Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

WAFAK DAN SPIRITUALITAS MASYARAKAT BANJAR

View through CrossRef
Abstract: This research is motivated by the phenomenon of wafak which is believed by the Banjar community. Many Banjar communities use wafak for various purposes. This is certainly related to the beliefs of the Banjar community itself, so wafak needs to be seen in the spiritual view of the Banjar community. This research aims to find out wafak in the beliefs of the banjar community and how the banjar community uses wafak in relation to spirituality. The method used in this research is a descriptive qualitative method. The results of the research show that wafak is a culture of the Banjar community in South Kalimantan which is believed to be an intermediary to be a guardian, a mediciner, a benefactor, a summoner of sustenance to the authority of its users. Wafak is found in many forms and types, as well as with diverse functions. The banjar community believes that wafak is only a form of effort and prayer, and remains convinced that everything in the world is governed only by Allah swt. Many Banjar communities use wafak as tawasul or a form of tabaruk (taking blessings) from the writings on the wafak. And continue to exercise the nature of being a servant, that is, by trying. Even the process of making and using wafak is not separated from the hope that it will always be accepted by Allah swt. Keywords: Wafak, spiritual, Banjar community.   Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena wafak yang diyakini oleh masyarakat Banjar. Banyak masyarakat Banjar menggunakan wafak dengan berbagai macam tujuan. Hal tersebut tentunya terkait dengan kepercayaan masyarakat Banjar sendiri, maka wafak perlu dilihat dalam pandangan spiritual masyarakat Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui wafak dalam kepercayaan masyrakat banjar dan bagaimana masyarakat banjar menggunakan wafak dalam hubungannya dengan spiritualitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wafak merupakan budaya masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan yang dipercaya bisa menjadi perantara untuk menjadi penjaga, pengobatan, pengasih, pemanggil rezeki hingga untuk kewibawaan bagi penggunanya. Wafak banyak ditemukan dengan berbagai bentuk dan jenis, serta dengan fungsi yang beragam. Masyarakat banjar menyakini bahwa wafak hanyalah bentuk ikhtiar dan do’a, dan tetap yakin bahwa segala sesuatu di dunia diatur hanya oleh Allah swt. Banyak masyarakat banjar yang menggunakanwafak sebagai tawasul atau bentuk tabaruk (mengambil keberkahan) dari tulisan yang ada pada wafak tersebut. Dan tetap menjalankan fitrah sebagai seorang hamba yaitu dengan berusaha. Bahkan proses pembuatan dan penggunaan wafak pun tidak terlepas dari harapan agar senantiasa dikabulkan oleh Allah swt.  Kata Kunci: Wafak, Spiritual, Masyarakat Banjar
UIN Antasari Banjarmasin
Title: WAFAK DAN SPIRITUALITAS MASYARAKAT BANJAR
Description:
Abstract: This research is motivated by the phenomenon of wafak which is believed by the Banjar community.
Many Banjar communities use wafak for various purposes.
This is certainly related to the beliefs of the Banjar community itself, so wafak needs to be seen in the spiritual view of the Banjar community.
This research aims to find out wafak in the beliefs of the banjar community and how the banjar community uses wafak in relation to spirituality.
The method used in this research is a descriptive qualitative method.
The results of the research show that wafak is a culture of the Banjar community in South Kalimantan which is believed to be an intermediary to be a guardian, a mediciner, a benefactor, a summoner of sustenance to the authority of its users.
Wafak is found in many forms and types, as well as with diverse functions.
The banjar community believes that wafak is only a form of effort and prayer, and remains convinced that everything in the world is governed only by Allah swt.
Many Banjar communities use wafak as tawasul or a form of tabaruk (taking blessings) from the writings on the wafak.
And continue to exercise the nature of being a servant, that is, by trying.
Even the process of making and using wafak is not separated from the hope that it will always be accepted by Allah swt.
Keywords: Wafak, spiritual, Banjar community.
  Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena wafak yang diyakini oleh masyarakat Banjar.
Banyak masyarakat Banjar menggunakan wafak dengan berbagai macam tujuan.
Hal tersebut tentunya terkait dengan kepercayaan masyarakat Banjar sendiri, maka wafak perlu dilihat dalam pandangan spiritual masyarakat Banjar.
Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui wafak dalam kepercayaan masyrakat banjar dan bagaimana masyarakat banjar menggunakan wafak dalam hubungannya dengan spiritualitas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wafak merupakan budaya masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan yang dipercaya bisa menjadi perantara untuk menjadi penjaga, pengobatan, pengasih, pemanggil rezeki hingga untuk kewibawaan bagi penggunanya.
Wafak banyak ditemukan dengan berbagai bentuk dan jenis, serta dengan fungsi yang beragam.
Masyarakat banjar menyakini bahwa wafak hanyalah bentuk ikhtiar dan do’a, dan tetap yakin bahwa segala sesuatu di dunia diatur hanya oleh Allah swt.
Banyak masyarakat banjar yang menggunakanwafak sebagai tawasul atau bentuk tabaruk (mengambil keberkahan) dari tulisan yang ada pada wafak tersebut.
Dan tetap menjalankan fitrah sebagai seorang hamba yaitu dengan berusaha.
Bahkan proses pembuatan dan penggunaan wafak pun tidak terlepas dari harapan agar senantiasa dikabulkan oleh Allah swt.
 Kata Kunci: Wafak, Spiritual, Masyarakat Banjar.

Related Results

SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN
SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN
Spiritualitas merupakan aspek mendasar yang membentuk cara manusia memaknai hidup, menjalani relasi dengan Tuhan, memahami diri sendiri, dan berinteraksi dengan sesama. Dalam berba...
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Ba...
Symbolism in Wafak Containing Al-Quran Roland Barthes's Semiotic Perspective
Symbolism in Wafak Containing Al-Quran Roland Barthes's Semiotic Perspective
This article discusses research on symbolism in wafak containing the Koran in Muslim communities. Wafak has other derivations such as hizb, ruqyah, and amulet is the practice of pr...
Review Of Islamic Law Regarding The Beliefs Of The Banjar Community Regarding Pamali And Kapuhunan In Their Daily Lives
Review Of Islamic Law Regarding The Beliefs Of The Banjar Community Regarding Pamali And Kapuhunan In Their Daily Lives
ABSTRACT This research examines the Banjar people's habit of believing in pamali and kapuhunan. As indigenous Banjar people, most of them strongly believe in pamali and kapuhunan,...
Adaptasi Budaya Suku Jawa Dengan Suku Banjar di Kabupaten Asahan
Adaptasi Budaya Suku Jawa Dengan Suku Banjar di Kabupaten Asahan
Abstrak: Penelitian ini membahas proses komunikasi antarbudaya antara suku Jawa dan suku Banjar dalam adapatasi budaya di Desa Banjar, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan. Fokus ...
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PADA AGROINDUSTRI TEMPE
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Kelayakan Finansial Agroindustri Tempe yang dijalankan oleh seorang Perajin Tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota...
REKONSTRUKSI DALAMAN VARIAN BANJAR BERIAH PURBA<br>[INTERNAL RECONSTRUCTION OF BANJAR BERIAH PROTO VARIANTS]
REKONSTRUKSI DALAMAN VARIAN BANJAR BERIAH PURBA<br>[INTERNAL RECONSTRUCTION OF BANJAR BERIAH PROTO VARIANTS]
This study describes the phonological system of Banjar Kuala (BK), Banjar Hulu (BJ) and Banjar Alai (BA) dialect variants. The phonological description is used to reconstruct the a...

Back to Top