Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PADUAN AL DAN CU UNTUK METERIAL CHASSIS KENDARAAN
View through CrossRef
Abstrak. Chassis adalah rangka yang berfungsi sebagai penopang berat kendaraan, mesin serta penumpang, chassis juga berfungsi menahan kendaraan agar tetap rigid dan tidak mengalami bending. Untuk memenuhi kebutuhan pasar global akan produk chassis dengan kualitas bahan yang bagus, tentu saja tidak terlepas dari bagaimana produk tersebut dibuat, mulai dari proses pengecoran (casting), pemanasan (heating), sampai ke peroses akhir (finishing). Pada penelitian ini Chassis dibuat dengan material Aluminium limbah yang di padukan dengan tembaga (Cu) melaui proses pengecoran. Penelitian ini dilakukan dengan paduan Al dan Cu ini dilakukan dengan uji tensile dan bending. Aluminium dileburkan pada titik leburnya dan ditambahi serbuk Cu dengan komposisi, yaitu 0%, 2% dan 4%. Hasil paduan dicetak sesuai standar material uji tensile dan bending. Berdasarkan hasil pengujian tarik dan bending dapat disimpulkan bahwa komposisi 2%Cu adalah paduan yang elestisitasnya terendah dan komposisi 3%Cu memiliki nilai modulus elastisitas tinggi.
Kata Kunci : chassis, tembaga, aluminium
Abstract. Chassis is a frame that functions as a support for vehicles, engines and passengers weight. The chassis also serves to hold the vehicle to remain rigid and not experience bending. To meet the needs of the global market for chassis products with good material quality, of course it can not be separated from how the product is made, starting from the casting process, heating to the final process (finishing). In this research, the chassis is made with aluminum waste material which is mixed with copper (Cu) through the casting process. This research was carried out with Al and Cu alloys and it was carried out by tensile and bending tests. Aluminum is melted at the melting point and added with Cu powder with a composition of 0%, 2% and 4%. Alloy results are printed according to the tensile and bending material test standards. Based on the results of tensile and bending tests it can be concluded that the composition of 2% is the lowest elasticity alloy.
Keywords :chassis, copper, aluminium.
Title: ANALISIS PADUAN AL DAN CU UNTUK METERIAL CHASSIS KENDARAAN
Description:
Abstrak.
Chassis adalah rangka yang berfungsi sebagai penopang berat kendaraan, mesin serta penumpang, chassis juga berfungsi menahan kendaraan agar tetap rigid dan tidak mengalami bending.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar global akan produk chassis dengan kualitas bahan yang bagus, tentu saja tidak terlepas dari bagaimana produk tersebut dibuat, mulai dari proses pengecoran (casting), pemanasan (heating), sampai ke peroses akhir (finishing).
Pada penelitian ini Chassis dibuat dengan material Aluminium limbah yang di padukan dengan tembaga (Cu) melaui proses pengecoran.
Penelitian ini dilakukan dengan paduan Al dan Cu ini dilakukan dengan uji tensile dan bending.
Aluminium dileburkan pada titik leburnya dan ditambahi serbuk Cu dengan komposisi, yaitu 0%, 2% dan 4%.
Hasil paduan dicetak sesuai standar material uji tensile dan bending.
Berdasarkan hasil pengujian tarik dan bending dapat disimpulkan bahwa komposisi 2%Cu adalah paduan yang elestisitasnya terendah dan komposisi 3%Cu memiliki nilai modulus elastisitas tinggi.
Kata Kunci : chassis, tembaga, aluminium
Abstract.
Chassis is a frame that functions as a support for vehicles, engines and passengers weight.
The chassis also serves to hold the vehicle to remain rigid and not experience bending.
To meet the needs of the global market for chassis products with good material quality, of course it can not be separated from how the product is made, starting from the casting process, heating to the final process (finishing).
In this research, the chassis is made with aluminum waste material which is mixed with copper (Cu) through the casting process.
