Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS KONTRASTIF KOSAKATA MAKNA LEKSIKAL BAHASA JAWA DIALEK BANYUMASAN DAN DIALEK YOGYAKARTA

View through CrossRef
ABSTRAKDisamping penguasaan bahasa nasional bahasa Indonesia, penguasaan bahasa daerah juga sangat penting. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian analisis kontrastif pada tataran makna leksikal pada bahasa Jawa dialek Banyumasan dan bahasa Jawa dialek Yogyakarta. Dimana penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kosakata leksikal yang mempunyai bentuk dan makna sama, kosakata leksikal yang mempunyai bentuk sama tetapi makna berbeda, kosakata leksikal yang mempunyai bentuk berbeda tetapi makna sama, serta kosakata leksikal yang mempunyai bentuk mirip tetapi makna sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 kosakata yang mempunyai bentuk dan makna sama, 2 kosakata yang mempunyai bentuk sama tetapi makna berbeda, 12 kosakata yang mempunyai bentuk berbeda tetapi makna sama, dan 8 kosakata yang mempunyai bentuk mirip tetapi makna sama. Dari analisis komponen makna leksikal tersebut ternyata kosakata yang mempunyai bentuk sama tetapi makna berbeda ditemukan lebih sedikit daripada yang lainnya.Kata Kunci: bahasa, analisis kontrastif, leksikal, bahasa JawaABSTRACTIn addition to mastering the national language Indonesian, mastery of regional languages is also very important. This research is a research that uses a qualitative descriptive method with a focus on contrastive analysis research at the level of lexical meaning in the Banyumasan Javanese dialect and the Yogyakarta dialect Javanese language. Where this study aims to describe lexical vocabulary that has the same shape and meaning, lexical vocabulary that has the same shape but different meanings, lexical vocabulary that has different forms but the same meaning, and lexical vocabulary that has similar shapes but the same meaning. The results showed that there were 18 vocabularies that had the same shape and meaning, 2 vocabularies that had the same shape but different meanings, 12 vocabularies that had different shapes but the same meaning, and 8 vocabularies that had similar shapes but the same meaning.  From the analysis of the components of lexical meaning, it turns out that there are fewer vocabularies that have the same form but different meanings than the others.Keywords: language, contrastive analysis, lexical, Javanese
Title: ANALISIS KONTRASTIF KOSAKATA MAKNA LEKSIKAL BAHASA JAWA DIALEK BANYUMASAN DAN DIALEK YOGYAKARTA
Description:
ABSTRAKDisamping penguasaan bahasa nasional bahasa Indonesia, penguasaan bahasa daerah juga sangat penting.
Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian analisis kontrastif pada tataran makna leksikal pada bahasa Jawa dialek Banyumasan dan bahasa Jawa dialek Yogyakarta.
Dimana penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kosakata leksikal yang mempunyai bentuk dan makna sama, kosakata leksikal yang mempunyai bentuk sama tetapi makna berbeda, kosakata leksikal yang mempunyai bentuk berbeda tetapi makna sama, serta kosakata leksikal yang mempunyai bentuk mirip tetapi makna sama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 kosakata yang mempunyai bentuk dan makna sama, 2 kosakata yang mempunyai bentuk sama tetapi makna berbeda, 12 kosakata yang mempunyai bentuk berbeda tetapi makna sama, dan 8 kosakata yang mempunyai bentuk mirip tetapi makna sama.
Dari analisis komponen makna leksikal tersebut ternyata kosakata yang mempunyai bentuk sama tetapi makna berbeda ditemukan lebih sedikit daripada yang lainnya.
Kata Kunci: bahasa, analisis kontrastif, leksikal, bahasa JawaABSTRACTIn addition to mastering the national language Indonesian, mastery of regional languages is also very important.
This research is a research that uses a qualitative descriptive method with a focus on contrastive analysis research at the level of lexical meaning in the Banyumasan Javanese dialect and the Yogyakarta dialect Javanese language.
Where this study aims to describe lexical vocabulary that has the same shape and meaning, lexical vocabulary that has the same shape but different meanings, lexical vocabulary that has different forms but the same meaning, and lexical vocabulary that has similar shapes but the same meaning.
The results showed that there were 18 vocabularies that had the same shape and meaning, 2 vocabularies that had the same shape but different meanings, 12 vocabularies that had different shapes but the same meaning, and 8 vocabularies that had similar shapes but the same meaning.
 From the analysis of the components of lexical meaning, it turns out that there are fewer vocabularies that have the same form but different meanings than the others.
Keywords: language, contrastive analysis, lexical, Javanese.

Related Results

Banyumasan Ebeg Tradition in Cilacap District
Banyumasan Ebeg Tradition in Cilacap District
AbstractThis research is motivated by the facts in the community of Bantar Village, Wanareja District, Cilacap Regency, which has a unique tradition known as Ebeg Banyumasan. To fo...
ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN
ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN
Penelitian ini membahas perbandingan bahasa Sunda Dialek Priangan dengan bahasa Sunda Dialek Indramayu. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan tekn...
Perbandingan Leksikon Bahasa Jawa Dialek Malang dan Bahasa Jawa Dialek Blitar
Perbandingan Leksikon Bahasa Jawa Dialek Malang dan Bahasa Jawa Dialek Blitar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan leksikon bahasa Jawa dialek Malang dan bahasa Jawa Dialek Blitar berdasarkan bentuk dan makna kedua bahasa tersebut. Peneliti...
Sinonim Nomina dan Adjektiva pada Dialek O Bahasa Lampung
Sinonim Nomina dan Adjektiva pada Dialek O Bahasa Lampung
Abstrak Bahasa Lampung memiliki dua dialek yaitu dialek A dan dialek O. Dialek bahasa Lampung dialek O berbeda dengan dialek A. Sangat terlihat pada pengucapan  atau pelafala...
Analisis Kontrastif Makna Leksikal Kata Serapan Bahasa Jerman Dalam Bahasa Indonesia
Analisis Kontrastif Makna Leksikal Kata Serapan Bahasa Jerman Dalam Bahasa Indonesia
Penelitian ini membahas analisis kontrastif makna leksikal kata serapan bahasa Jerman dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan makn...
Analisis Dialek Dalam Bentuk Bahasa Percakapan Dalam Film “Imperfect” Karya Meira Anastasia
Analisis Dialek Dalam Bentuk Bahasa Percakapan Dalam Film “Imperfect” Karya Meira Anastasia
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan dialek dalam bentuk Bahasa percakapan yang ada di dalam film Im’Perfect karya Meisa Anastasya. Penggunaan Bahasa dialek dalam film i...
PEMAKAIAN DIALEK BAHASA SUMBAWA : KAJIAN ASPEK SOSIOLINGUISTIK
PEMAKAIAN DIALEK BAHASA SUMBAWA : KAJIAN ASPEK SOSIOLINGUISTIK
Mahsun (2004) membagi Bahasa Sumbawa (BS) ke dalam empat dialek, yaitu Dialek Sumbawa Besar (DSB), Dialek Taliwang (DT), Dialek Jereweh (DJ), dan Dialek Tongo (DTn). Kajian ini ber...
LAHJAH ARABIYAH: SEBUAH STUDI DIALEKTOLOGIS
LAHJAH ARABIYAH: SEBUAH STUDI DIALEKTOLOGIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan berbagai macam Dialek Bahasa Arab (lahjah arabiyah) secara deskriptif, apa sebab dan aspek yang melatari sehingga ...

Back to Top