Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS GESER PADA BALOK BAMBU SUSUN VERTIKAL MENGGUNAKAN PERKUATAN CARBON FIBER REINFORCED POLYMER (CFRP)
View through CrossRef
Abstract
Bamboo is a type of building material that has been used by humans for a long time. The strength of bamboo which can be matched with steel makes it popular as a construction material, especially in Asia. However, bamboo has several drawbacks in its use as a construction material, such as the difficulty of combining several layers of bamboo to work together and work together. One of the reasons why it is difficult for the bamboo to stick together is the weak shear strength of the bamboo in the direction of the fibers. Therefore, research is needed to increase the strength of bamboo in resisting shear loads in the direction of the grain.
In general, the flow of this research is stacked bamboo beams with reinforcement and without shear reinforcement using CFRP. The numerical analysis will be carried out with solid element modeling using the Midas Gen 2019 program. Then the results of the two numerical analyzes will be discussed and compared. Shear analysis on stacked bamboo beams with carbon fiber reinforcement using bamboo which has a diameter of + 10 cm, with a bamboo wall thickness of + 1 cm. The CFRP used in this research is using a type of fiber with the fiber used is a type of unidirectional mat (UDM). As the name suggests, this sheet has one direction of fiber, the arrangement of fibers is maximized in one direction so that it can withstand loads whose orientation matches the direction of the fiber, these sheets are usually used for beams and frames.
Based on the results of the analysis carried out on stacked bamboo beams without CFRP reinforcement and using CFRP reinforcement, it can be concluded that the CFRP reinforcement reduces the compressive stress experienced by bamboo with the CFRP reinforcement in the shear connector area by 79.64%, increasing the shear stress. That occurs in steel shear connectors when reinforced with CFRP is 55.57%.
Keywords: Bamboo, CFRP, Shear, Stress
Abstrak
Bambu adalah salah satu jenis bahan bangunan yang sudah lama digunakan oleh manusia. Kekuatan bambu yang dapat dapat disandingkan dengan baja membuatnya populer sebagai bahan konstruksi, terutama di Asia. Namun, bambu memiliki beberapa kekurangan dalam penggunaannya sebagai bahan konstruksi, seperti sulitnya menggabungkan beberapa susun bambu agar dapat menyatu dan bekarja secara bersamaan. Salah satu hal yang menjadi penyebab sulitnya bambu tersebut dapat menyatu adalah lemahnya kekuatan geser bambu pada searah serat. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk meningkatkan kekuatan bambu dalam menahan beban geser searah serat.
Secara umum alur penlitian ini ialah balok bambu susun dengan perkuatan dan tanpa perkuatan geser menggunakan CFRP akan dilakukan analisis numerik dengan pemodelan solid elment menggunakan program Midas Gen 2019. Kemudian kedua hasil analisis numerik tersebut akan dibahas dan dibandingkan. Analisis geser pada balok bambu susun dengan perkuatan carbon fiber menggunakan bambu yang memiliki ukuran diameter + 10 cm, dengan ketebalan dinding bambu + 1 cm. CFRP yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan jenis fiber dengan serat yang digunakan ialah jenis unidirectional mat (UDM). Seperti namanya, lembaran ini memiliki satu arah serat, susunan fiber dimaksimalkan pada satu arah sehingga dapat menahan beban yang orientasinya sesuai dengan arah fiber, lembaran ini biasanya digunakan untuk balok dan frame.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada balok bambu susun tanpa perkuatan CFRP dan dengan menggunakan perkuatan CFRP dapat diambil kesimpulan bahwa perkuatan CFRP tersebut justru membuat penurunan tegangan desak yang dialami oleh bambu dengan adanya perkuatan CFRP pada daerah shear connector sebesar 79,64%, peningkatan tegangan geser yang terjadi pada baja shear connector ketika diberi perkuatan CFRP sebesar 55,57%.
Kata kunci: Bambu, CFRP, Geser, Tegangan
Title: ANALISIS GESER PADA BALOK BAMBU SUSUN VERTIKAL MENGGUNAKAN PERKUATAN CARBON FIBER REINFORCED POLYMER (CFRP)
Description:
Abstract
Bamboo is a type of building material that has been used by humans for a long time.
The strength of bamboo which can be matched with steel makes it popular as a construction material, especially in Asia.
However, bamboo has several drawbacks in its use as a construction material, such as the difficulty of combining several layers of bamboo to work together and work together.
One of the reasons why it is difficult for the bamboo to stick together is the weak shear strength of the bamboo in the direction of the fibers.
Therefore, research is needed to increase the strength of bamboo in resisting shear loads in the direction of the grain.
In general, the flow of this research is stacked bamboo beams with reinforcement and without shear reinforcement using CFRP.
The numerical analysis will be carried out with solid element modeling using the Midas Gen 2019 program.
Then the results of the two numerical analyzes will be discussed and compared.
Shear analysis on stacked bamboo beams with carbon fiber reinforcement using bamboo which has a diameter of + 10 cm, with a bamboo wall thickness of + 1 cm.
The CFRP used in this research is using a type of fiber with the fiber used is a type of unidirectional mat (UDM).
As the name suggests, this sheet has one direction of fiber, the arrangement of fibers is maximized in one direction so that it can withstand loads whose orientation matches the direction of the fiber, these sheets are usually used for beams and frames.
