Javascript must be enabled to continue!
Moderasi Beragama dalam Praktik Bobahasaan Mongondow (Teks dan Makna Kearifan Lokal Berbagai Sikap Kebahasaan dan Lirik Lagu)
View through CrossRef
This study employed descriptive qualitative method with semiotic approach. This study aimed to reveal the aspect of religious moderation in the language wisdom (Bobahasaan) of Bolaang Mongondow community in Kotamobagu whose language characteristics are suave and subtle, associated with the language style of Malay people which is unique, communicative, and friendly. This study found that the structure and nature of language derived from the local characteristics of Bolaang Mongondow which is very distinctive by its deep meaning, as well as the strength of the utterances influence, shown that this “Bobahasaan” can be an effective mediation tool for every problem in society, including religious issue. Furthermore, if meaning representation and adaptation of the diversity situation in the “Bobahasaan” are conducted, then it will become very potential as a major element in strengthening religious moderation. The tendency to always respect, care for one another and listen to each other in this “Bobahasaan” system was also an important key in maintaining the balance principle and religious moderation. Another aspect was the great wisdoms in this area namely pogugutat. Which caused the normative identification of moderation values can be easily extracted. The implication of this research was the acquisition of data and information on language wisdom which was meaningful in the local wisdom of the community can be used as an important instrument in the development of religious moderation.
Keywords: Bobahasaan, local wisdom, religious moderation, orang Mongondow
Penelitian ini mengoperasionalkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap aspek moderasi beragama dalam kearifan berbahasa (Bobahasaan) masyarakat suku Bolaang Mongondow di Kotamobagu, yang memiliki karakteristik Bahasa yang sangat lembut dan halus, dikaitkan dengan corak berbahasa orang melayu Manado dengan aksennya yang sangat khas, komunikatif, dan bikin akrab. Penelitian ini menemukan bahwa struktur dan pembawaan Bahasa yang berasal dari karakteristik lokal Bolaang Mongondow yang sangat khas dengan ketinggian maknanya, serta kekuatan pengaruh penuturannya. Hal itu menunjukkan bahwa Bobahasaan ini bisa menjadi alat mediasi efektif untuk setiap persoalan di masyarakat, termasuk di dalamnya persoalan keberagamaan. Lebih lanjut, jika dilakukan representasi makna dan adaptasi situasi keberagamaan dalam Bobahasaan itu, maka sangat potensial menjadi unsur utama penguatan moderasi beragama. Kecenderungan untuk senantiasa menghargai, saling menjaga dan saling mendengarkan dalam sistem Bobahasaan ini juga menjadi kunci penting penjagaan prinsip keseimbangan dan moderat dalam beragama. Aspek lainnya adalah adanya payung kearifan besar di daerah ini berupa pogugutat, menjadikan identifikasi normatif terkait nilai-nilai moderasi dapat dengan mudah digali. Implikasi penelitian ini adalah diperolehnya data dan informasi kearifan bahasa yang sarat makna dalam kandungan kearifan lokal masyarakat yang dapat dijadikan instrument penting dalam pengembangan moderasi beragama.
Kata Kunci: Bobahasaan, kearifan lokal, moderasi beragama, torang Mongondow
Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi
Title: Moderasi Beragama dalam Praktik Bobahasaan Mongondow (Teks dan Makna Kearifan Lokal Berbagai Sikap Kebahasaan dan Lirik Lagu)
Description:
This study employed descriptive qualitative method with semiotic approach.
This study aimed to reveal the aspect of religious moderation in the language wisdom (Bobahasaan) of Bolaang Mongondow community in Kotamobagu whose language characteristics are suave and subtle, associated with the language style of Malay people which is unique, communicative, and friendly.
This study found that the structure and nature of language derived from the local characteristics of Bolaang Mongondow which is very distinctive by its deep meaning, as well as the strength of the utterances influence, shown that this “Bobahasaan” can be an effective mediation tool for every problem in society, including religious issue.
Furthermore, if meaning representation and adaptation of the diversity situation in the “Bobahasaan” are conducted, then it will become very potential as a major element in strengthening religious moderation.
The tendency to always respect, care for one another and listen to each other in this “Bobahasaan” system was also an important key in maintaining the balance principle and religious moderation.
Another aspect was the great wisdoms in this area namely pogugutat.
Which caused the normative identification of moderation values can be easily extracted.
The implication of this research was the acquisition of data and information on language wisdom which was meaningful in the local wisdom of the community can be used as an important instrument in the development of religious moderation.
Keywords: Bobahasaan, local wisdom, religious moderation, orang Mongondow
Penelitian ini mengoperasionalkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap aspek moderasi beragama dalam kearifan berbahasa (Bobahasaan) masyarakat suku Bolaang Mongondow di Kotamobagu, yang memiliki karakteristik Bahasa yang sangat lembut dan halus, dikaitkan dengan corak berbahasa orang melayu Manado dengan aksennya yang sangat khas, komunikatif, dan bikin akrab.
