Javascript must be enabled to continue!
IMOBILISASI EM4 PADA KARBON AKTIF UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DEGRADASI AMONIA DALAM AIR LIMBAH INDUSTRI PUPUK
View through CrossRef
Latar Belakang: Air limbah industri pupuk umumnya mengandung amonia dalam konsentrasi tinggi yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan. Pengolahan biologis menggunakan Effective Microorganisms-4 (EM4) merupakan metode yang ramah lingkungan, namun stabilitas mikroorganisme sering menurun akibat perubahan pH dan suhu. Imobilisasi pada karbon aktif berpotensi meningkatkan stabilitas dan efektivitas proses biodegradasi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengimobilisasi EM4 pada karbon aktif dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap stabilitas mikroorganisme serta efisiensi degradasi amonia pada limbah industri pupuk.
Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan perlakuan EM4 bebas dan EM4 terimobilisasi pada karbon aktif. Keberhasilan imobilisasi dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Stabilitas mikroorganisme diuji pada kondisi pH asam, pH basa, dan suhu tinggi (45–50°C). Konsentrasi amonia dianalisis menggunakan metode Nessler dengan spektrofotometer UV-Vis, sedangkan biomassa mikroorganisme dianalisis menggunakan parameter Volatile Suspended Solid (VSS).
Hasil: Analisis FTIR menunjukkan keberhasilan pelekatan biomassa EM4 pada karbon aktif. Pada kondisi pH asam dan basa, EM4-karbon aktif mencapai efisiensi penurunan amonia sebesar 99%, sedangkan EM4 bebas masing-masing hanya mencapai 37% dan 35%. Pada suhu tinggi, EM4-karbon aktif mencapai efisiensi 96%, sedangkan EM4 bebas 34%. Pada limbah industri pupuk, EM4 terimobilisasi mencapai efisiensi penurunan amonia sebesar 99% pada hari ke-20, lebih tinggi dibandingkan EM4 bebas sebesar 68%.
Kesimpulan: Imobilisasi EM4 pada karbon aktif meningkatkan stabilitas mikroorganisme dan efisiensi degradasi amonia melalui sinergi adsorpsi dan biodegradasi. Teknologi ini berpotensi diterapkan sebagai alternatif pengolahan limbah industri yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan
Title: IMOBILISASI EM4 PADA KARBON AKTIF UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DEGRADASI AMONIA DALAM AIR LIMBAH INDUSTRI PUPUK
Description:
Latar Belakang: Air limbah industri pupuk umumnya mengandung amonia dalam konsentrasi tinggi yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan.
Pengolahan biologis menggunakan Effective Microorganisms-4 (EM4) merupakan metode yang ramah lingkungan, namun stabilitas mikroorganisme sering menurun akibat perubahan pH dan suhu.
Imobilisasi pada karbon aktif berpotensi meningkatkan stabilitas dan efektivitas proses biodegradasi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengimobilisasi EM4 pada karbon aktif dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap stabilitas mikroorganisme serta efisiensi degradasi amonia pada limbah industri pupuk.
Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan perlakuan EM4 bebas dan EM4 terimobilisasi pada karbon aktif.
Keberhasilan imobilisasi dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR).
Stabilitas mikroorganisme diuji pada kondisi pH asam, pH basa, dan suhu tinggi (45–50°C).
Konsentrasi amonia dianalisis menggunakan metode Nessler dengan spektrofotometer UV-Vis, sedangkan biomassa mikroorganisme dianalisis menggunakan parameter Volatile Suspended Solid (VSS).
Hasil: Analisis FTIR menunjukkan keberhasilan pelekatan biomassa EM4 pada karbon aktif.
Pada kondisi pH asam dan basa, EM4-karbon aktif mencapai efisiensi penurunan amonia sebesar 99%, sedangkan EM4 bebas masing-masing hanya mencapai 37% dan 35%.
Pada suhu tinggi, EM4-karbon aktif mencapai efisiensi 96%, sedangkan EM4 bebas 34%.
Pada limbah industri pupuk, EM4 terimobilisasi mencapai efisiensi penurunan amonia sebesar 99% pada hari ke-20, lebih tinggi dibandingkan EM4 bebas sebesar 68%.
Kesimpulan: Imobilisasi EM4 pada karbon aktif meningkatkan stabilitas mikroorganisme dan efisiensi degradasi amonia melalui sinergi adsorpsi dan biodegradasi.
Teknologi ini berpotensi diterapkan sebagai alternatif pengolahan limbah industri yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Related Results
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK KANDANG TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT MOLER (Fusarium oxysporum) DAN PRODUKSI BAWANG MERAH BERPOLA TANAM ORGANIK
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK KANDANG TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT MOLER (Fusarium oxysporum) DAN PRODUKSI BAWANG MERAH BERPOLA TANAM ORGANIK
Rendahnya produksi bawang merah di Indonesia disebabkan salah satunya oleh penyakit moler (Fusarium oxysporum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk h...
PENGENDALIAN LIMBAH AMONIA BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN SISTEM HETEROTROFIK MENUJU SISTEM AKUAKULTUR NIR-LIMBAH
PENGENDALIAN LIMBAH AMONIA BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN SISTEM HETEROTROFIK MENUJU SISTEM AKUAKULTUR NIR-LIMBAH
Limbah amonia dari budidaya ikan yang dibuang langsung ke perairan sekitarnya merupakan sumber pencemaran yang perlu mendapat perhatian. Potensi pasokan amonia ke dalam air budiday...
PENGARUH PENGGUNAAN BIOCHAR DAN AERASI UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK
PENGARUH PENGGUNAAN BIOCHAR DAN AERASI UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK
Air limbah domestik merupakan air buangan yang berasal dari aktivitas sehari-hari manusia yang berkaitan dengan pemakaian air seperti mencuci dan mandi yang menghasilkan grey water...
Perbedaan Hasil Pengaplikasian Jenis Kosmetik Pewarnaan Rambut yang Mengandung Amonia dan Non-Amonia dengan Teknik Ombre
Perbedaan Hasil Pengaplikasian Jenis Kosmetik Pewarnaan Rambut yang Mengandung Amonia dan Non-Amonia dengan Teknik Ombre
ABSTRAK - Penelitian ini adalah Penelitian Eskperimen yang bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaplikasian kosmetik pewarnaan rambut yang mengandung amonia dengan teknik ombre (2) Pe...
PENGARUH PERBANDINGAN KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA DAN TULANG SAPI PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK
PENGARUH PERBANDINGAN KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA DAN TULANG SAPI PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK
Limbah Biomassa yang berasal dari pertanian seperti tempurung kelapa dan tulang sapi yang cukup berlimpah selama ini hanya dibuang begitu saja sehingga menyebabkan bertumpuknya lim...
PENURUNAN KADAR COD PADA LIMBAH CAIR CINCAU DENGAN METODE KARBON AKTIF DAN AERASI
PENURUNAN KADAR COD PADA LIMBAH CAIR CINCAU DENGAN METODE KARBON AKTIF DAN AERASI
Industri pangan merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia. Perkembangan industri haruslah diiringi dengan pengelolaan limbah yang baik agar tidak menimbulkan...
EFEKTIVITAS PUPUK KANDANG BERBASIS KOMPOS Azolla microphylla DAN PEMAKAIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TOMAT CHERRY
EFEKTIVITAS PUPUK KANDANG BERBASIS KOMPOS Azolla microphylla DAN PEMAKAIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TOMAT CHERRY
Tomat cherry (Lycopersicum esculentum var. ceraciforme) merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan yang dianggap mempunyai prospek baik dalam pemasarannya. Rasanya yang mani...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...

