Javascript must be enabled to continue!
Gambaran Karakteristik Pada Pasien Miopia di RSUD Welas Asih Bandung Periode Januari-Desember 2024
View through CrossRef
Abstract. Myopia is a refractive error characterized by the inability of the eye to focus light precisely on the retina, resulting in blurred distance vision. The prevalence of myopia continues to increase, particularly among young and productive age groups, and may lead to complications if not properly managed. This study aimed to describe the characteristics of patients with myopia at RSUD Welas Asih Bandung during the period of January–December 2024. This study employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The study subjects consisted of secondary data obtained from the medical records of patients diagnosed with myopia. Sampling was conducted using purposive sampling, resulting in a total of 184 patients who met the inclusion criteria. The variables analyzed included age, sex, and degree of myopia. Data were analyzed using univariate analysis and presented in the form of frequency and percentage distributions. The results showed that the majority of myopia patients were in the 20–29 years age group (35.3%) and were female (76.6%). The most common degree of myopia was mild myopia in both the right eye (72.3%) and the left eye (77.2%). In conclusion, myopia was most frequently found among young and productive age groups with mild severity. These findings highlight the importance of early screening and eye health education to prevent the progression of myopia.
Abstrak. Miopia merupakan kelainan refraksi yang ditandai dengan ketidakmampuan mata memfokuskan cahaya tepat di retina sehingga menyebabkan penglihatan jauh menjadi buram. Prevalensi miopia terus meningkat, terutama pada usia muda dan produktif, serta berpotensi menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien miopia di RSUD Welas Asih Bandung periode Januari–Desember 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Objek penelitian berupa data sekunder rekam medis pasien yang terdiagnosis miopia. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 184 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, dan derajat miopia. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien miopia berada pada kelompok usia 20–29 tahun (35,3%) dan berjenis kelamin perempuan (76,6%). Derajat miopia terbanyak adalah miopia ringan, baik pada mata kanan (72,3%) maupun mata kiri (77,2%). Dapat disimpulkan bahwa miopia paling banyak ditemukan pada kelompok usia muda dan produktif dengan derajat ringan. Temuan ini menunjukkan pentingnya skrining dini dan edukasi kesehatan mata sebagai upaya pencegahan progresivitas miopia.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Gambaran Karakteristik Pada Pasien Miopia di RSUD Welas Asih Bandung Periode Januari-Desember 2024
Description:
Abstract.
Myopia is a refractive error characterized by the inability of the eye to focus light precisely on the retina, resulting in blurred distance vision.
The prevalence of myopia continues to increase, particularly among young and productive age groups, and may lead to complications if not properly managed.
This study aimed to describe the characteristics of patients with myopia at RSUD Welas Asih Bandung during the period of January–December 2024.
This study employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach.
The study subjects consisted of secondary data obtained from the medical records of patients diagnosed with myopia.
Sampling was conducted using purposive sampling, resulting in a total of 184 patients who met the inclusion criteria.
The variables analyzed included age, sex, and degree of myopia.
Data were analyzed using univariate analysis and presented in the form of frequency and percentage distributions.
The results showed that the majority of myopia patients were in the 20–29 years age group (35.
3%) and were female (76.
6%).
The most common degree of myopia was mild myopia in both the right eye (72.
3%) and the left eye (77.
2%).
In conclusion, myopia was most frequently found among young and productive age groups with mild severity.
These findings highlight the importance of early screening and eye health education to prevent the progression of myopia.
Abstrak.
Miopia merupakan kelainan refraksi yang ditandai dengan ketidakmampuan mata memfokuskan cahaya tepat di retina sehingga menyebabkan penglihatan jauh menjadi buram.
Prevalensi miopia terus meningkat, terutama pada usia muda dan produktif, serta berpotensi menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien miopia di RSUD Welas Asih Bandung periode Januari–Desember 2024.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional).
Objek penelitian berupa data sekunder rekam medis pasien yang terdiagnosis miopia.
Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 184 pasien yang memenuhi kriteria inklusi.
Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, dan derajat miopia.
Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien miopia berada pada kelompok usia 20–29 tahun (35,3%) dan berjenis kelamin perempuan (76,6%).
Derajat miopia terbanyak adalah miopia ringan, baik pada mata kanan (72,3%) maupun mata kiri (77,2%).
Dapat disimpulkan bahwa miopia paling banyak ditemukan pada kelompok usia muda dan produktif dengan derajat ringan.
Temuan ini menunjukkan pentingnya skrining dini dan edukasi kesehatan mata sebagai upaya pencegahan progresivitas miopia.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
WELAS ASIH DIRI DAN STRESS PADA PEREMPUAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL
WELAS ASIH DIRI DAN STRESS PADA PEREMPUAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL
Penggunaan media sosial telah sering dikaitkan dengan stres dan masalah kesehatan mental pada perempuan, sementara belakangan ini welas asih diri (self-compassion) telah diidentifi...
PENYULUHAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MIOPIA TINGGI
PENYULUHAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MIOPIA TINGGI
Studi yang dikerjakan oleh Holden menemukan bahwa prevalensi miopia global adalah 22,9% dan miopia tinggi 2,7% pada tahun 2000. Dalam dekade berikutnya, prevalensi miopia meningkat...
Gambaran Karakteristik Pasien Keratitis di RSUD Welas Asih Bandung Tahun 2024
Gambaran Karakteristik Pasien Keratitis di RSUD Welas Asih Bandung Tahun 2024
Abstract. Keratitis is an inflammation of the cornea that can cause visual impirment and serious complications if not treated properly. This study aims to describe the characterist...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Pengaruh Welas Asih Diri terhadap Tingkat Kepercayaan Diri Pengguna Tiktok
Pengaruh Welas Asih Diri terhadap Tingkat Kepercayaan Diri Pengguna Tiktok
Abstract. The development of TikTok as a short video-based social media platform has provided exposure to visual content, including ideal beauty and lifestyles, which have the pot...
Prevalensi Krakteristik Pasien OMSK Dewasa dan Anak di RSUD Sayang Rakyat Periode Januari-Desember 2021
Prevalensi Krakteristik Pasien OMSK Dewasa dan Anak di RSUD Sayang Rakyat Periode Januari-Desember 2021
Studi dilakukan di RSUD Sayang Rakyat untuk menyelidiki karakteristik pasien OMSK pada periode Januari-Desember 2021. Penelitian ini ialah penelitian cross-sectional retrospektif d...
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar
Menurut Kemenkes RI Nomor 129/Menkes/SK/II 2008 waktu tunggu pelayanan adalah waktu yang diperlukan mulai dari pasien mendaftar di tempat pendaftraran pasien rawat jalan (TPPRJ), s...