Based on the results of the analysis carried out on stacked bamboo beams without CFRP reinforcement and using CFRP reinforcement, it can be concluded that the CFRP reinforcement reduces the compressive stress experienced by bamboo with the CFRP reinforcement in the shear connector area by 79.
64%, increasing the shear stress.
That occurs in steel shear connectors when reinforced with CFRP is 55.
57%.
Keywords: Bamboo, CFRP, Shear, Stress
Abstrak
Bambu adalah salah satu jenis bahan bangunan yang sudah lama digunakan oleh manusia.
Kekuatan bambu yang dapat dapat disandingkan dengan baja membuatnya populer sebagai bahan konstruksi, terutama di Asia.
Namun, bambu memiliki beberapa kekurangan dalam penggunaannya sebagai bahan konstruksi, seperti sulitnya menggabungkan beberapa susun bambu agar dapat menyatu dan bekarja secara bersamaan.
Salah satu hal yang menjadi penyebab sulitnya bambu tersebut dapat menyatu adalah lemahnya kekuatan geser bambu pada searah serat.
Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk meningkatkan kekuatan bambu dalam menahan beban geser searah serat.
Secara umum alur penlitian ini ialah balok bambu susun dengan perkuatan dan tanpa perkuatan geser menggunakan CFRP akan dilakukan analisis numerik dengan pemodelan solid elment menggunakan program Midas Gen 2019.
Kemudian kedua hasil analisis numerik tersebut akan dibahas dan dibandingkan.
Analisis geser pada balok bambu susun dengan perkuatan carbon fiber menggunakan bambu yang memiliki ukuran diameter + 10 cm, dengan ketebalan dinding bambu + 1 cm.
CFRP yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan jenis fiber dengan serat yang digunakan ialah jenis unidirectional mat (UDM).
Seperti namanya, lembaran ini memiliki satu arah serat, susunan fiber dimaksimalkan pada satu arah sehingga dapat menahan beban yang orientasinya sesuai dengan arah fiber, lembaran ini biasanya digunakan untuk balok dan frame.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada balok bambu susun tanpa perkuatan CFRP dan dengan menggunakan perkuatan CFRP dapat diambil kesimpulan bahwa perkuatan CFRP tersebut justru membuat penurunan tegangan desak yang dialami oleh bambu dengan adanya perkuatan CFRP pada daerah shear connector sebesar 79,64%, peningkatan tegangan geser yang terjadi pada baja shear connector ketika diberi perkuatan CFRP sebesar 55,57%.
Kata kunci: Bambu, CFRP, Geser, Tegangan.
Related Results
PENGUATAN BALOK KAYU SENGON (PARASERIANTHES FALCATARIA) DENGAN MENGGUNAKAN CFRP DALAM MENAHAN BEBAN LENTUR
PENGUATAN BALOK KAYU SENGON (PARASERIANTHES FALCATARIA) DENGAN MENGGUNAKAN CFRP DALAM MENAHAN BEBAN LENTUR
ABSTRACT Sengon wood (Paraserianthes Falcataria) is one of the wood varieties that is often used in Indonesiain the forest industry. This type of wood was chosen because it gro...
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
Stabilitas lereng memerlukan perkuatan untuk meningkatkan kuat geser. Perkuatan dari material bambu dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengganti peran geotekstil yang biasa d...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
STUDI EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR BALOK DENGAN PELEBARAN DIMENSI PADA DAERAH TUMPUAN BALOK BETON BERTULANG DAN PEMODELAN MENGGUNAKAN LUSAS
STUDI EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR BALOK DENGAN PELEBARAN DIMENSI PADA DAERAH TUMPUAN BALOK BETON BERTULANG DAN PEMODELAN MENGGUNAKAN LUSAS
Kegagalan pada balok beton bertulang dapat terjadi pada tumpuan atau sambungan kolom dan balok. Perkuatan pada daerah yang memiliki kapasitas kurang dari yang diperlukan menjadi so...
ANALISIS BAMBU SEBAGAI STRUKTUR BALOK BANGUNAN RUMAH TINGGAL BERTINGKAT
ANALISIS BAMBU SEBAGAI STRUKTUR BALOK BANGUNAN RUMAH TINGGAL BERTINGKAT
Abstract
Bamboo material is a renewable natural product that can be obtained easily, cheaply, easily planted, grows fast, can reduce the effects of global warming, and has a very ...
PENENTUAN JARAK KRITIS BAUT PADA SAMBUNGAN BAMBU PETUNG (DENDRACOLAMUS ASPER)
PENENTUAN JARAK KRITIS BAUT PADA SAMBUNGAN BAMBU PETUNG (DENDRACOLAMUS ASPER)
Kekuatan geser bambu yang rendah merupakan kendala dalam sistem sambungan. Kuat geser menjadi kriteria kritis yang menentukan kekuatan pada sambungan bambu. Penggunaan baut sebagai...
PENGARUH PENAMBAHAN PASAK TERHADAP SIFAT MEKANIK BALOK BAMBU LAMINASI DENGAN PEREKAT PATI
PENGARUH PENAMBAHAN PASAK TERHADAP SIFAT MEKANIK BALOK BAMBU LAMINASI DENGAN PEREKAT PATI
Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, perkembangan industri perumahan pun meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini sangat mempengaruhi penggunaan bahan bangun...