This research was carried out with Al and Cu alloys and it was carried out by tensile and bending tests.
Aluminum is melted at the melting point and added with Cu powder with a composition of 0%, 2% and 4%.
Alloy results are printed according to the tensile and bending material test standards.
Based on the results of tensile and bending tests it can be concluded that the composition of 2% is the lowest elasticity alloy.
Keywords :chassis, copper, aluminium.
Related Results
Teknologi RANCANG BANGUN KONTRUKSI TUBULAR CHASSIS PADA WIKAN ELEKTRIC TACTICAL VEHICLE
Teknologi RANCANG BANGUN KONTRUKSI TUBULAR CHASSIS PADA WIKAN ELEKTRIC TACTICAL VEHICLE
Abstract: Thoroughly on the design of the chassis construction mathematical and analysis using Ansys software. The data obtained is the stress that occurs in the construction of tu...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
PEMBUATAN PELAT PADUAN ALUMINIUM-MAGNESIUM DAN ANALISIS VARIASI KAMPUH LAS PADA PADUAN ALUMINIUM-MAGNESIUM AKIBAT BEBAN STATIK DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS WORKBENCH V 14.0
PEMBUATAN PELAT PADUAN ALUMINIUM-MAGNESIUM DAN ANALISIS VARIASI KAMPUH LAS PADA PADUAN ALUMINIUM-MAGNESIUM AKIBAT BEBAN STATIK DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS WORKBENCH V 14.0
Aluminium merupakan unsur yang paling banyak digunakan di bidang teknologi, khususnya bidang transportasi. Permasalahan seputar pemakaian bahan bakar dan pengurangan berat komponen...
Estetika Paduan Suara Drama Musikal Abu Dzar Al Ghifari
Estetika Paduan Suara Drama Musikal Abu Dzar Al Ghifari
Unsur Drama Musikal terdiri dari drama tari dan musik. Masing-masing variabel tersebut menjadi dimensi penguat dalam pertunjukan Drama Musikal. Termasuk musik, selain instrumen yan...
KEBERADAAN KENDARAAN RODA TIGA SEBAGAI ODONG-ODONG DI KABUPATEN SUMENEP MENURUT HUKUM POSITIF
KEBERADAAN KENDARAAN RODA TIGA SEBAGAI ODONG-ODONG DI KABUPATEN SUMENEP MENURUT HUKUM POSITIF
Kendaraan atau angkutan adalah wahana alat transportasi, baik yang digerakkan oleh mesin maupun oleh mahluk hidup. Kendaraan terdiri dari kendaraan bermotor dan kendaraan tidak ber...
KARAKTERISTIK INGOT PADUAN U-Zr-Nb PASCA PROSES QUENCHING
KARAKTERISTIK INGOT PADUAN U-Zr-Nb PASCA PROSES QUENCHING
KARAKTERISTIK INGOT PADUAN U-Zr-Nb PASCA PROSES QUENCHING . Telah dilakukan percobaan perlakuan panas (quenching) paduan U-Zr-Nb yang bervariasi komposisi Nb. Ingot paduan U-Zr-Nb...
Aplikasi Pendeteksi Dan Pelacakan Kendaraan Menggunakan Jaringan Neural Propagasi Balik
Aplikasi Pendeteksi Dan Pelacakan Kendaraan Menggunakan Jaringan Neural Propagasi Balik
Penelitian ini ini bertujuan membangun sistem deteksi dan pelacakan otomatis kendaraan yang dapat diterapkan di lingkungan yang berbeda. Untuk mendeteksi kendaraan, posisi lampu be...
Desain Paduan Logam Untuk Komponen Turbin Pembangkit Listrik
Desain Paduan Logam Untuk Komponen Turbin Pembangkit Listrik
Dalam pengembangan paduan logam untuk sudu turbin gas, penulis telah mendesain komposisi kimia dan struktur mikro paduan-super berbasis nikel kristal tunggal generasi baru berdasar...

