Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Strategi Komunikasi Pemasaran Lembaga Kursus

View through CrossRef
Abstract. South Korean culture is rife in Indonesia. Starting frommovies, dramas, and music. Many people want to learn Koreanafter watching movies, dramas, music, even boy group and girlgroup concerts from South Korea. Taeyang Kulture is one of theforums for language course institutions in Bandung and alreadyhas 6,280 students. The research method used is qualitative. The constructivism paradigm and the case study approach involveTaeyang Kulture's internal parties and external parties attendingKorean language events at Taeyang Kulture and are associatedwith marketing communication and event category theory. Thisstudy aims to determine the marketing communication strategycarried out by Taeyang Kulture. The subjects of this study were Taeyang Kulture's internal parties and external parties such as visitors who took part in the event. Abstrak. Kebudayaan Korea Selatan sedang marak di Indonesia. Mulai dari film, drama, dan musiknya. Banyak orang yang ingin mempelajari bahasa korea setelah menonton film, drama, musik, bahkan konser boy group dan girl group asal Korea Selatan. Taeyang Kulture menjadi salah satu wadah lembaga kursus bahasa yang berada di Bandung dan sudah memiliki sebanyak 6.280 murid. Metode penelitian yang digunakan kualitatif. Paradigma konstruktivisme dan , pendekatan studi kasus yang melibatkan pihak internal Taeyang Kulture dan pihak eksternal pengunjung event bahasa korea di Taeyang Kulture serta dikaitkan dengan teori kategori event dan komunikasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Taeyang Kulture. Subjek dari penelitian ini adalah pihak internal Taeyang Kulture dan pihak eksternal seperti pengunjung yang menikuti event tersebut.  
Title: Strategi Komunikasi Pemasaran Lembaga Kursus
Description:
Abstract.
South Korean culture is rife in Indonesia.
Starting frommovies, dramas, and music.
Many people want to learn Koreanafter watching movies, dramas, music, even boy group and girlgroup concerts from South Korea.
Taeyang Kulture is one of theforums for language course institutions in Bandung and alreadyhas 6,280 students.
The research method used is qualitative.
The constructivism paradigm and the case study approach involveTaeyang Kulture's internal parties and external parties attendingKorean language events at Taeyang Kulture and are associatedwith marketing communication and event category theory.
Thisstudy aims to determine the marketing communication strategycarried out by Taeyang Kulture.
The subjects of this study were Taeyang Kulture's internal parties and external parties such as visitors who took part in the event.
Abstrak.
Kebudayaan Korea Selatan sedang marak di Indonesia.
Mulai dari film, drama, dan musiknya.
Banyak orang yang ingin mempelajari bahasa korea setelah menonton film, drama, musik, bahkan konser boy group dan girl group asal Korea Selatan.
Taeyang Kulture menjadi salah satu wadah lembaga kursus bahasa yang berada di Bandung dan sudah memiliki sebanyak 6.
280 murid.
Metode penelitian yang digunakan kualitatif.
Paradigma konstruktivisme dan , pendekatan studi kasus yang melibatkan pihak internal Taeyang Kulture dan pihak eksternal pengunjung event bahasa korea di Taeyang Kulture serta dikaitkan dengan teori kategori event dan komunikasi pemasaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Taeyang Kulture.
Subjek dari penelitian ini adalah pihak internal Taeyang Kulture dan pihak eksternal seperti pengunjung yang menikuti event tersebut.
 .

Related Results

EFEKTIVITAS STRATEGI PEMASARAN ONLINE DITINJAU DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS PADA KURSUS MENJAHIT LUTHFIAH)
EFEKTIVITAS STRATEGI PEMASARAN ONLINE DITINJAU DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS PADA KURSUS MENJAHIT LUTHFIAH)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi pemasaran online ditinjau dari perspektif Ekonomi Islam serta manfaat dan kendala penggunaan strategi promosi online ...
Inovasi, Kreativitas dan Kinerja Pemasaran
Inovasi, Kreativitas dan Kinerja Pemasaran
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan pemasaran terhadap inovasi produk, pengaruh faktor lingkungan pemasaran terhadap kreativitas strategi pemasaran, pe...
Persepsi Dewasa Awal Mengenai Kursus Pranikah
Persepsi Dewasa Awal Mengenai Kursus Pranikah
<p><em>Abstrak</em> -<strong> Pernikahan merupakan salah satu tugas perkembangan dewasa awal. Persiapan pernikahan yang dilakukan oleh pasangan dapat dilaku...
Peningkatan Life Skills Warga Belajar melalui Kursus Komputer di PKBM Cipta Cendekia Kota Tangerang
Peningkatan Life Skills Warga Belajar melalui Kursus Komputer di PKBM Cipta Cendekia Kota Tangerang
Masalah dalam penelitian ini adalah Upaya Meningkatkan Keterampilan Life Skills Warga Belajar Melalui Kursus Komputer Di PKBM Cipta Cendekia Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang. Pene...
Strategi Pengembangan Kursus Baking di Masa Pandemi pada Olivia Kursus
Strategi Pengembangan Kursus Baking di Masa Pandemi pada Olivia Kursus
Pandemi COVID-19 berdampak besar terhadap ekonomi, termasuk sektor bisnis kuliner. Pelaku bisnis kuliner dituntut untuk beradaptasi dan mencari strategi agar tetap bertahan di teng...
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Produksi Lada Kabupaten Kolaka Timur mengalami peningkatan sebesar 96 ribu ton tahun 2017 menjadi 280 ribu ton tahun 2022. Kondisi ini menggambarkan potensi usahatani lada sangat m...
Pemasaran Digital sebagai Strategi Pemasaran: Conceptual Paper
Pemasaran Digital sebagai Strategi Pemasaran: Conceptual Paper
Pemasaran adalah salah satu upaya untuk memasarkan suatu produk atau jasa kepada konsumen dengan menyampaikan keuntungan yang akan didapatkan konsumen saat memiliki produk atau jas...

Back to Top