Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Filosofis dan Eksistensi Tradisi Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Semaran Pauh Sarolangun

View through CrossRef
Kembar Mayang merupakan salah satu tradisi penting dalam adat pernikahan Jawa yang masih dipertahankan di Desa Semaran Pauh Sarolangun. Tradisi ini memiliki fungsi simbolik dan spiritual sebagai doa, perlindungan, serta simbol penyatuan bagi pasangan pengantin. Namun, praktik Kembar Mayang sempat mengalami penurunan pada tahun 2009–2016 karena minimnya pemahaman generasi muda serta kurangnya pelestarian budaya. Sejak 2017, tradisi ini kembali dihidupkan sehingga diperlukan penelitian untuk memahami kembali sejarah, prosesi, dan makna filosofisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah Kembar Mayang dalam adat pernikahan masyarakat Semaran Pauh Sarolangun; (2) tata laksana prosesi Kembar Mayang; dan (3) nilai serta makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah dengan pendekatan sejarah lisan, melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui wawancara dengan dukun manten, pemangku adat, tokoh masyarakat, dan kepala desa, serta melalui studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kembar Mayang telah diwariskan sejak masa kerajaan kuno dan tetap bertahan sebagai simbol kesucian, keseimbangan, dan perlindungan bagi kedua mempelai. Prosesi Kembar Mayang dilaksanakan melalui rangkaian pembuatan dan pemasangan yang sarat makna, menggunakan bahan seperti janur, daun beringin, andong, dan bunga mayang. Tradisi ini juga mengandung nilai sosial berupa gotong royong, kebersamaan, dan pelestarian budaya antar generasi. Dengan demikian, Kembar Mayang tidak hanya berfungsi sebagai estetika upacara pernikahan, tetapi juga sebagai simbol identitas dan kearifan lokal masyarakat Semaran Pauh Sarolangun.  
Title: Filosofis dan Eksistensi Tradisi Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Semaran Pauh Sarolangun
Description:
Kembar Mayang merupakan salah satu tradisi penting dalam adat pernikahan Jawa yang masih dipertahankan di Desa Semaran Pauh Sarolangun.
Tradisi ini memiliki fungsi simbolik dan spiritual sebagai doa, perlindungan, serta simbol penyatuan bagi pasangan pengantin.
Namun, praktik Kembar Mayang sempat mengalami penurunan pada tahun 2009–2016 karena minimnya pemahaman generasi muda serta kurangnya pelestarian budaya.
Sejak 2017, tradisi ini kembali dihidupkan sehingga diperlukan penelitian untuk memahami kembali sejarah, prosesi, dan makna filosofisnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah Kembar Mayang dalam adat pernikahan masyarakat Semaran Pauh Sarolangun; (2) tata laksana prosesi Kembar Mayang; dan (3) nilai serta makna simbolik yang terkandung di dalamnya.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah dengan pendekatan sejarah lisan, melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.
Data diperoleh melalui wawancara dengan dukun manten, pemangku adat, tokoh masyarakat, dan kepala desa, serta melalui studi pustaka dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kembar Mayang telah diwariskan sejak masa kerajaan kuno dan tetap bertahan sebagai simbol kesucian, keseimbangan, dan perlindungan bagi kedua mempelai.
Prosesi Kembar Mayang dilaksanakan melalui rangkaian pembuatan dan pemasangan yang sarat makna, menggunakan bahan seperti janur, daun beringin, andong, dan bunga mayang.
Tradisi ini juga mengandung nilai sosial berupa gotong royong, kebersamaan, dan pelestarian budaya antar generasi.
Dengan demikian, Kembar Mayang tidak hanya berfungsi sebagai estetika upacara pernikahan, tetapi juga sebagai simbol identitas dan kearifan lokal masyarakat Semaran Pauh Sarolangun.
 .

Related Results

PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT PADA SISWA SMA 2 SAROLANGUN KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI
PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT PADA SISWA SMA 2 SAROLANGUN KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI
PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT PADA SISWA SMA 2 SAROLANGUN KABUPATEN SAROLANGUN JAMBI   Erwinsyah Email : erwiensyah555@gmail.com Jurusan Keperawatan, S...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
Analisis Strategi Pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun Di Kabupaten Sarolangun
Analisis Strategi Pengembangan Hutan Kota Gunung Kembang Sarolangun Di Kabupaten Sarolangun
ABSTRACT The Gunung Kembang Sarolangun City Forest is located in the Sarolangun Regency Government Office Complex. The urban forest was originally a biodiversity park and is includ...
Fungsi Pelaku dan Lingkungan Tindakan dalam Cerita Rakyat Sarolangun
Fungsi Pelaku dan Lingkungan Tindakan dalam Cerita Rakyat Sarolangun
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menguraikan kondisi dan keadaan dari identifikasi aspek-aspek fungsi pelaku, dan lingkungan tindakan yang terdapat pada...
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Marginalisasi Hukum Adat pada Masyarakat Adat The marginalization of adat law on adat communities
Tulisan ini berupaya melihat marjinalisasi adat, hukum adat serta implikasinya pada masyarakat adat. Dalam konteks Indonesia, meskipun Konstitusi dan beberapa aturan formal mengaku...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
Persepsi Masyarakat Dalam Melihat Kembang Mayang Dan Janur Kuning Sebagai Simbol Keperawanan Pengantin Wanita Jawa
Persepsi Masyarakat Dalam Melihat Kembang Mayang Dan Janur Kuning Sebagai Simbol Keperawanan Pengantin Wanita Jawa
Kembar mayang dan janur kuning adalah simbol tradisional yang digunakan dalam pernikahan adat Jawa sebagai simbol keperawanan pengantin wanita. Penelitian ini bertujuan untuk menge...
EKSISTENSI KAMPUNG ADAT DI SUMBA TENGAH
EKSISTENSI KAMPUNG ADAT DI SUMBA TENGAH
This study aims to see how traditional villages become a marker of the cultural identity of the people of Central Sumba, and also to determine the ideology that exists within tradi...

Back to Top