Javascript must be enabled to continue!
Analisis Pengaruh Dwelling Time Terhadap Efisiensi Bongkar Muat Di Pelabuhan Tanjung Priok
View through CrossRef
Tingginya arus petikemas dan keterbatasan luas lapangan penumpukan terminal petikemas di Tanjung Priok menghasruskan terminal petikemas untuk menekan dwelling time. Dwelling time adalah waktu bongkar muat peti kemas yang dilakukan dari kapal sampai petikemas keluar dari pelabuhan. Proses dwelling time di pelabuhan yaitu pre-clearance, customs clearance, dan post-clearance. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dwelling time yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok (1) Mengetahui faktor penyebab lamanya dwelling time; (2) Mengetahui dampak dwelling time. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dan studi literatur, data yang dibutuhkan dapat diperoleh dari Badan Pusat Statistik serta website. Faktor- faktor penyebab dwelling time pada umumnya adalah adanya 2 jalur utama Bea Cukai dalam proses pengeluaran peti kemas impor yakni jalur merah dan jalur hijau. Menurut Asngadi (2017) menyatakan jalur merah adalah perlakuan pabean atas Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Tingginya dweliing time dipelabuhan Tanjung Priok sudah lama dialami oleh pemilik barang.
Title: Analisis Pengaruh Dwelling Time Terhadap Efisiensi Bongkar Muat Di Pelabuhan Tanjung Priok
Description:
Tingginya arus petikemas dan keterbatasan luas lapangan penumpukan terminal petikemas di Tanjung Priok menghasruskan terminal petikemas untuk menekan dwelling time.
Dwelling time adalah waktu bongkar muat peti kemas yang dilakukan dari kapal sampai petikemas keluar dari pelabuhan.
Proses dwelling time di pelabuhan yaitu pre-clearance, customs clearance, dan post-clearance.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dwelling time yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok (1) Mengetahui faktor penyebab lamanya dwelling time; (2) Mengetahui dampak dwelling time.
Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dan studi literatur, data yang dibutuhkan dapat diperoleh dari Badan Pusat Statistik serta website.
Faktor- faktor penyebab dwelling time pada umumnya adalah adanya 2 jalur utama Bea Cukai dalam proses pengeluaran peti kemas impor yakni jalur merah dan jalur hijau.
Menurut Asngadi (2017) menyatakan jalur merah adalah perlakuan pabean atas Pemberitahuan Impor Barang (PIB).
Tingginya dweliing time dipelabuhan Tanjung Priok sudah lama dialami oleh pemilik barang.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA FUNGSI SHIP CRANE TERHADAP PROSES BONGKAR MUAT MV. MADISON
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA FUNGSI SHIP CRANE TERHADAP PROSES BONGKAR MUAT MV. MADISON
Dalam proses bongkar muat di sebuah kapal container sebuah alat bongkar muat sangatlah dibutuhkan dan juga kondis yang baik juga diperlukan dalam proses bongkar muatnya. Berdasarka...
OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT KESELAMATAN KERJA TERHADAP TENAGA KERJA BONGKAR MUAT GUNA MENUNJANG PROSES BONGKAR MUAT DI PELABUHAN SEMEN INDONESIA TUBAN
OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT KESELAMATAN KERJA TERHADAP TENAGA KERJA BONGKAR MUAT GUNA MENUNJANG PROSES BONGKAR MUAT DI PELABUHAN SEMEN INDONESIA TUBAN
Bongkar muat adalah salah satu aktivitas penting di pelabuhan. Bahkan, ada banyakkegiatan pelabuhan seperti bongkar muat, cargodoring, penerimaan atau pengiriman.Pelabuhan Semen In...
PROSES PENANGANAN BONGKAR MUAT EQUIPMENT DENGAN DOUBLE CRANE PADA PT SAMUDRA INDAH SEJAHTERA DI PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG
PROSES PENANGANAN BONGKAR MUAT EQUIPMENT DENGAN DOUBLE CRANE PADA PT SAMUDRA INDAH SEJAHTERA DI PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG
Kelancaran bongkar muat harus sesuai dengan kebutuhan dan penggunaan alat yang sedang beroperasi serta memerlukan perawatan yang baik untuk mendukung agar kapal bongkar muat equipm...
Keterlambatan Proses Bongkar Muat Gandum Pada Kapal MV SE Cardi di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap
Keterlambatan Proses Bongkar Muat Gandum Pada Kapal MV SE Cardi di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap
Abstrak: Proses bongkar muat gandum di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap mengalami inefisiensi yang signifikan. Faktor-faktor penyebab inefisiensi ini antara lain kondisi alam, kiner...
KOORDINASI DALAM PENERTIBAN BANGUNAN LIAR DI KECAMATAN TANJUNG PRIOK KOTA JAKARTA UTARA
KOORDINASI DALAM PENERTIBAN BANGUNAN LIAR DI KECAMATAN TANJUNG PRIOK KOTA JAKARTA UTARA
This research discussed the coordination of controlling illegal buildings in Tanjung Priok District, North Jakarta City. The policy regarding integrated control in Tanjung Priok Di...
OPERASIONAL PERSIAPAN BONGKAR MUAT PADA MT. KIRANA NAWA
OPERASIONAL PERSIAPAN BONGKAR MUAT PADA MT. KIRANA NAWA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan sistem dan peralatan dalam proses bongkar muat pada kapal tanker guna menjamin efisiensi operasional dan keselamatan kerja....
ANALISIS BONGKAR MUAT PADA KERETA PETIKEMAS 2514 DI STASIUN SUNGAI LAGOA PT KERETA API INDONESIA DAOP 1 JAKARTA
ANALISIS BONGKAR MUAT PADA KERETA PETIKEMAS 2514 DI STASIUN SUNGAI LAGOA PT KERETA API INDONESIA DAOP 1 JAKARTA
Stasiun Sungai Lagoa PT. Kereta Api Indonesia DAOP 1 Jakarta adalah stasiun kereta kelas kecil yang terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Stasiun ini melayani bongkar muat peti...
PENGARUH PRE CLEARANCE DAN POST CLEARANCE TERHADAP DWELLING TIME DI PELABUHAN PETI KEMAS JICT TANJUNG PRIOK
PENGARUH PRE CLEARANCE DAN POST CLEARANCE TERHADAP DWELLING TIME DI PELABUHAN PETI KEMAS JICT TANJUNG PRIOK
Kontribusi moda transportasi laut dalam perdagangan dunia mencapai 77%. Dominannya transportasi laut mengindikasikan bahwa kemajuan perekonomian dan perdagangan nasional adalah den...

