Javascript must be enabled to continue!
Stereotypes Against Female Online Ojek Drivers in Surakarta
View through CrossRef
<p><em>This study investigated the stereotypes of female online motorcycle taxi drivers, who pinned the stereotype of female online motorcycle taxi drivers, and why the stereotype of female online motorcycle taxi drivers in Surakarta emerged. This study used a qualitative method with a phenomenological approach. Sources of data used were primary data sources and secondary data sources—the data collected by interviews and observations. The informant retrieval technique used was snowball sampling and purposive sampling. This study indicated that </em>(1)<em> The stereotype of online motorcycle taxi drivers arises from a sub-culture in a society where men are closely related to masculine characteristics while women are feminine. So, working as a driver in a society closely related to masculine people creates stereotypes for women. </em>(2)<em> In the process, the stereotype of female online motorcycle taxi drivers appeared in most of the people who interacted with them, such as customers, fellow online motorcycle taxi drivers, and their families. </em>(3) <em>The reason for the emergence of a stereotype among female motorcycle taxi drivers is that women's driving proficiency is not the same as men's. In general, women who drive on a man are considered less common in some societies. Especially if the female drivers still receive orders at night, some community members and fellow male drivers consider it to be precarious and endangering to women. </em></p><p><em><br /></em></p><p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana stereotip driver ojek online perempuan, siapa yang menyematkan stereotip driver ojek online perempuan dan mengapa stereotip driver ojek online perempuan di Kota Surakarta muncul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Stereotip pada driver ojek online muncul dari adanya sub budaya dalam masyarakat bahwa laki-laki erat dengan sifat maskulin sedangkan perempuan dengan sifat feminim. Sehingga, ranah pekerjaan sebagai driver yang di masyarakat erat dengan kaum maskulin membuat munculnya stereotip pada perempuan. (2) Dalam prosesnya stereotip terhadap driver ojek online perempuan muncul pada sebagian besar orang yang berinteraksi dengannya seperti customer, rekan sesama driver ojek online dan keluarga. (3) Alasan munculnya sebuah stereotip pada driver ojek perempuan berkaitan dengan kemahiran dalam mengemudi perempuan tidak sama dengan kaum laki-laki. Secara umum perempuan yang memboncengkan seorang laki-laki dianggap kurang lazim bagi sebagian masyarakat.Terlebih jika di malam haridriver perempuan yang masih gadis masih menerima orderan hal tersebut dianggap oleh sebagian masyarakat maupun dari teman sesama driver laki-laki sangat beresiko dan membahayakan diri perempuan.</em></p><p><em><br /></em></p>
Title: Stereotypes Against Female Online Ojek Drivers in Surakarta
Description:
<p><em>This study investigated the stereotypes of female online motorcycle taxi drivers, who pinned the stereotype of female online motorcycle taxi drivers, and why the stereotype of female online motorcycle taxi drivers in Surakarta emerged.
This study used a qualitative method with a phenomenological approach.
Sources of data used were primary data sources and secondary data sources—the data collected by interviews and observations.
The informant retrieval technique used was snowball sampling and purposive sampling.
This study indicated that </em>(1)<em> The stereotype of online motorcycle taxi drivers arises from a sub-culture in a society where men are closely related to masculine characteristics while women are feminine.
So, working as a driver in a society closely related to masculine people creates stereotypes for women.
</em>(2)<em> In the process, the stereotype of female online motorcycle taxi drivers appeared in most of the people who interacted with them, such as customers, fellow online motorcycle taxi drivers, and their families.
</em>(3) <em>The reason for the emergence of a stereotype among female motorcycle taxi drivers is that women's driving proficiency is not the same as men's.
In general, women who drive on a man are considered less common in some societies.
Especially if the female drivers still receive orders at night, some community members and fellow male drivers consider it to be precarious and endangering to women.
</em></p><p><em><br /></em></p><p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana stereotip driver ojek online perempuan, siapa yang menyematkan stereotip driver ojek online perempuan dan mengapa stereotip driver ojek online perempuan di Kota Surakarta muncul.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Stereotip pada driver ojek online muncul dari adanya sub budaya dalam masyarakat bahwa laki-laki erat dengan sifat maskulin sedangkan perempuan dengan sifat feminim.
