Javascript must be enabled to continue!
Tinjauan Teologis terhadap Konsep Aksesibilisme Monergistik Terrance L. Tiessen
View through CrossRef
Bagaimana keselamatan orang-orang yang belum pernah berkesempatan mendengar injil (the unevangelized)? Pertanyaan ini menjadi populer di halaman depan beberapa buku teologi setidaknya pada dua puluh tahun terakhir ini. Secara umum, ada empat kalangan yang disinggung lewat buku-buku ini. Pertama, kalangan agnostik yang cenderung memilih aman dan berkata bahwa Alkitab tidak berbicara jelas (silent) mengenai “nasib” orang yang belum pernah mendengar Injil. Kedua, kalangan eksklusivis atau partikularisme yang lebih tegas dan berani mengatakan bahwa mereka yang tidak pernah mendengar berita Injil dan beriman kepada nama Yesus Kristus tidak akan memperoleh keselamatan. Ketiga, bertolak belakang dengan eksklusivisme, kalangan pluralisme mengatakan bahwa orang yang belum pernah mendengar Injil sangat bisa selamat melalui agama dan kepercayaan mereka masing-masing, karena ada The Real yang sama. Keempat, masih ada satu kalangan lagi yang mencoba menjawab pergumulan teologis ini, khususnya dengan menjembatani perbedaan di antara pihak eksklusivis dan pluralis, yaitu inklusivisme. Kalangan ini setuju kepada pihak pluralis yang tidak membatasi keselamatan Allah hanya kepada orang-orang yang mendengarkan berita Injil dan percaya di dalam Yesus Kristus. Di sisi lain, kalangan ini juga setuju dengan para eksklusivis yang mendasari keselamatan Allah di dalam Pribadi Yesus Kristus dan berita Injil. Sebagai seorang eksklusivis, penulis tertarik untuk mengkritisi pandangan inklusivisme ini dibandingkan dengan pandangan yang lain. Alasannya adalah: pertama, pandangan ini berusaha menjembatani perbedaan di antara eksklusivisme dan pluralisme. Karena itu, mungkin saja ada pemikiran-pemikiran menarik yang perlu diperhitungkan; kedua, pandangan ini memiliki titik berangkat yang sama dengan eksklusivisme, yaitu firman Tuhan. Pandangan ini juga sepakat bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya Juru Selamat manusia; tidak ada manusia yang bisa membebaskan dirinya sendiri dari dosa tanpa Yesus Kristus. Masalahnya adalah, dengan maksud mengakomodasi kedua belah pihak, tentu saja kita perlu bertanya, seberapa besar kesetiaan mereka memegang inti iman kekristenan ini?; terakhir, pandangan ini bersifat aktif dalam berargumentasi. Karena itu, dialog dapat lebih mudah dilakukan, baik kepada kalangan eksklusivis maupun pluralis. Penulis akan berkonsentrasi mengkritisi salah satu tokoh inklusivis yaitu Terrance L. Tiessen. Ketertarikan penulis kepada Tiessen adalah karena ia mengembangkan konsep inklusivisme yang agak berbeda dengan yang lainnya. Ia mencoba mengaitkan teologi Calvin dengan inklusivisme, sehingga lahirlah aksesibilisme monergistik.
Sekolah Tinggi Teologi Seminari Alkitab Asia Tenggara
Title: Tinjauan Teologis terhadap Konsep Aksesibilisme Monergistik Terrance L. Tiessen
Description:
Bagaimana keselamatan orang-orang yang belum pernah berkesempatan mendengar injil (the unevangelized)? Pertanyaan ini menjadi populer di halaman depan beberapa buku teologi setidaknya pada dua puluh tahun terakhir ini.
Secara umum, ada empat kalangan yang disinggung lewat buku-buku ini.
Pertama, kalangan agnostik yang cenderung memilih aman dan berkata bahwa Alkitab tidak berbicara jelas (silent) mengenai “nasib” orang yang belum pernah mendengar Injil.
Kedua, kalangan eksklusivis atau partikularisme yang lebih tegas dan berani mengatakan bahwa mereka yang tidak pernah mendengar berita Injil dan beriman kepada nama Yesus Kristus tidak akan memperoleh keselamatan.
Ketiga, bertolak belakang dengan eksklusivisme, kalangan pluralisme mengatakan bahwa orang yang belum pernah mendengar Injil sangat bisa selamat melalui agama dan kepercayaan mereka masing-masing, karena ada The Real yang sama.
Keempat, masih ada satu kalangan lagi yang mencoba menjawab pergumulan teologis ini, khususnya dengan menjembatani perbedaan di antara pihak eksklusivis dan pluralis, yaitu inklusivisme.
Kalangan ini setuju kepada pihak pluralis yang tidak membatasi keselamatan Allah hanya kepada orang-orang yang mendengarkan berita Injil dan percaya di dalam Yesus Kristus.
