Javascript must be enabled to continue!
Makna Ekonomi Berhaji Bagi Suku Banjar (Kajian Antropologi Budaya)
View through CrossRef
Abstract
Hajj, which is often assumed to be related to spirituality and considered part of the domain of religion, actually has an economic meaning as well. This economic meaning is one of the reasons for the high number of Hajj pilgrims in South Kalimantan, which is dominated by the Banjar tribe, which likes to go to Hajj many times. Existing research has shown that the meaning of Hajj differs from one person to another, so in the current study the meaning of Hajj is considered to be the personal meaning of the performer. This research will specifically show the economic meaning of Hajj for the Banjar tribe. The method used in this research is interviews with nine people from the Banjar tribe. The findings in this study show that Hajj can make sustenance abundant and blessed, Hajj will make business (work) smooth and blessed, and not performing Hajj results in the loss of wealth.
Keywords: economic meaning, hajj, Banjar tribe
Abstrak
Haji yang sering diasumsikan berkaitan dengan spritual dan dianggap sebagai bagian dari domain religion sebenarnya haji juga mempunyai makna ekonomi. Makna ekonomi ini merupakan salah satu penyebab tingginya angka berangkat haji di Kalimantan Selatan yang didominasi oleh Suku Banjar yang gemar berkali-kali berangkat haji. Penelitian yang telah ada menunjukkan bahwa makna haji berbeda antara satu orang dengan yang lainnya sehingga dalam studi saat ini pengertian haji dianggap sebagai makna pribadi pelakunya. Penelitian ini secara khusus akan menunjukkan makna ekonomi haji bagi suku Banjar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan sembilan orang dari suku Banjar. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa haji dapat menjadikan rezeki berlimpah dan berkah, haji akan menjadikan usaha (pekerjaan) lancar dan berkah, dan tidak jadi melaksanakan haji berakibat habisnya harta.
Kata Kunci: makna ekonomi, haji, suku Banjar
Yayasan Pendidikan Al-Amin
Title: Makna Ekonomi Berhaji Bagi Suku Banjar (Kajian Antropologi Budaya)
Description:
Abstract
Hajj, which is often assumed to be related to spirituality and considered part of the domain of religion, actually has an economic meaning as well.
This economic meaning is one of the reasons for the high number of Hajj pilgrims in South Kalimantan, which is dominated by the Banjar tribe, which likes to go to Hajj many times.
Existing research has shown that the meaning of Hajj differs from one person to another, so in the current study the meaning of Hajj is considered to be the personal meaning of the performer.
This research will specifically show the economic meaning of Hajj for the Banjar tribe.
The method used in this research is interviews with nine people from the Banjar tribe.
The findings in this study show that Hajj can make sustenance abundant and blessed, Hajj will make business (work) smooth and blessed, and not performing Hajj results in the loss of wealth.
Keywords: economic meaning, hajj, Banjar tribe
Abstrak
Haji yang sering diasumsikan berkaitan dengan spritual dan dianggap sebagai bagian dari domain religion sebenarnya haji juga mempunyai makna ekonomi.
Makna ekonomi ini merupakan salah satu penyebab tingginya angka berangkat haji di Kalimantan Selatan yang didominasi oleh Suku Banjar yang gemar berkali-kali berangkat haji.
Penelitian yang telah ada menunjukkan bahwa makna haji berbeda antara satu orang dengan yang lainnya sehingga dalam studi saat ini pengertian haji dianggap sebagai makna pribadi pelakunya.
Penelitian ini secara khusus akan menunjukkan makna ekonomi haji bagi suku Banjar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan sembilan orang dari suku Banjar.
Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa haji dapat menjadikan rezeki berlimpah dan berkah, haji akan menjadikan usaha (pekerjaan) lancar dan berkah, dan tidak jadi melaksanakan haji berakibat habisnya harta.
Kata Kunci: makna ekonomi, haji, suku Banjar
.
Related Results
Adaptasi Budaya Suku Jawa Dengan Suku Banjar di Kabupaten Asahan
Adaptasi Budaya Suku Jawa Dengan Suku Banjar di Kabupaten Asahan
Abstrak: Penelitian ini membahas proses komunikasi antarbudaya antara suku Jawa dan suku Banjar dalam adapatasi budaya di Desa Banjar, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan. Fokus ...
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Ba...
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA PG PAUD UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA PG PAUD UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
Bahasa merupakan aspek terpenting dalam hidup setiap individu. Bahasa adalah sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi antara satu individu dengan individu lainnya. Dengan m...
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Kelayakan Finansial Agroindustri Tempe yang dijalankan oleh seorang Perajin Tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota...
Review Of Islamic Law Regarding The Beliefs Of The Banjar Community Regarding Pamali And Kapuhunan In Their Daily Lives
Review Of Islamic Law Regarding The Beliefs Of The Banjar Community Regarding Pamali And Kapuhunan In Their Daily Lives
ABSTRACT
This research examines the Banjar people's habit of believing in pamali and kapuhunan. As indigenous Banjar people, most of them strongly believe in pamali and kapuhunan,...
PERAN GURU ANTROPOLOGI TERHADAP PENGEMBANGAN MINAT MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN BANTAENG
PERAN GURU ANTROPOLOGI TERHADAP PENGEMBANGAN MINAT MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN BANTAENG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peran guru Antropologi terhadap pengembangan minat mata pelajaran Antropologi di SMA Negeri se-Kabupaten Bantaeng (2) Faktor Penghamb...
NILAI KEPEMIMPINAN DALAM BUKU PERIBAHASA BANJAR “BARUH URANG DIKARUNI, BARUH SAURANG TAUNG” KARYA Y.S. AGUS SUSENO (THE VALUE OF LEADERSHIP IN BANJAR'S BOOK OF PROVERBS “BARUH URANG DIKARUNI, BARUH SAURANG TAUNG” BY Y.S. AGUS SUSENO)
NILAI KEPEMIMPINAN DALAM BUKU PERIBAHASA BANJAR “BARUH URANG DIKARUNI, BARUH SAURANG TAUNG” KARYA Y.S. AGUS SUSENO (THE VALUE OF LEADERSHIP IN BANJAR'S BOOK OF PROVERBS “BARUH URANG DIKARUNI, BARUH SAURANG TAUNG” BY Y.S. AGUS SUSENO)
AbstractThe Value of Leadership In Banjar's Book of Proverbs “Baruh Urang Dikaruni, Baruh Saurang Taung” By Y.S. Agus Suseno. The study's overarching goal is to protect indigenous ...
SINKRETISME DELAM PRILAKU KEAGAMAAN SUKU AKIT DI KECAMATAN PULAU MERBAU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PROVINSI RIAU
SINKRETISME DELAM PRILAKU KEAGAMAAN SUKU AKIT DI KECAMATAN PULAU MERBAU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI PROVINSI RIAU
Skripsi ini berjudul Sinkretisme dalam Perilaku Keagaman Suku Akik dikecamatan Pulau Merbau Kabupaten kepulauan meranti provinsi riau. Keanekaragaman Suku bangsa dengan budayanya d...

