Javascript must be enabled to continue!
Daur Air Perspektif Eko-Teologis: Kajian Komparatif Tafsir al-Rāzī dan Quraish Shihab atas QS. An-Nur [24]:43
View through CrossRef
Fenomena air dan siklusnya adalah salah satu tema utama dalam Al-Qur’an, sebagaimana diuraikan dalam QS. An-Nur [24]:43 yang menjelaskan proses pembentukan awan, datangnya hujan, dan munculnya kilat. Ayat ini tidak hanya membawa pesan teologis, tetapi juga memiliki aspek ekologis yang relevan dengan tantangan lingkungan saat ini. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) seperti apa penafsiran Fakhruddin al-Rāzī terhadap QS. An-Nur [24]:43, (2) apa pendapat M. Quraish Shihab tentangnya, dan (3) bagaimana keterkaitan keduanya dengan teori siklus air kontemporer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan antara tafsir klasik dan modern serta mengintegrasikannya dalam sudut pandang eko-teologis. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif melalui studi literatur dengan pendekatan tafsir maudhu'i untuk menulusuri tema air secara tematik dalam Al-Qur’an, dan analisis perbandingan untuk menelaah kesamaan dan perbedaan antara tafsir klasik (al-Rāzī) dan tafsir modern (Quraish Shihab) dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Rāzī fokus pada aspek teologis-filosofis, sementara Quraish Shihab mengaitkan penafsiran tersebut dengan dimensi ilmiah dan ekologis. Sintesis keduanya melahirkan perspektif eko-teologis Qur’ani yang meegaskan hujan sebagai ayat Tuhan sekaligus tanggung jawab ekologis manusia. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi klasik dan modern dalam membangun paradigma tafsir ilmiah menuju tafsir eko-teologis Qur’ani yang relevan dengan isu lingkungan global
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Isy Karima
Title: Daur Air Perspektif Eko-Teologis: Kajian Komparatif Tafsir al-Rāzī dan Quraish Shihab atas QS. An-Nur [24]:43
Description:
Fenomena air dan siklusnya adalah salah satu tema utama dalam Al-Qur’an, sebagaimana diuraikan dalam QS.
An-Nur [24]:43 yang menjelaskan proses pembentukan awan, datangnya hujan, dan munculnya kilat.
Ayat ini tidak hanya membawa pesan teologis, tetapi juga memiliki aspek ekologis yang relevan dengan tantangan lingkungan saat ini.
Rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) seperti apa penafsiran Fakhruddin al-Rāzī terhadap QS.
An-Nur [24]:43, (2) apa pendapat M.
Quraish Shihab tentangnya, dan (3) bagaimana keterkaitan keduanya dengan teori siklus air kontemporer.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan antara tafsir klasik dan modern serta mengintegrasikannya dalam sudut pandang eko-teologis.
Penelitian ini menerapkan metode kualitatif melalui studi literatur dengan pendekatan tafsir maudhu'i untuk menulusuri tema air secara tematik dalam Al-Qur’an, dan analisis perbandingan untuk menelaah kesamaan dan perbedaan antara tafsir klasik (al-Rāzī) dan tafsir modern (Quraish Shihab) dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan kontemporer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Rāzī fokus pada aspek teologis-filosofis, sementara Quraish Shihab mengaitkan penafsiran tersebut dengan dimensi ilmiah dan ekologis.
Sintesis keduanya melahirkan perspektif eko-teologis Qur’ani yang meegaskan hujan sebagai ayat Tuhan sekaligus tanggung jawab ekologis manusia.
Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi klasik dan modern dalam membangun paradigma tafsir ilmiah menuju tafsir eko-teologis Qur’ani yang relevan dengan isu lingkungan global.
Related Results
Jilbab Perspektif Quraish Shihab (Studi Komparatif Tafsir Tulis dan Lisan)
Jilbab Perspektif Quraish Shihab (Studi Komparatif Tafsir Tulis dan Lisan)
This study will discuss the comparison between Written and Oral interpretations Of the Quraish shihab’s hijab (jilbab) perspective. The Quraish Shihab’s interpretation of the verse...
PANDANGAN MUI TENTANG NIKAH MUT'AH: ANALISIS PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB
PANDANGAN MUI TENTANG NIKAH MUT'AH: ANALISIS PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB
AbstractM. Quraish Shihab, a renowned scholar, in his book "Perempuan," states that nikah mut'ah can be accepted in emergency and urgent situations with certain limitations and co...
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
Tafsir Audiovisual M. Quraish Shihab: Mengungkap Makna Sosial Qs. al-Ma'un dalam Program Acara “Shihab & Shihab”
Tafsir Audiovisual M. Quraish Shihab: Mengungkap Makna Sosial Qs. al-Ma'un dalam Program Acara “Shihab & Shihab”
<p>Artikel ini membahas mengenai penafsiran ayat-ayat al-Qur’an oleh M. Quraish Shihab dalam program acara “Shihab dan Shihab” pada konten youtube “Najwa Shihab”. Media digit...
KONSEP ADIL DALAM POLIGAMI MENURUT AMINA WADUD MUHSIN DAN M. QURAISH SHIHAB
KONSEP ADIL DALAM POLIGAMI MENURUT AMINA WADUD MUHSIN DAN M. QURAISH SHIHAB
Abstract:Polygamy often causes problems in domestic relationships, both for wives and children. Over time, polygamy in its development has been widely studied by scholars, both cla...
The communication style of Prof. Dr. M. Quraish Shihab, M.A., and K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim in interpreting the Quran (Study on YouTube channel of Pusat Studi Al-Quran)
The communication style of Prof. Dr. M. Quraish Shihab, M.A., and K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim in interpreting the Quran (Study on YouTube channel of Pusat Studi Al-Quran)
Prof. Dr. M. Quraish Shihab, M.A., is a scholar born from the habaib tradition and accepted by the pesantren tradition. While K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim is a scholar born from p...
Morals of Doctor According to Abū Bakr al-Rāzī’s View
Morals of Doctor According to Abū Bakr al-Rāzī’s View
Islamic civilization had ever got a doctor on the medical fields known as Rhazes to the West, he was labelled as “al-mulḥid” due to his controversial thoughts on prophetic concept....
Komedi dalam Q.S An-Najm 43: Studi Analisis Penafsiran (Tafsir Lisan) Quraish Shihab dalam Channel Youtube Najwa Shihab
Komedi dalam Q.S An-Najm 43: Studi Analisis Penafsiran (Tafsir Lisan) Quraish Shihab dalam Channel Youtube Najwa Shihab
Quraish Shihab merupakan salah satu ulama kontemporer Indonesia yang memiliki fokus kajian di bidang al-Qur’an. Quraish Shihab berusaha menyoroti permasalahan-permasalahan sosial k...