Sehingga, ranah pekerjaan sebagai driver yang di masyarakat erat dengan kaum maskulin membuat munculnya stereotip pada perempuan.
(2) Dalam prosesnya stereotip terhadap driver ojek online perempuan muncul pada sebagian besar orang yang berinteraksi dengannya seperti customer, rekan sesama driver ojek online dan keluarga.
(3) Alasan munculnya sebuah stereotip pada driver ojek perempuan berkaitan dengan kemahiran dalam mengemudi perempuan tidak sama dengan kaum laki-laki.
Secara umum perempuan yang memboncengkan seorang laki-laki dianggap kurang lazim bagi sebagian masyarakat.
Terlebih jika di malam haridriver perempuan yang masih gadis masih menerima orderan hal tersebut dianggap oleh sebagian masyarakat maupun dari teman sesama driver laki-laki sangat beresiko dan membahayakan diri perempuan.
</em></p><p><em><br /></em></p>.
Related Results
PERKEMBANGAN OJEK ONLINE DIKOTA BANJARMASIN
PERKEMBANGAN OJEK ONLINE DIKOTA BANJARMASIN
The purpose of the research is to know the development of Ojek line, knowing the factors that inhibit the development of Ojek on line and to know the factors that support the devel...
Peran Teknologi Terhadap Transformasi Sosial Dari Ojek Konvensional Ke Ojek Online
Peran Teknologi Terhadap Transformasi Sosial Dari Ojek Konvensional Ke Ojek Online
The development of technology has progressed rapidly in Indonesia, especially with the shift from conventional ojek to online ojek. Online ojek now comes to facilitate the public i...
Telaah Regulasi Ojek Online di Indonesia dalam Perspektif Filsafat Fenomenologi Hukum
Telaah Regulasi Ojek Online di Indonesia dalam Perspektif Filsafat Fenomenologi Hukum
Abstrak
Moda transportasi umum mengalami perkembangan teknologi yang cukup memudahkan akses bagi para calon penumpangnya. Perubahan dan perkembangan moda transportasi dari yang se...
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pengendara Ojek Online Di Jakarta Timur Tahun 2018
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pengendara Ojek Online Di Jakarta Timur Tahun 2018
Ojek adalah salah satu moda transportasi kendaraan bermotor andalan untuk banyak masyarakat di Indonesia. Kemampuan moda transportasi ini yang lebih dinamis membuatnya banyak digem...
Tantangan Perempuan Pengemudi Ojek Online di Kota Surabaya dalam Perspektif Maxine Molyneux
Tantangan Perempuan Pengemudi Ojek Online di Kota Surabaya dalam Perspektif Maxine Molyneux
Globalisasi berpengaruh besar pada kegiatan ekonomi dunia terutama pada teknologi dan industri kreatif, inovasi seperti Go-Jek membuat sebagian kalangan tertarik bekerja di PT. Go-...
TANGGUNG JAWAB HUKUM OJEK ONLINE TERHADAP MAKANAN YANG DITERIMA KONSUMEN DALAM KEADAAN RUSAK
TANGGUNG JAWAB HUKUM OJEK ONLINE TERHADAP MAKANAN YANG DITERIMA KONSUMEN DALAM KEADAAN RUSAK
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanggung jawab hukum ojek online jika makanan yang diterima konsumen dalam keadaan rusak dan bagaimana penyelesaian sengk...
Pengaruh Faktor Risiko terhadap Faktor Minat untuk Menggunakan Ojek Daring
Pengaruh Faktor Risiko terhadap Faktor Minat untuk Menggunakan Ojek Daring
Ojek daring merupakan sebuah sarana yang tercipta dengan adanya Sharing Economy. Berdasarkan penelitian yang dilaporkan bahwa ojek daring sangat membantu dan mempermudah aktifitas ...
POLA PEMANFAATAN RUANG KORIDOR JALAN OLEH OJEK ONLINE (Studi kasus: Depan Kampus I UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan)
POLA PEMANFAATAN RUANG KORIDOR JALAN OLEH OJEK ONLINE (Studi kasus: Depan Kampus I UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan)
Perkembangan teknologi membuat kehidupan manusia semakin mudah, termasuk juga dalam hal transportasi. Transportasi berbasis online, meskipun menjadi pilihan bagi masyarakat namun b...

