Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Lama Diet Intermittent Fasting terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa

View through CrossRef
Intermittent fasting (IF) merupakan metode diet dengan pembatasan waktu makan, salah satunya adalah metode 16:8. Diet ini diduga berpotensi mengurangi kadar glukosa darah berkat peningkatan aktivitas insulin dan perubahan metabolisme energi. Durasi pelaksanaan diet menjadi faktor penting dalam pencapaian hasil metabolik yang optimal. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh lama diet intermittent fasting terhadap kadar glukosa darah puasa. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan prospektif. Sebanyak 30 responden yang menjalani diet IF metode 16:8 diperiksa kadar glukosa darah puasanya sebelum diet, setelah 2 minggu, dan setelah 4 minggu menggunakan metode enzimatik GOD-PAP. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas dan uji ANOVA untuk mengetahui signifikansi perbedaan. Terdapat penurunan rerata kadar glukosa darah puasa dari 119,1 mg/dl (sebelum diet) menjadi 108,63 mg/dl (setelah 2 minggu), dan 98,37 mg/dl (setelah 4 minggu). Uji ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antar ketiga waktu pengukuran (p < 0,001). Lama pelaksanaan diet intermittent fasting berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah puasa. Diet IF metode 16:8 selama 4 minggu terbukti bisa menurunkan kadar glukosa darah puasa secara bermakna dan dapat dijadikan alternatif non-farmakologis dalam pengelolaan glukosa darah.
Title: Pengaruh Lama Diet Intermittent Fasting terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa
Description:
Intermittent fasting (IF) merupakan metode diet dengan pembatasan waktu makan, salah satunya adalah metode 16:8.
Diet ini diduga berpotensi mengurangi kadar glukosa darah berkat peningkatan aktivitas insulin dan perubahan metabolisme energi.
Durasi pelaksanaan diet menjadi faktor penting dalam pencapaian hasil metabolik yang optimal.
 Tujuannya untuk mengetahui pengaruh lama diet intermittent fasting terhadap kadar glukosa darah puasa.
 Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan prospektif.
Sebanyak 30 responden yang menjalani diet IF metode 16:8 diperiksa kadar glukosa darah puasanya sebelum diet, setelah 2 minggu, dan setelah 4 minggu menggunakan metode enzimatik GOD-PAP.
Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas dan uji ANOVA untuk mengetahui signifikansi perbedaan.
 Terdapat penurunan rerata kadar glukosa darah puasa dari 119,1 mg/dl (sebelum diet) menjadi 108,63 mg/dl (setelah 2 minggu), dan 98,37 mg/dl (setelah 4 minggu).
Uji ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antar ketiga waktu pengukuran (p < 0,001).
 Lama pelaksanaan diet intermittent fasting berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah puasa.
Diet IF metode 16:8 selama 4 minggu terbukti bisa menurunkan kadar glukosa darah puasa secara bermakna dan dapat dijadikan alternatif non-farmakologis dalam pengelolaan glukosa darah.

Related Results

Pengaruh Puasa Intermiten Kering terhadap Kadar Kolesterol pada Mencit yang Diberi Pakan Tinggi Lemak
Pengaruh Puasa Intermiten Kering terhadap Kadar Kolesterol pada Mencit yang Diberi Pakan Tinggi Lemak
Abstract. Hypercholesterolemia is a condition when the total cholesterol level in the blood increases and the LDL cholesterol level in the blood exceeds the normal limit. High chol...
Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus  adalah salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan pada sekresi insulin, aktivitas insulin atau keduanya. Upaya yang dapat d...
PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN VITAMIN C TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN VITAMIN C TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
Pemberian antioksidan dapat menjadi salah satu upaya mengatasi stress oksidatif. Salah satu antioksidan yaitu vitamin . Vitamin C adalah salah satu antioksidan yang bermanfaat dala...
Pengaruh Puasa Intermiten Kering terhadap Kadar Asam Urat Mencit (Mus musculus L.)
Pengaruh Puasa Intermiten Kering terhadap Kadar Asam Urat Mencit (Mus musculus L.)
Abstract. Lifestyle changes in the modern era such as changes in diet that more often consume high-fat foods cause various diseases, one of which is hyperuricemia which is caused b...
Pengaruh Puasa Air Intermiten terhadap Kadar Kolesterol Mencit yang Diberi Pakan Tinggi Lemak
Pengaruh Puasa Air Intermiten terhadap Kadar Kolesterol Mencit yang Diberi Pakan Tinggi Lemak
Abstract. Hypercholesterolemia is a risk factor for coronary heart disease. One alternative for lowering cholesterol levels that is easy to do and does not require large costs is i...
PENGARUH PENERAPAN MODIFIKASI PERILAKU SEHAT TERHADAP FAKTOR RESIKO DM TIPE II
PENGARUH PENERAPAN MODIFIKASI PERILAKU SEHAT TERHADAP FAKTOR RESIKO DM TIPE II
ABSTRAK Pendahuluan: Banyak penelitian mengindikasikan pengaruh modifikasi perilaku sehat terhadap faktor resiko DM tipe II. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh...
STATUS GIZI BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN DM TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MLATI II YOGYAKARTA
STATUS GIZI BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN DM TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MLATI II YOGYAKARTA
Glukosa Darah Puasa (GDP) sebagai penanda Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi medis dengan peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal dalam tubuh dalam kondisi setelah...

Back to Top