Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGERINGAN BIJI KAKAO MENGGUNAKAN PLASTIK ULTRAVIOLET DAN PENENTUAN MUTU SESUAI STANDAR SNI

View through CrossRef
Pengeringan merupakan tahapan penting dalam pasca panen biji kakao. Sebagian besar petani masih melakukan pengeringan biji kakao secara tradisional, dengan menggunakan terpal yang diletakkan di tanah pekarangan atau di tepi jalan dalam keadaan terbuka dan mengandalkan sinar matahari, Cara tersebut disamping menyulitkan pada saat hujan, pemanfaatan energi matahari juga tidak optimal, serta mutu biji kakao kering yang dihasilkan mengandung kadar kotoran yang tinggi dan bermutu rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih petani menggunakan plastik utraviolet dalam pengeringan untuk  pemanfaatan energi sinar matahari yang optimal, serta melatih petani untuk menentukan mutu biji kakao sesuai standar SNI.  Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi / penyampaian materi, diskusi, praktek penggunaan plastik ultra violet dan praktek cara penentuan mutu biji kakao menurut standar SNI. Peserta adalah petani  kakao dari Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara yang merupakan anggota Lembaga Ekonomi Masyarakat Sejahtera (LEM’S).  Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta dapat mengerti dan memahami prinsip penggunaan plastik ultraviolet dan teknik penentuan mutu biji kakao menurut satndar SNI. Khusus penentuan mutu biji kakao terlihat peserta telah mampu menghitung dan membandingkan nilai karakteristik yang diperoleh  dengan nilai SNI, sehingga peserta menyadari penerapan teknik pengeringan yang baik khususnya penggunaan plastik ultraviolet dapat menningkat mutu biji kakao.  Diharapkan kepada seluruh peserta agar kegiatan ini dapat dilanjutkan dan diduplikasi ditempatnya masing-masing.  
Title: PENGERINGAN BIJI KAKAO MENGGUNAKAN PLASTIK ULTRAVIOLET DAN PENENTUAN MUTU SESUAI STANDAR SNI
Description:
Pengeringan merupakan tahapan penting dalam pasca panen biji kakao.
Sebagian besar petani masih melakukan pengeringan biji kakao secara tradisional, dengan menggunakan terpal yang diletakkan di tanah pekarangan atau di tepi jalan dalam keadaan terbuka dan mengandalkan sinar matahari, Cara tersebut disamping menyulitkan pada saat hujan, pemanfaatan energi matahari juga tidak optimal, serta mutu biji kakao kering yang dihasilkan mengandung kadar kotoran yang tinggi dan bermutu rendah.
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih petani menggunakan plastik utraviolet dalam pengeringan untuk  pemanfaatan energi sinar matahari yang optimal, serta melatih petani untuk menentukan mutu biji kakao sesuai standar SNI.
 Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi / penyampaian materi, diskusi, praktek penggunaan plastik ultra violet dan praktek cara penentuan mutu biji kakao menurut standar SNI.
Peserta adalah petani  kakao dari Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara yang merupakan anggota Lembaga Ekonomi Masyarakat Sejahtera (LEM’S).
 Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta dapat mengerti dan memahami prinsip penggunaan plastik ultraviolet dan teknik penentuan mutu biji kakao menurut satndar SNI.
Khusus penentuan mutu biji kakao terlihat peserta telah mampu menghitung dan membandingkan nilai karakteristik yang diperoleh  dengan nilai SNI, sehingga peserta menyadari penerapan teknik pengeringan yang baik khususnya penggunaan plastik ultraviolet dapat menningkat mutu biji kakao.
 Diharapkan kepada seluruh peserta agar kegiatan ini dapat dilanjutkan dan diduplikasi ditempatnya masing-masing.
 .

Related Results

DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Analisis Pengaruh Produksi, Harga Dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Belanda
Analisis Pengaruh Produksi, Harga Dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Belanda
Indonesia adalah salah satu produsen biji kakao terbesar di dunia. Kakao menjadi salah satu komoditi unggulan Indonesia yang di ekspor ke pasar internasional. Belanda menjadi salah...
Karakteristik Pengeringan Ikan Kembung (Mackerel Fish) Menggunakan Metoda Pengeringan Konveksi Dengan Suhu Bertingkat
Karakteristik Pengeringan Ikan Kembung (Mackerel Fish) Menggunakan Metoda Pengeringan Konveksi Dengan Suhu Bertingkat
Ikan kembung kering merupakan salah satu solusi untuk mengatasi berlimpahnya hasil tangkapan dan pembusukan pada ikan kembung. Namun, saat ini proses pengeringan yang dilakukan ole...
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
Agribisnis kakao di Kabupaten Pesawaran masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain rendahnya produktivitas kakao, mutu produk masih rendah, dan belum adanya nilai tamba...
Analisis pengaruh kebijakan bea keluar biji kakao, impor biji kakao, ekspor biji kakao dan harga cocoa butter terhadap ekspor cocoa butter
Analisis pengaruh kebijakan bea keluar biji kakao, impor biji kakao, ekspor biji kakao dan harga cocoa butter terhadap ekspor cocoa butter
The export duty policy was initially intended to increase the value added of cocoa beans. On the other hand, in the past few years there has been a significant increase in imports ...
PENGARUH LAMA PEMERAMAN BUAH KAKAO TERHADAP KANDUNGAN POLYPHENOL DAN KEASAMAN BIJI KAKAO KLON S2 (SULAWESI 2)
PENGARUH LAMA PEMERAMAN BUAH KAKAO TERHADAP KANDUNGAN POLYPHENOL DAN KEASAMAN BIJI KAKAO KLON S2 (SULAWESI 2)
Senyawa polyphenol dalam biji kakao paling berperan terhadap flavor dan warna khas kakao.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemeraman terhadap kandungan polypheno...

Back to Top