal panas di wilayah BBPJN Sumatera Utara sebanyak 120 data pengamatan, terdiri atas 66 data AC-WC dan 54 data AC-BC.
Analisis dilakukan secara terpisah untuk masing-masing lapisan melalui statistik deskriptif, korelasi Pearson, regresi linier berganda, regresi kuadratik berganda, dan regresi kuadratik satu variabel untuk menentukan titik optimum operasional.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mekanisme pemadatan antara AC-WC dan AC-BC.
Pada AC-WC, jumlah lintasan memiliki hubungan positif sedang dan signifikan terhadap kepadatan lapangan dengan koefisien korelasi 0,481, sedangkan suhu intermediate rolling tidak signifikan.
Pada AC-BC, suhu intermediate rolling memiliki hubungan positif dan signifikan dengan koefisien korelasi 0,301, sedangkan jumlah lintasan tidak signifikan.
Model regresi kuadratik berganda meningkatkan kemampuan penjelasan dibandingkan model linier, yaitu dari R² 0,328 menjadi 0,395 pada AC-WC dan dari R² 0,249 menjadi 0,283 pada AC-BC.
Titik optimum operasional menunjukkan bahwa AC-WC lebih representatif dikendalikan melalui jumlah lintasan sebesar 25,62 lintasan atau 25–26 lintasan, sedangkan AC-BC lebih representatif dikendalikan melalui suhu intermediate rolling sebesar 121,42°C atau 120–122°C.
Penelitian ini memberikan dasar kuantitatif untuk pengendalian pemadatan campuran beraspal panas secara spesifik berdasarkan jenis lapisan.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENGARUH SUBSTITUSI ABU TERBANG NANO TERHADAP KARAKTERISTIK VOLUMETRIK CAMPURAN BERASPAL LAPIS AUS
PENGARUH SUBSTITUSI ABU TERBANG NANO TERHADAP KARAKTERISTIK VOLUMETRIK CAMPURAN BERASPAL LAPIS AUS
Abstract
Nanotechnology is increasingly being applied to road pavement development. Meanwhile, fly ash has been widely used as a filler material in pavement and has demonstrate...
PENGGUNAAN LIMBAH MOLASE SEBAGAI SUBSTITUSI ASPAL PADA BETON ASPAL AC-BC
PENGGUNAAN LIMBAH MOLASE SEBAGAI SUBSTITUSI ASPAL PADA BETON ASPAL AC-BC
Abstract
This research aims to utilize molasses waste as a partial replacement material for asphalt in AC-BC asphalt mixtures. Molasses is the final product of making sugar, wh...
SISTEM PANAS BUMI TEMPERATUR RENDAH-SEDANG PADA CEKUNGAN KUTAI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA
SISTEM PANAS BUMI TEMPERATUR RENDAH-SEDANG PADA CEKUNGAN KUTAI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA
Pengembangan panas bumi di Indonesia masih didominasi pada sistem panas bumi vulkanik yang digunakan sebagai pemanfaatan tidak langsung (listrik), padahal sekitar 70% dari 357 loka...
MARSHALL CHARACTERISTIC OF SPLIT MASTIC ASPHALT WITH CELLULOSE KAPUK FIBER ADDITION
MARSHALL CHARACTERISTIC OF SPLIT MASTIC ASPHALT WITH CELLULOSE KAPUK FIBER ADDITION
Split Mastic Asphalt (SMA) mixture is mostly used on heavy traffic roads. SMA mixture has high percentage of coarse aggregate, it is better able to withstand deformation due to he...
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Asbuton sebagai sumber kekayaan alam di Indonesia yang jumlahnya sangat besar,dengan deposit diperkirakan lebih dari 650 juta ton sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal...
Penggunaan Serat Serabut Kelapa Sebagai Bahan Tambah Campuran AC-BC
Penggunaan Serat Serabut Kelapa Sebagai Bahan Tambah Campuran AC-BC
Permasalahan kualitas campuran beraspal dan rongga yang besar menjadi hal yang perlu diperhatikan, sehingga dilakukan penelitian selanjutnya dengan menambahkan bahan tambah serat s...

