Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Banyumasan Ebeg Tradition in Cilacap District

View through CrossRef
AbstractThis research is motivated by the facts in the community of Bantar Village, Wanareja District, Cilacap Regency, which has a unique tradition known as Ebeg Banyumasan. To focus this research, a problem formulation is made. The formulation of the problem is the history of the Banyumasan Ebeg Tradition, the process of performing the Banyumasan Ebeg Tradition, and how the community’s perception of the Banyumasan Ebeg Tradition in Bantar Village, Wanareja District, Cilacap Regency. This study aimed to determine the history of the Banyumasan Ebeg Tradition, select the process of performing the Banyumasan Ebeg Tradition, and determine the public perception of the Banyumasan Ebeg Tradition in Bantar Village, Wanareja District, Cilacap Regency. This study uses the Structural-Functional Theory from Talcott Parson. In theory, there are 4 schemes, namely AGIL. Researchers also use the Structural Theory of Robert K. Merton. In addition, using the Sociological Imagination Theory or Sociological Imagination. Finally, the researcher uses Karl Marx’s Critical Approach Theory. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. A descriptive method is used to describe or describe phenomena in society. The type of data in this study is qualitative. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The research results state that the Banyumasan Ebeg Tradition is a tradition created by Sunan Kalijaga and perfected by Pangeran Diponegoro. The performance process of the Banyumasan Ebeg Tradition is gendingan, opening, calling the Banyumasan Ebeg dancer, dancing, resting dancers, dancing, janturan, and healing. The public perception of the Banyumasan Ebeg Tradition is that most Bantar Village people like the Banyumasan Ebeg Tradition. The majority of people in Bantar Village, Wanareja District, Cilacap Regency positively perceive this Ebeg Tradition. Keyword: Tradition, Ebeg Banyumasan, Bantar Village Wanareja District Cilacap  Regency AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta pada masyarakat Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap yang memiliki keunikan tradisi yang dikenal dengan Ebeg Banyumasan. Untuk memfokuskan penelitian ini, maka dibuatlah rumusan masalah. Rumusan masalah adalah sejarah Tradisi Ebeg Banyumasan, proses pelaksanaan Tradisi Ebeg Banyumasan, dan bagaimana persepsi masyarakat terhadap Tradisi Ebeg Banyumasan di Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah Tradisi Ebeg Banyumasan, memilih proses pelaksanaan Tradisi Ebeg Banyumasan, dan mengetahui persepsi masyarakat terhadap Tradisi Ebeg Banyumasan di Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan Teori Struktural-Fungsional dari Talcott Parson. Secara teori ada 4 skema yaitu AGIL. Peneliti juga menggunakan Teori Struktural dari Robert K. Merton. Selain itu, menggunakan Teori Imajinasi Sosiologis atau Sociological Imagination. Terakhir, peneliti menggunakan Teori Pendekatan Kritis Karl Marx. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan atau menggambarkan fenomena yang ada di masyarakat. Jenis data dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa Tradisi Ebeg Banyumasan merupakan tradisi yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga dan disempurnakan oleh Pangeran Diponegoro. Proses pertunjukan Tradisi Ebeg Banyumasan adalah gendingan, pembukaan, pemanggilan penari Ebeg Banyumasan, menari, penari istirahat, menari, janturan, dan penyembuhan. Persepsi masyarakat terhadap Tradisi Ebeg Banyumasan adalah sebagian besar masyarakat Desa Bantar menyukai Tradisi Ebeg Banyumasan. Mayoritas masyarakat di Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap memandang positif Tradisi Ebeg ini.Kata kunci: Adat, Ebeg Banyumasan, Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap
Title: Banyumasan Ebeg Tradition in Cilacap District
Description:
AbstractThis research is motivated by the facts in the community of Bantar Village, Wanareja District, Cilacap Regency, which has a unique tradition known as Ebeg Banyumasan.
To focus this research, a problem formulation is made.
The formulation of the problem is the history of the Banyumasan Ebeg Tradition, the process of performing the Banyumasan Ebeg Tradition, and how the community’s perception of the Banyumasan Ebeg Tradition in Bantar Village, Wanareja District, Cilacap Regency.
This study aimed to determine the history of the Banyumasan Ebeg Tradition, select the process of performing the Banyumasan Ebeg Tradition, and determine the public perception of the Banyumasan Ebeg Tradition in Bantar Village, Wanareja District, Cilacap Regency.
This study uses the Structural-Functional Theory from Talcott Parson.
In theory, there are 4 schemes, namely AGIL.
Researchers also use the Structural Theory of Robert K.
Merton.
In addition, using the Sociological Imagination Theory or Sociological Imagination.
Finally, the researcher uses Karl Marx’s Critical Approach Theory.
This study uses a descriptive method with a qualitative approach.
A descriptive method is used to describe or describe phenomena in society.
The type of data in this study is qualitative.
Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation.
The research results state that the Banyumasan Ebeg Tradition is a tradition created by Sunan Kalijaga and perfected by Pangeran Diponegoro.
The performance process of the Banyumasan Ebeg Tradition is gendingan, opening, calling the Banyumasan Ebeg dancer, dancing, resting dancers, dancing, janturan, and healing.
The public perception of the Banyumasan Ebeg Tradition is that most Bantar Village people like the Banyumasan Ebeg Tradition.
The majority of people in Bantar Village, Wanareja District, Cilacap Regency positively perceive this Ebeg Tradition.
 Keyword: Tradition, Ebeg Banyumasan, Bantar Village Wanareja District Cilacap  Regency AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta pada masyarakat Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap yang memiliki keunikan tradisi yang dikenal dengan Ebeg Banyumasan.
Untuk memfokuskan penelitian ini, maka dibuatlah rumusan masalah.
Rumusan masalah adalah sejarah Tradisi Ebeg Banyumasan, proses pelaksanaan Tradisi Ebeg Banyumasan, dan bagaimana persepsi masyarakat terhadap Tradisi Ebeg Banyumasan di Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah Tradisi Ebeg Banyumasan, memilih proses pelaksanaan Tradisi Ebeg Banyumasan, dan mengetahui persepsi masyarakat terhadap Tradisi Ebeg Banyumasan di Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap.
Penelitian ini menggunakan Teori Struktural-Fungsional dari Talcott Parson.
Secara teori ada 4 skema yaitu AGIL.
Peneliti juga menggunakan Teori Struktural dari Robert K.
Merton.
Selain itu, menggunakan Teori Imajinasi Sosiologis atau Sociological Imagination.
Terakhir, peneliti menggunakan Teori Pendekatan Kritis Karl Marx.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan atau menggambarkan fenomena yang ada di masyarakat.
Jenis data dalam penelitian ini adalah kualitatif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menyatakan bahwa Tradisi Ebeg Banyumasan merupakan tradisi yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga dan disempurnakan oleh Pangeran Diponegoro.
Proses pertunjukan Tradisi Ebeg Banyumasan adalah gendingan, pembukaan, pemanggilan penari Ebeg Banyumasan, menari, penari istirahat, menari, janturan, dan penyembuhan.
Persepsi masyarakat terhadap Tradisi Ebeg Banyumasan adalah sebagian besar masyarakat Desa Bantar menyukai Tradisi Ebeg Banyumasan.
Mayoritas masyarakat di Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap memandang positif Tradisi Ebeg ini.
Kata kunci: Adat, Ebeg Banyumasan, Desa Bantar Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap.