Di sisi lain, kalangan ini juga setuju dengan para eksklusivis yang mendasari keselamatan Allah di dalam Pribadi Yesus Kristus dan berita Injil.
Sebagai seorang eksklusivis, penulis tertarik untuk mengkritisi pandangan inklusivisme ini dibandingkan dengan pandangan yang lain.
Alasannya adalah: pertama, pandangan ini berusaha menjembatani perbedaan di antara eksklusivisme dan pluralisme.
Karena itu, mungkin saja ada pemikiran-pemikiran menarik yang perlu diperhitungkan; kedua, pandangan ini memiliki titik berangkat yang sama dengan eksklusivisme, yaitu firman Tuhan.
Pandangan ini juga sepakat bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya Juru Selamat manusia; tidak ada manusia yang bisa membebaskan dirinya sendiri dari dosa tanpa Yesus Kristus.
Masalahnya adalah, dengan maksud mengakomodasi kedua belah pihak, tentu saja kita perlu bertanya, seberapa besar kesetiaan mereka memegang inti iman kekristenan ini?; terakhir, pandangan ini bersifat aktif dalam berargumentasi.
Karena itu, dialog dapat lebih mudah dilakukan, baik kepada kalangan eksklusivis maupun pluralis.
Penulis akan berkonsentrasi mengkritisi salah satu tokoh inklusivis yaitu Terrance L.
Tiessen.
Ketertarikan penulis kepada Tiessen adalah karena ia mengembangkan konsep inklusivisme yang agak berbeda dengan yang lainnya.
Ia mencoba mengaitkan teologi Calvin dengan inklusivisme, sehingga lahirlah aksesibilisme monergistik.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
TINJAUAN TEOLOGIS TERHADAP RESESI SEKS
TINJAUAN TEOLOGIS TERHADAP RESESI SEKS
Abstrak
Dunia saat ini dihadapkan pada fenomena yang memprihatinkan, yaitu resesi seks, yang mencerminkan penurunan aktivitas seksual di berbagai negara termasuk Singapura dan Jep...
Analisis Kesulitan Pemahaman Konsep Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Peluang Ditinjau Dari Disposisi Matematis
Analisis Kesulitan Pemahaman Konsep Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Peluang Ditinjau Dari Disposisi Matematis
Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa siswa SMA Negeri 1 Lotu kesulitan dalam memahami konsep matematika, khususnya pada materi peluang, yang disebabkan oleh rendahnya pemah...
“Kamu Bukan dari Dunia”: Relevansi Konsep Dunia dalam Injil Yohanes bagi Spiritualitas Kristen
“Kamu Bukan dari Dunia”: Relevansi Konsep Dunia dalam Injil Yohanes bagi Spiritualitas Kristen
Konsep “dunia” (kosmos) dalam Injil Yohanes merupakan salah satu tema teologis yang paling kompleks dan ambivalen dalam Perjanjian Baru. Injil Yohanes menampilkan dunia sebagai cip...
Pluralisme Agama dan Dialog Teologi
Pluralisme Agama dan Dialog Teologi
Kemajemukan dalam beragama merupakan kenyataan yang di satu sisi merupakan anugerah Tuhan, namun di sisi lain, karena disikapi secara keliru, juga sering menyebabkan konflik, sebag...
Daur Air Perspektif Eko-Teologis: Kajian Komparatif Tafsir al-Rāzī dan Quraish Shihab atas QS. An-Nur [24]:43
Daur Air Perspektif Eko-Teologis: Kajian Komparatif Tafsir al-Rāzī dan Quraish Shihab atas QS. An-Nur [24]:43
Fenomena air dan siklusnya adalah salah satu tema utama dalam Al-Qur’an, sebagaimana diuraikan dalam QS. An-Nur [24]:43 yang menjelaskan proses pembentukan awan, datangnya hujan, d...
Dampak Budaya Partikularisme terhadap Tatanan Masyarakat Busak 1 Kecamatan Karamat dalam Tinjauan Pendidikan Islam
Dampak Budaya Partikularisme terhadap Tatanan Masyarakat Busak 1 Kecamatan Karamat dalam Tinjauan Pendidikan Islam
Pokok masalah yang diangkat dalam Skripsi ini adalah dampak budaya partikularisme terhadap tatanan masyarakat Busak 1 Kecamatan Karamat dalam tinjauan pendidikan Islam. Di pilihnya...
Manusia dalam Pendidikan Islam Menurut Hasan Langgulung
Manusia dalam Pendidikan Islam Menurut Hasan Langgulung
Konsep manusia menurut kajian Hasan Langgulung terdiri dari berbagai konsep-konsep dasar meliputi konsep khalifah Allah di muka bumi yang mengandung po...