Penelitian ini menemukan bahwa struktur dan pembawaan Bahasa yang berasal dari karakteristik lokal Bolaang Mongondow yang sangat khas dengan ketinggian maknanya, serta kekuatan pengaruh penuturannya.
Hal itu menunjukkan bahwa Bobahasaan ini bisa menjadi alat mediasi efektif untuk setiap persoalan di masyarakat, termasuk di dalamnya persoalan keberagamaan.
Lebih lanjut, jika dilakukan representasi makna dan adaptasi situasi keberagamaan dalam Bobahasaan itu, maka sangat potensial menjadi unsur utama penguatan moderasi beragama.
Kecenderungan untuk senantiasa menghargai, saling menjaga dan saling mendengarkan dalam sistem Bobahasaan ini juga menjadi kunci penting penjagaan prinsip keseimbangan dan moderat dalam beragama.
Aspek lainnya adalah adanya payung kearifan besar di daerah ini berupa pogugutat, menjadikan identifikasi normatif terkait nilai-nilai moderasi dapat dengan mudah digali.
Implikasi penelitian ini adalah diperolehnya data dan informasi kearifan bahasa yang sarat makna dalam kandungan kearifan lokal masyarakat yang dapat dijadikan instrument penting dalam pengembangan moderasi beragama.
Kata Kunci: Bobahasaan, kearifan lokal, moderasi beragama, torang Mongondow.
Related Results
Analisis Pendekatan Ekspresif pada Lagu "Takut" Karya Idigtaf
Analisis Pendekatan Ekspresif pada Lagu "Takut" Karya Idigtaf
Musik adalah karya seni yang berupa bunyi atau suara yang disusun dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi yang memiliki kesatuan dan kesinambung...
Analisis Makna dalam Lirik Lagu Dato' Jamal Abdillah
Analisis Makna dalam Lirik Lagu Dato' Jamal Abdillah
Bahasa mempunyai hubungan yang sangat erat dengan masyarakat kerana setiap masyarakat perlu saling berhubung antara satu dengan lain. Bahasa juga merupakan alat komunikasi yang pal...
PENANAMAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DI SMP NEGERI 3 ABIANSEMAL
PENANAMAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DI SMP NEGERI 3 ABIANSEMAL
Moderasi beragama digambarkan sebagai upaya untuk mengikuti dan mempertahankan prinsip-prinsip agama, mengubahnya menjadi cara hidup dan karakter, sehingga moderasi beragama dapat ...
Analisis Metafora Yang Mengandung Makna Kemanusiaan Dalam Kumpulan Lagu Iwan Fals
Analisis Metafora Yang Mengandung Makna Kemanusiaan Dalam Kumpulan Lagu Iwan Fals
irik-lirik lagu ciptaan Iwan Fals banyak mengungkapkan kritik tentang kemanusiaan yang dirasakan rakyat setempat dari berbagai golongan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Kema...
ANALISIS IMPLIKATUR METAFORA DAN ALIRAN FEMINISME MULTIKULTURAL PADA LIRIK LAGU “NALA” CIPTAAN TULUS (ANALYSIS OF METAPHOR IMPLICATURE AND MULTICULTURAL FEMINISM FLOWS ON THE LYRICS OF THE SONG "NALA" CREATED BY TULUS)
ANALISIS IMPLIKATUR METAFORA DAN ALIRAN FEMINISME MULTIKULTURAL PADA LIRIK LAGU “NALA” CIPTAAN TULUS (ANALYSIS OF METAPHOR IMPLICATURE AND MULTICULTURAL FEMINISM FLOWS ON THE LYRICS OF THE SONG "NALA" CREATED BY TULUS)
AbstractAnalysis of Metaphor Implicature and Multicultural Feminism Flows on the Lyrics of the Song "Nala" Created by Tulus. The lyrics of the song entitled "Nala" by Tulus tell ab...
Moderasi Beragama Pada Anak Usia Dini Melalui Lagu Kebangsaan dan Nasional
Moderasi Beragama Pada Anak Usia Dini Melalui Lagu Kebangsaan dan Nasional
Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya penanaman nilai-nilai moderasi beragama pada anak usia dini untuk membentuk generasi yang toleran, harmonis, dan cinta damai. Peneli...
Kajian Struktur dan Makna Lagu Gemu Fa Mi Re Karya Nyong Franco
Kajian Struktur dan Makna Lagu Gemu Fa Mi Re Karya Nyong Franco
Lagu Gemu Fa Mi Re merupakan lagu yang berasal dari kota Maumere Nusa Tenggara Timur, yang diciptakan oleh Nyong Franco. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan...
Analisis Wacana Van Dijk pada Lirik Lagu Pingal Ciptaan Andry Priyanta
Analisis Wacana Van Dijk pada Lirik Lagu Pingal Ciptaan Andry Priyanta
Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan struktur yang terdapat dalam lirik lagu Pingal sehingga orang-orang, terutama penikmat lagu Jawa, dapat memahami dan menikmati makna yang ...

