Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Persepsi Masyarakat Dalam Melihat Kembang Mayang Dan Janur Kuning Sebagai Simbol Keperawanan Pengantin Wanita Jawa

View through CrossRef
Kembar mayang dan janur kuning adalah simbol tradisional yang digunakan dalam pernikahan adat Jawa sebagai simbol keperawanan pengantin wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap penggunaan kembar mayang dan janur kuning sebagai simbol keperawanan pengantin wanita Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam pada masyarakat Jawa yang memiliki pengalaman mengikuti pernikahan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kembar mayang dan janur kuning masih dipandang penting sebagai simbol keperawanan pengantin wanita Jawa. Namun, terdapat perbedaan persepsi masyarakat dalam penggunaan kedua simbol tersebut. Kembar mayang dipandang lebih penting sebagai simbol keperawanan, sementara janur kuning lebih dipandang sebagai simbol keindahan dalam pernikahan adat Jawa. Persepsi masyarakat terhadap penggunaan kedua simbol tersebut dipengaruhi oleh faktor budaya dan agama yang kuat dalam masyarakat Jawa. Penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi para pelaku pernikahan adat Jawa untuk memahami pentingnya simbol-simbol tradisional dalam upacara pernikahan adat serta membantu mempertahankan dan mengembangkan budaya Jawa yang kaya dan unik.
Title: Persepsi Masyarakat Dalam Melihat Kembang Mayang Dan Janur Kuning Sebagai Simbol Keperawanan Pengantin Wanita Jawa
Description:
Kembar mayang dan janur kuning adalah simbol tradisional yang digunakan dalam pernikahan adat Jawa sebagai simbol keperawanan pengantin wanita.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap penggunaan kembar mayang dan janur kuning sebagai simbol keperawanan pengantin wanita Jawa.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam pada masyarakat Jawa yang memiliki pengalaman mengikuti pernikahan adat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kembar mayang dan janur kuning masih dipandang penting sebagai simbol keperawanan pengantin wanita Jawa.
Namun, terdapat perbedaan persepsi masyarakat dalam penggunaan kedua simbol tersebut.
Kembar mayang dipandang lebih penting sebagai simbol keperawanan, sementara janur kuning lebih dipandang sebagai simbol keindahan dalam pernikahan adat Jawa.
Persepsi masyarakat terhadap penggunaan kedua simbol tersebut dipengaruhi oleh faktor budaya dan agama yang kuat dalam masyarakat Jawa.
Penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi para pelaku pernikahan adat Jawa untuk memahami pentingnya simbol-simbol tradisional dalam upacara pernikahan adat serta membantu mempertahankan dan mengembangkan budaya Jawa yang kaya dan unik.

Related Results

Pemaknaan Keperawanan Masa Kini
Pemaknaan Keperawanan Masa Kini
Di era teknologi yang berkembang pesat tidak serta merta dapat mengubah pandangan seseorang tentang makna keperawanan. Konsep keperawanan dari dulu hingga saat ini masih sering dia...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
ANALISIS PERBANDINGAN MAKNA SIMBOLIS PADA RIASAN PENGANTIN JOGJA PUTRI DAN PENGANTIN SOLO PUTRI
ANALISIS PERBANDINGAN MAKNA SIMBOLIS PADA RIASAN PENGANTIN JOGJA PUTRI DAN PENGANTIN SOLO PUTRI
Makna yang tersirat dari suatu kata tidak hanya merujuk pada objek, peristiwa, atau keadaan tertentu. Oleh karena itu, kita tidak dapat memperoleh makna kata tersebut hanya dari ko...
REVITALISASI TATA RIAS PENGANTIN KERATON SUMENEP (PENGEMBANGAN MATERI MATA KULIAH TATA RIAS PENGANTIN INDONESIA)
REVITALISASI TATA RIAS PENGANTIN KERATON SUMENEP (PENGEMBANGAN MATERI MATA KULIAH TATA RIAS PENGANTIN INDONESIA)
Jenis penelitian kualitatif pendekatan etnografi. Tujuan penelitian memberikan catatan  dan dokumentasi atas bentuk dan makna tata rias pengantin Keraton, Sumenep Legha. Rias wajah...
Filosofis dan Eksistensi Tradisi Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Semaran Pauh Sarolangun
Filosofis dan Eksistensi Tradisi Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Semaran Pauh Sarolangun
Kembar Mayang merupakan salah satu tradisi penting dalam adat pernikahan Jawa yang masih dipertahankan di Desa Semaran Pauh Sarolangun. Tradisi ini memiliki fungsi simbolik dan spi...
PERKEMBANGAN TATA RIAS PENGANTIN TRADISIONAL DI DESA SAKRA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
PERKEMBANGAN TATA RIAS PENGANTIN TRADISIONAL DI DESA SAKRA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Abstrak Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui perkembangan (1) tata rias wajah pengantin tradisional, (2) tata rias rambut, (3) tata busana (4) aksesoris pengantin tradisional ...
Minat Calon Pengantin Terhadap Penggunaan Kontak Lensa Pada Tata Rias Pengantin
Minat Calon Pengantin Terhadap Penggunaan Kontak Lensa Pada Tata Rias Pengantin
AbstrakBIDHARI SINTA MEI SASTI, Minat Calon Pengantin Terhadap Penggunaan Kontak Lensa Pada Tata Rias Pengantin. Tugas Akhir. Jakarta: Program Studi Diploma Tiga Tata Rias, Fakulta...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN TATA RIAS PENGANTIN PUTRI JENGGOLO PADA MASYARAKAT SIDOARJO
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN TATA RIAS PENGANTIN PUTRI JENGGOLO PADA MASYARAKAT SIDOARJO
Tata rias pengantin Putri Jenggolo merupakan tata rias pengantin tradisional khas Sidoarjo. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa perias di Sidoarjo didapatkan hasil bahwa mi...

Back to Top