Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Teori Belajar Konstruktivisme Ki Hajar Dewantara serta Relevansinya dalam Kurikulum 2013

View through CrossRef
Abstrak: Perdebatan panjang terjadi khususnya dalam hal teori belajar. Bermuara pada pertanyaan, apakah siswa dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannya atau guru satu-satunya sumber belajar utama? Ki Hajar Dewantara dalam sejarahnya merupakan tokoh awal pendidik Indonesia yang visioner. Beliau membentuk Taman Siswa untuk menentang konsep pendidikan ala Belanda yang menghegemoni dan menjajah (Inferiority complex) kaum pribumi kala itu, sehingga membuat rakyat Indonesia tidak bisa berfikir secara merdeka. Konsep “berfikir merdeka” itulah, yang saat ini ditangkap oleh pemerintah melalui penerapan Kurikulum 2013 dengan pendekatan scientific. Penelitian ini merupakan penelitian literatur yang dianalisis dengan menggunakan hermeneutika filosofis, dengan tokohnya Gadamer. Penelitian ini ingin mengungkap (1) Bagaimana konsep teori belajar konstruktivisme Ki Hajar Dewantara? (2) Bagaimana relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai teori belajar konstruktivisme dengan Kurikulum 2013? Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Teori Belajar Konstruktivisme dan relevansinya dengan Kurikulum 2013. Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan: Pertama, teori belajar konstruktivisme Ki Hajar Dewantara yaitu: (1) Kesetaraan antara Peserta Didik dan Guru (2) Pemanfaatan sumber belajar lingkungan dan budaya (3) Pembelajaran berbasis observasi (4) Pembelajaran merdeka (5) Tut Wuri Handayani. Kedua, pemikiran Ki Hajar Dewamtara atas Relevansinya dengan Kurikulum 2013 dikaji melalui 2 aspek, yaitu: penekanan instruksional serta peran guru dan siswa.
Title: Teori Belajar Konstruktivisme Ki Hajar Dewantara serta Relevansinya dalam Kurikulum 2013
Description:
Abstrak: Perdebatan panjang terjadi khususnya dalam hal teori belajar.
Bermuara pada pertanyaan, apakah siswa dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannya atau guru satu-satunya sumber belajar utama? Ki Hajar Dewantara dalam sejarahnya merupakan tokoh awal pendidik Indonesia yang visioner.
Beliau membentuk Taman Siswa untuk menentang konsep pendidikan ala Belanda yang menghegemoni dan menjajah (Inferiority complex) kaum pribumi kala itu, sehingga membuat rakyat Indonesia tidak bisa berfikir secara merdeka.
Konsep “berfikir merdeka” itulah, yang saat ini ditangkap oleh pemerintah melalui penerapan Kurikulum 2013 dengan pendekatan scientific.
Penelitian ini merupakan penelitian literatur yang dianalisis dengan menggunakan hermeneutika filosofis, dengan tokohnya Gadamer.
Penelitian ini ingin mengungkap (1) Bagaimana konsep teori belajar konstruktivisme Ki Hajar Dewantara? (2) Bagaimana relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai teori belajar konstruktivisme dengan Kurikulum 2013? Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Teori Belajar Konstruktivisme dan relevansinya dengan Kurikulum 2013.
Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan: Pertama, teori belajar konstruktivisme Ki Hajar Dewantara yaitu: (1) Kesetaraan antara Peserta Didik dan Guru (2) Pemanfaatan sumber belajar lingkungan dan budaya (3) Pembelajaran berbasis observasi (4) Pembelajaran merdeka (5) Tut Wuri Handayani.
Kedua, pemikiran Ki Hajar Dewamtara atas Relevansinya dengan Kurikulum 2013 dikaji melalui 2 aspek, yaitu: penekanan instruksional serta peran guru dan siswa.

Related Results

Profil Guru Pancasila Ditinjau dari Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara
Profil Guru Pancasila Ditinjau dari Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara
Kurikulum Merdeka Belajar mengusung kemerdekaan anak atau peserta didik dalam proses pendidikan. Tujuan dari kurikulum Merdeka Belajar diterjemahkan ke dalam Profil Pelajar Pancasi...
Peran Kepemimpinan Transformatif Ki Hajar Dewantara Dalam Pengembangan Madrasah Unggul: Sebuah Kajian Literatur
Peran Kepemimpinan Transformatif Ki Hajar Dewantara Dalam Pengembangan Madrasah Unggul: Sebuah Kajian Literatur
Abstract   Transformative leadership is considered an approach that is able to change organizational culture and create a dynamic learning environment. This research aims to anal...
ANALISIS RELEVANSI PEMBELAJARAN DIFERENSIASI PADA KURIKULUM MERDEKA DENGAN KONSEP VISI PEDAGOGIK KI HAJAR DEWANTARA
ANALISIS RELEVANSI PEMBELAJARAN DIFERENSIASI PADA KURIKULUM MERDEKA DENGAN KONSEP VISI PEDAGOGIK KI HAJAR DEWANTARA
Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dari implikasi pembelajaran diferensiasi pada Kurikulum Merdeka dengan mengacu pada konsep visi pedagogik Ki Hajar Dewa...
PENDIDIKAN IPS DALAM KURIKULUM 2013 Oleh kelompok 9, nama Devi puspita sari, Hikmah, Mawanti dan Putri minta ito
PENDIDIKAN IPS DALAM KURIKULUM 2013 Oleh kelompok 9, nama Devi puspita sari, Hikmah, Mawanti dan Putri minta ito
Kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan, yang mana itu merupakan pedoman dalam pelaksanan pembelajaran pada semua jenis dan jenjang pendidikan baik it...
Teori Belajar Konstruktivisme dalam Perspektif Al-Qur'an: Analisis Komparatif dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam
Teori Belajar Konstruktivisme dalam Perspektif Al-Qur'an: Analisis Komparatif dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam
Penelitian ini mengkaji integrasi antara teori belajar konstruktivisme dan nilai-nilai pembelajaran dalam Al-Qur’an serta implikasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam. Kajia...
Komparasi Implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Garut
Komparasi Implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Garut
Pendidikan dasar di Indonesia telah mengalami berbagai perkembangan kurikulum. Saat ini, Kurikulum 2013 tengah menjadi kurikulum utama yang diterapkan di sekolah-sekolah. Namun, ad...
Analisis Kurikulum Merdeka Dalam Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Analisis Kurikulum Merdeka Dalam Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Analisis Belajar Mandiri Kurikulum Merdeka Untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Jenjang satuan pendidikan termasuk PAUD sudah mulai mencerminkan kebebeasan kurikulum merdeka.. Kurikulu...
ANALISIS KURIKULUM 2013 DENGAN KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH IBTIDAIYAH
ANALISIS KURIKULUM 2013 DENGAN KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Studi ini membahas tentang perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada k...

Back to Top