Javascript must be enabled to continue!
<b>Karakteristik Fisik Biji Kakao (<i>Theobroma cacao</i> L.) Hasil Fermentasi dan Pengeringan di PT. Timor Mitra Niaga Malaka Nusa Tenggara Timur </b>
View through CrossRef
Kualitas biji kakao sangat dipengaruhi oleh penerapan proses pascapanen, terutama fermentasi dan pengeringan. Fermentasi berperan dalam menurunkan kadar polifenol penyebab rasa sepat, membentuk prekursor cita rasa, serta memperbaiki warna biji, sedangkan pengeringan berfungsi menurunkan kadar air untuk mencegah pertumbuhan kapang dan memperpanjang daya simpan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik fisik biji kakao hasil fermentasi dan pengeringan di PT. Timor Mitra Niaga, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, serta menilai kesesuaiannya dengan standar mutu biji kakao berdasarkan SNI 2323:2008. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif melalui pengamatan terhadap perubahan suhu, warna, tekstur, dan aroma selama fermentasi, serta pengujian kadar air, jumlah biji per 100 gram, dan uji belah setelah proses pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi selama empat hari menghasilkan biji kakao dengan warna cokelat kemerahan, aroma asam khas kakao, kadar air sebesar 7,1%, jumlah biji 95 butir per 100 gram yang termasuk golongan A, serta 62,5% biji terfermentasi sempurna tanpa biji cacat. Berdasarkan keseluruhan hasil tersebut, biji kakao yang dihasilkan PT. Timor Mitra Niaga memenuhi kriteria Mutu I sesuai SNI 2323:2008 dan layak digunakan sebagai bahan baku produk kakao bermutu tinggi.
Title: <b>Karakteristik Fisik Biji Kakao (<i>Theobroma cacao</i> L.) Hasil Fermentasi dan Pengeringan di PT. Timor Mitra Niaga Malaka Nusa Tenggara Timur </b>
Description:
Kualitas biji kakao sangat dipengaruhi oleh penerapan proses pascapanen, terutama fermentasi dan pengeringan.
Fermentasi berperan dalam menurunkan kadar polifenol penyebab rasa sepat, membentuk prekursor cita rasa, serta memperbaiki warna biji, sedangkan pengeringan berfungsi menurunkan kadar air untuk mencegah pertumbuhan kapang dan memperpanjang daya simpan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik fisik biji kakao hasil fermentasi dan pengeringan di PT.
Timor Mitra Niaga, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, serta menilai kesesuaiannya dengan standar mutu biji kakao berdasarkan SNI 2323:2008.
Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif melalui pengamatan terhadap perubahan suhu, warna, tekstur, dan aroma selama fermentasi, serta pengujian kadar air, jumlah biji per 100 gram, dan uji belah setelah proses pengeringan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi selama empat hari menghasilkan biji kakao dengan warna cokelat kemerahan, aroma asam khas kakao, kadar air sebesar 7,1%, jumlah biji 95 butir per 100 gram yang termasuk golongan A, serta 62,5% biji terfermentasi sempurna tanpa biji cacat.
Berdasarkan keseluruhan hasil tersebut, biji kakao yang dihasilkan PT.
Timor Mitra Niaga memenuhi kriteria Mutu I sesuai SNI 2323:2008 dan layak digunakan sebagai bahan baku produk kakao bermutu tinggi.
Related Results
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Analisis Pengaruh Produksi, Harga Dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Belanda
Analisis Pengaruh Produksi, Harga Dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Belanda
Indonesia adalah salah satu produsen biji kakao terbesar di dunia. Kakao menjadi salah satu komoditi unggulan Indonesia yang di ekspor ke pasar internasional. Belanda menjadi salah...
PENGARUH LAMA PEMERAMAN BUAH KAKAO TERHADAP KANDUNGAN POLYPHENOL DAN KEASAMAN BIJI KAKAO KLON S2 (SULAWESI 2)
PENGARUH LAMA PEMERAMAN BUAH KAKAO TERHADAP KANDUNGAN POLYPHENOL DAN KEASAMAN BIJI KAKAO KLON S2 (SULAWESI 2)
Senyawa polyphenol dalam biji kakao paling berperan terhadap flavor dan warna khas kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemeraman terhadap kandungan polypheno...
ANALISIS PEMASARAN KAKAO (Theobroma cacao, L) DI KECAMATAN RANTO PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR
ANALISIS PEMASARAN KAKAO (Theobroma cacao, L) DI KECAMATAN RANTO PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR
Analisis Pemasaran Kakao (Theobroma cacao, L) di Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timurâ€Â. Tujuan penelitian Untuk mengetahui pola saluran pemasaran, biaya pemasaran d...
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
Karakteristik Pengeringan Ikan Kembung (Mackerel Fish) Menggunakan Metoda Pengeringan Konveksi Dengan Suhu Bertingkat
Karakteristik Pengeringan Ikan Kembung (Mackerel Fish) Menggunakan Metoda Pengeringan Konveksi Dengan Suhu Bertingkat
Ikan kembung kering merupakan salah satu solusi untuk mengatasi berlimpahnya hasil tangkapan dan pembusukan pada ikan kembung. Namun, saat ini proses pengeringan yang dilakukan ole...
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Abstract
This study aims to study the effect of the length of the time of final fermentation (final proofing) in making Japanese Milk Bread. This research was conducted at th...
PENGERINGAN BIJI KAKAO MENGGUNAKAN PLASTIK ULTRAVIOLET DAN PENENTUAN MUTU SESUAI STANDAR SNI
PENGERINGAN BIJI KAKAO MENGGUNAKAN PLASTIK ULTRAVIOLET DAN PENENTUAN MUTU SESUAI STANDAR SNI
Pengeringan merupakan tahapan penting dalam pasca panen biji kakao. Sebagian besar petani masih melakukan pengeringan biji kakao secara tradisional, dengan menggunakan terpal yang ...

