Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Infeksi Nosokomial Dengan Perilaku Cuci Tangan Di Puskesmas
View through CrossRef
Pengetahuan tentang infeksi sangat penting. Infeksi nosokomial atau sekarang disebut Health-care Associated Infection (HAIs) adalah infeksi yang didapat pasien saat perawatan atau kondisi pembedahan dan efek samping yang paling sering terjadi selama dirawat Infeksi nosokomial merupakan masalah utama bagi keselamatan pasien dan dampaknya mengakibatkan rawat inap menjadi lama, cacat permanen, meningkatnya resistensi mikroorganisme terhadap agen antimikroba menambah beban untuk biaya kesehatan, dan resiko meningkatnya kematian. Infeksi nosokomial bersifat universal dan meliputi setiap fasilitas kesehatan dan sistem diseluruh dunia tetapi keadaannya masih belum di ketahui di banyak Negara, khususnya di Negara berkembang salah satunya adalah indonesia Pengetahuan perawat tentang nosokomial sangat berpengaruh bagi perilaku mencuci tangan saat perawat sedang melakukan tindakan keperawatan dalam upaya peningkatan pencegahan infeski nosokomial. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial dengan perilaku cuci tangan di Puskesmas Pamengpeuk kabupaten Bandung. Desain dalam penelitian ini adalah studi kolerasi dengan menggunakan metode pendekatan cros sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 60 perawat Puskesmas Pamengpeuk Kabupaten Bandung. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data menggunakan Uji Statistic Rank Spearman untuk mencari hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial dengan perilaku cuci tangan.
Title: Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Infeksi Nosokomial Dengan Perilaku Cuci Tangan Di Puskesmas
Description:
Pengetahuan tentang infeksi sangat penting.
Infeksi nosokomial atau sekarang disebut Health-care Associated Infection (HAIs) adalah infeksi yang didapat pasien saat perawatan atau kondisi pembedahan dan efek samping yang paling sering terjadi selama dirawat Infeksi nosokomial merupakan masalah utama bagi keselamatan pasien dan dampaknya mengakibatkan rawat inap menjadi lama, cacat permanen, meningkatnya resistensi mikroorganisme terhadap agen antimikroba menambah beban untuk biaya kesehatan, dan resiko meningkatnya kematian.
Infeksi nosokomial bersifat universal dan meliputi setiap fasilitas kesehatan dan sistem diseluruh dunia tetapi keadaannya masih belum di ketahui di banyak Negara, khususnya di Negara berkembang salah satunya adalah indonesia Pengetahuan perawat tentang nosokomial sangat berpengaruh bagi perilaku mencuci tangan saat perawat sedang melakukan tindakan keperawatan dalam upaya peningkatan pencegahan infeski nosokomial.
Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial dengan perilaku cuci tangan di Puskesmas Pamengpeuk kabupaten Bandung.
Desain dalam penelitian ini adalah studi kolerasi dengan menggunakan metode pendekatan cros sectional.
Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 60 perawat Puskesmas Pamengpeuk Kabupaten Bandung.
Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data menggunakan Uji Statistic Rank Spearman untuk mencari hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial dengan perilaku cuci tangan.
Related Results
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN 6 LANGKAH CUCI TANGAN
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKUKAN 6 LANGKAH CUCI TANGAN
Kepatuhan merupakan masalah besar yang dihadapi rumah sakit dan masih cukup tinggi terjadi di Indonesia.Kegagalan dalam menjaga kebersihan tangan dengan baik dan benar merupakan pe...
HUBUNGAN KEPATUHAN CUCI TANGAN ENAM LANGKAH LIMA MOMEN PERAWAT DENGAN KEJADIAN PHLEBITIS DI RSUD DR. WAHIDIN SUDIRO HUSODO MOJOKERTO
HUBUNGAN KEPATUHAN CUCI TANGAN ENAM LANGKAH LIMA MOMEN PERAWAT DENGAN KEJADIAN PHLEBITIS DI RSUD DR. WAHIDIN SUDIRO HUSODO MOJOKERTO
Pendahuluan: Kejadian phlebitis di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto lebih tinggi dibandingkan infeksi lain. Rendahnya kepatuhan cuci tangan perawat menjadi salah satu penye...
PENERAPAN METODE BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH
PENERAPAN METODE BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH
Latar belakang : kebiasaan cuci tangan yang benar sangat penting. Namun menurut Badan Pusat Statistik kebiasaan cuci tangan yang benar di Provinsi Jawa Tengah belum maksimal yaitu ...
PENERAPAN METODE BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH
PENERAPAN METODE BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH
Latar belakang : kebiasaan cuci tangan yang benar sangat penting. Namun menurut Badan Pusat Statistik kebiasaan cuci tangan yang benar di Provinsi Jawa Tengah belum maksimal yaitu ...
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pada Siswa
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pada Siswa
Cuci tangan merupakan suatu proses membuang kotoran dan debu secara mekanis dari kulit kedua belah tangan dengan memakai sabun dan air mengalir. Tangan merupakan media utama bagi ...
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SMP Negeri 1 Tombatu
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SMP Negeri 1 Tombatu
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga dapat mencegah berbagai macam penyakit. Salah satu perilaku hid...
Perancangan Tempat Cuci Tangan Otomatis Bagi Siswa Sekolah Dasar
Perancangan Tempat Cuci Tangan Otomatis Bagi Siswa Sekolah Dasar
Di masa pandemi ini di mana kebersihan tangan dan lingkungan menjadi prioritas utama, keberadaan tempat cuci tangan perlu disediakan di setiap tempat. Tempat cuci tangan yang ada m...

