Javascript must be enabled to continue!
PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN ANAK AUTIS DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi interpersonal orang tua kepada anak autis di Kota Bandung. Untuk menjawab dari tujuan penelitian tersebut, peneliti menetapkan sub fokus pada Komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, dan faktor penghambat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi deskriptif dimana informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah lima orang yang terdiri dari empat informan kunci sebagai orang tua dan satu informan pendukung psikolog anak sebagai informan pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi interpersonal yang dilakukan antara orang tua dengan anak autis tidak seperti melakukan komunikasi dengan anak normal dan sulit untuk melakukan komunikasi agar dapat dipahami oleh anak autis. Komunikasi verbal yang dilakukan dengan autis harus jelas, tegas, singkat dan juga dengan menggunakan metode gambar, serta adanya kata-kata perintah yang diberikan demi kemandirian anak autis. Komunikasi nonverbal dilakukan dengan gerakan-gerakan ketika orang tua memberikan larangan kepada anak dengan menggunakan gerakan jari telunjuk yang mengacung kemudian digoyangkan, mereka akan segera berhenti melakukan hal tersebut dan memahami bahwa hal tersebut dilarang. Faktor penghambat dalam berkomunikasi dengan anak autis yaitu sulitnya melakukan kontak mata, kurangnya respon yang diberikan, kesulitan berbicara yang dialami anak autis, serta gangguan pada bidang sensori. --------------------------------------------------------------------------------- This study aims to determine the parent's interpersonal communication process to autistic children in the city of Bandung. To answer the purpose of the study, the researcher established a sub focus on verbal communication, nonverbal communication, and inhibiting factors. This study uses qualitative methods with descriptive studies where the informants involved in this study amounted to five people consisting of four key informants as parents and one informant supporting child psychologists as supporting informants. The results of this study indicate that the process of interpersonal communication carried out between parents and children with autism is not like communicating with normal children and is difficult to communicate so that it can be understood by children with autism. Verbal communication done with autism must be clear, firm, concise and also by using the image method, as well as the words of the commands given for the independence of autistic children. Nonverbal communication is carried out with movements when parents give a prohibition to children by using the movement of the index finger that is raised and then shaken, they will immediately stop doing that and understand that it is prohibited. Inhibiting factors in communicating with children with autism are difficulty in making eye contact, lack of response given, speech difficulties experienced by autistic children, and disturbances in the sensory field.
Title: PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN ANAK AUTIS DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi interpersonal orang tua kepada anak autis di Kota Bandung.
Untuk menjawab dari tujuan penelitian tersebut, peneliti menetapkan sub fokus pada Komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, dan faktor penghambat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi deskriptif dimana informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah lima orang yang terdiri dari empat informan kunci sebagai orang tua dan satu informan pendukung psikolog anak sebagai informan pendukung.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses komunikasi interpersonal yang dilakukan antara orang tua dengan anak autis tidak seperti melakukan komunikasi dengan anak normal dan sulit untuk melakukan komunikasi agar dapat dipahami oleh anak autis.
Komunikasi verbal yang dilakukan dengan autis harus jelas, tegas, singkat dan juga dengan menggunakan metode gambar, serta adanya kata-kata perintah yang diberikan demi kemandirian anak autis.
Komunikasi nonverbal dilakukan dengan gerakan-gerakan ketika orang tua memberikan larangan kepada anak dengan menggunakan gerakan jari telunjuk yang mengacung kemudian digoyangkan, mereka akan segera berhenti melakukan hal tersebut dan memahami bahwa hal tersebut dilarang.
Faktor penghambat dalam berkomunikasi dengan anak autis yaitu sulitnya melakukan kontak mata, kurangnya respon yang diberikan, kesulitan berbicara yang dialami anak autis, serta gangguan pada bidang sensori.
 --------------------------------------------------------------------------------- This study aims to determine the parent's interpersonal communication process to autistic children in the city of Bandung.
To answer the purpose of the study, the researcher established a sub focus on verbal communication, nonverbal communication, and inhibiting factors.
This study uses qualitative methods with descriptive studies where the informants involved in this study amounted to five people consisting of four key informants as parents and one informant supporting child psychologists as supporting informants.
The results of this study indicate that the process of interpersonal communication carried out between parents and children with autism is not like communicating with normal children and is difficult to communicate so that it can be understood by children with autism.
Verbal communication done with autism must be clear, firm, concise and also by using the image method, as well as the words of the commands given for the independence of autistic children.
Nonverbal communication is carried out with movements when parents give a prohibition to children by using the movement of the index finger that is raised and then shaken, they will immediately stop doing that and understand that it is prohibited.
Inhibiting factors in communicating with children with autism are difficulty in making eye contact, lack of response given, speech difficulties experienced by autistic children, and disturbances in the sensory field.
Related Results
Komunikasi Interpersonal Orang Tua Kepada Anak Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Akhlak Di Gampong Meunasah Puuk Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur
Komunikasi Interpersonal Orang Tua Kepada Anak Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Akhlak Di Gampong Meunasah Puuk Kecamatan Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur
Komunikasi Interpersonal adalah proses pengiriman pesan yang dilakukan antara dua orang atau lebih hingga menimbulkan efek umpan balik. Orang tua merupakan lingkungan terdekat untu...
PEMBELAJARAN NILAI-NILAI MORAL PADA ANAK AUTIS
PEMBELAJARAN NILAI-NILAI MORAL PADA ANAK AUTIS
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pembelajaran nilai-nilai moral pada anak autis di jurusan autis SLB Negeri 1 Bantul. Jenis penelitian ini adalah penelitian de...
PERAN ORANG TUA PADA KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI
PERAN ORANG TUA PADA KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI
Abstrak
Perkembangan yang terjadi pada anak tidak lepas dari keterlibatan orang tua dalam mendidik anaknya. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh anak dan sa...
Dampak Pola Asuh Orang Tua Pada Kemandirian Anak di Roudhatul Athfal
Dampak Pola Asuh Orang Tua Pada Kemandirian Anak di Roudhatul Athfal
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum pendidikan dasar, yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia en...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI MENURUT PANDANGAN GURU DAN ORANG TUA
KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI MENURUT PANDANGAN GURU DAN ORANG TUA
Pembentukan kemandirin pada usia dini sangatlah penting dipahami oleh guru dan orang tua. Sebab orang tua dan gurulah yang sangat berperan dalam pembentukan kemandirian anak.. Pene...
Peran Orang Tua dalam Membangun Kesiapan Sekolah Anak Usia Dini
Peran Orang Tua dalam Membangun Kesiapan Sekolah Anak Usia Dini
Kesiapan sekolah pada usia dini merupakan tahap kritis dalam perkembangan anak yang mempengaruhi kemampuan belajar dan adaptasi sosialnya di masa depan. Peran orang tua dalam memba...
Analisis Implementasi Program Pelibatan Orangtua di Taman Kanak-Kanak Berdasarkan Epstein Model of Parental Involvement
Analisis Implementasi Program Pelibatan Orangtua di Taman Kanak-Kanak Berdasarkan Epstein Model of Parental Involvement
Pelibatan orang tua dalam PAUD memiliki manfaat dalam meningkatkan motivasi pada anak usia dini, selain itu keterlibatan orang tua juga sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran...