Related Results

NILAI PENDIDIKAN DALAM PERTUNJUKAN SENI EBEG DI KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR
NILAI PENDIDIKAN DALAM PERTUNJUKAN SENI EBEG DI KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR
ABSTRAKPenelitian ini berjudul Nilai Pendidikan dalam Pertunjukan Seni Ebeg di Kecamatan Langensari Kota Banjar. Adapun latar belakang penelitian ini yaitu minimnya bahan ajar yang...
Banyumasan Songs As Banyumas People’s Character Reflection
Banyumasan Songs As Banyumas People’s Character Reflection
<p>This study aims to identify a number of legendary Banyumasan songs. The fact that a large number of the songs exist and people sing the songs all the time shows that the s...
BENTUK TARI CAKILAN DALAM PERTUNJUKAN EBEG TEATER JANUR
BENTUK TARI CAKILAN DALAM PERTUNJUKAN EBEG TEATER JANUR
Penelitian ini membahas tentang gerak tari Cakilan dalam pertunjukan Ebeg Teater Janur yang di dalamnya menyangkut perkembangan bentuk tari Ebeg yang diakibatkan oleh perubahan sos...
Masyarakat Kalijeruk dalam Pelestarian Pertunjukan Ebeg
Masyarakat Kalijeruk dalam Pelestarian Pertunjukan Ebeg
The sophistication of technology and communication systems has had an impact on the high flow of globalization that has entered Indonesia. Not a few foreign cultural influences tha...
ANALISIS AKURASI DAN KARAKTERISTIK TERJEMAHAN AL-QUR`AN DAN TERJEMAHNYA BAHASA JAWA BANYUMASAN
ANALISIS AKURASI DAN KARAKTERISTIK TERJEMAHAN AL-QUR`AN DAN TERJEMAHNYA BAHASA JAWA BANYUMASAN
Al-Qur`an dan Terjemahnya Bahasa Jawa Banyumasan is a manifestation of the need for the contribution of the Quran to local communities, especially Banyumasan. This translation was ...
PENGARUH DISIPLIN, LOYALITAS, DAN ETOS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI SMP NEGERI 2 MAOS KABUPATEN CILACAP
PENGARUH DISIPLIN, LOYALITAS, DAN ETOS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI SMP NEGERI 2 MAOS KABUPATEN CILACAP
Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan untuk meneliti masalah kinerja pada Pegawai Negeri Sipil di SMP Negeri 2 Maos dengan judul “ Pengaruh Disiplin, Loyalitas, dan Et...
Pemetaan dan Determinan Stunting pada Balita di Kabupaten Cilacap Tahun 2021
Pemetaan dan Determinan Stunting pada Balita di Kabupaten Cilacap Tahun 2021
Abstrak Prevalensi stunting di Kabupaten Cilacap pada tahun 2021 mencapai 17,9%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan dan sebaran determinan stunting pada balita ...

Back to Top